BANDUNG – Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, mengambil langkah cepat menyikapi kasus dugaan pemalakan yang viral di kawasan Dago, Kota Bandung.
Insiden tersebut memicu perhatian publik setelah video aksi seorang pria yang diduga memaksa pengendara kendaraan luar daerah menyerahkan uang beredar luas di media sosial.
Peristiwa itu disebut terjadi di kawasan Dago Timur, Kecamatan Coblong, Bandung, pada malam hari saat arus lalu lintas sedang padat. Dalam rekaman yang beredar, terlihat seorang pria menghentikan kendaraan berpelat luar kota dan meminta sejumlah uang kepada pengemudi.
Video tersebut langsung menuai kecaman masyarakat karena dianggap merusak citra Kota Bandung sebagai destinasi wisata sekaligus mengganggu rasa aman para pengunjung.
Koordinasi Langsung dengan Aparat Kepolisian
Menanggapi kejadian tersebut, Dedi Mulyadi mengaku segera berkomunikasi dengan jajaran kepolisian daerah untuk memastikan penanganan dilakukan secara cepat dan tegas.
Menurutnya, tindakan premanisme tidak boleh dibiarkan berkembang karena dapat mengganggu ketertiban umum dan merugikan masyarakat maupun wisatawan yang datang ke Jawa Barat.
Hasil koordinasi tersebut berujung pada tindakan cepat aparat keamanan. Terduga pelaku akhirnya diamankan dan menjalani pemeriksaan lebih lanjut oleh pihak kepolisian.
Langkah cepat ini mendapat apresiasi dari berbagai kalangan karena menunjukkan keseriusan pemerintah daerah dalam menjaga keamanan dan kenyamanan masyarakat.
Pesan Tegas untuk Pelaku Premanisme
Dalam keterangannya, Dedi Mulyadi mengingatkan seluruh masyarakat agar tidak menjadikan pemerasan, intimidasi, ataupun pemalakan sebagai cara memperoleh penghasilan.
Ia menegaskan bahwa masih banyak peluang untuk mencari nafkah secara baik dan legal tanpa harus merugikan orang lain.
Menurut Dedi, perilaku premanisme tidak hanya merugikan korban secara langsung, tetapi juga dapat mencoreng nama baik daerah serta menghambat pertumbuhan sektor pariwisata dan ekonomi lokal.
Karena itu, Pemerintah Provinsi Jawa Barat bersama aparat penegak hukum berkomitmen menindak tegas setiap bentuk tindakan yang mengganggu keamanan publik.
Menjaga Citra Jawa Barat sebagai Daerah Ramah Wisatawan
Kasus yang terjadi di Dago menjadi pengingat penting bahwa keamanan wisatawan merupakan faktor utama dalam mendukung perkembangan sektor pariwisata.
Bandung selama ini dikenal sebagai salah satu tujuan wisata favorit di Indonesia. Kehadiran wisatawan dari berbagai daerah memberikan dampak ekonomi yang besar bagi pelaku usaha, mulai dari sektor kuliner, penginapan, hingga perdagangan.
Karena itu, berbagai pihak menilai upaya pemberantasan premanisme harus dilakukan secara konsisten agar wisatawan tetap merasa aman saat berkunjung ke Jawa Barat.
Dukungan Publik Mengalir
Sikap tegas Dedi Mulyadi dalam merespons kasus tersebut mendapat banyak dukungan dari masyarakat.
Di media sosial, banyak warganet mengapresiasi langkah cepat pemerintah daerah dan kepolisian dalam menangani laporan yang viral.
Sejumlah komentar bahkan berharap tindakan serupa diterapkan secara merata di berbagai daerah agar praktik pemalakan dan intimidasi di ruang publik dapat ditekan.
Pengamat sosial menilai penegakan hukum yang cepat dapat memberikan efek jera sekaligus meningkatkan kepercayaan masyarakat terhadap aparat dan pemerintah daerah.
Dengan penanganan yang cepat serta komitmen kuat dari pemerintah dan kepolisian, masyarakat berharap kasus serupa tidak kembali terjadi sehingga Jawa Barat tetap menjadi wilayah yang aman, nyaman, dan ramah bagi seluruh warga maupun wisatawan yang datang berkunjung.
Editor : Mahendra Aditya