RADAR KUDUS – Tim SAR gabungan kembali menemukan sejumlah bagian tubuh manusia saat melakukan operasi pencarian pascaledakan bom peninggalan Perang Dunia II di Kabupaten Biak Numfor, Papua.
Temuan tersebut diperoleh dalam upaya pencarian terhadap korban yang hingga kini masih dinyatakan hilang.
Kapolres Biak Numfor, Ari Trestiawan, mengatakan bahwa tim gabungan yang melibatkan personel Basarnas berhasil menemukan 13 serpihan atau potongan tubuh di sekitar lokasi kejadian.
Menurutnya, seluruh temuan tersebut telah diserahkan kepada tim identifikasi dari Polda Papua bersama pihak RSUD Biak untuk menjalani proses identifikasi dan pemeriksaan lebih lanjut.
Hingga saat ini, tim gabungan masih terus berupaya mencari tiga korban yang belum ditemukan.
Operasi pencarian dipusatkan pada wilayah di luar titik utama ledakan karena area tersebut dinilai lebih aman untuk dijangkau petugas.
Pihak kepolisian menjelaskan bahwa pencarian saat ini difokuskan pada area Ring 2, terutama kawasan pantai dan perairan di sekitar lokasi ledakan.
Sementara itu, area Ring 1 yang diduga menjadi pusat ledakan masih belum dinyatakan steril dan aman.
Oleh karena itu, petugas belum dapat melakukan pencarian secara maksimal di zona tersebut karena masih terdapat potensi bahaya.
Data terbaru menunjukkan jumlah korban yang mengalami luka ringan mencapai 18 orang.
Dari jumlah tersebut, dua orang masih menjalani perawatan medis di RSUD Biak, sedangkan korban lainnya telah mendapatkan penanganan dan diperbolehkan pulang.
Selain korban luka, peristiwa ini juga menyebabkan puluhan warga harus mengungsi demi alasan keselamatan.
Tercatat sebanyak 56 warga berada di lokasi pengungsian yang terdiri atas 43 orang dewasa dan 13 balita.
Ledakan dahsyat tersebut mengakibatkan sedikitnya lima orang meninggal dunia.
Hingga kini, tiga korban lainnya masih dalam pencarian oleh tim SAR gabungan yang terus menyisir area sekitar lokasi kejadian.
Insiden itu terjadi pada Minggu (31/5/2026) sekitar pukul 14.45 WIT di kawasan Kompleks Perikanan, Jalan Walter Mongonsidi, Kampung Yenures, Distrik Biak Kota.
Peristiwa ledakan diduga berasal dari bom sisa peninggalan Perang Dunia II yang masih berada di kawasan tersebut.
Aparat bersama tim terkait saat ini terus melakukan penyelidikan sekaligus memastikan keamanan area sebelum proses pencarian lanjutan dilakukan secara menyeluruh.
Editor : Ali Mustofa