Ambyar Blora Catatan Ekonomi Entertainment Fashion Feature Grobogan Hobi Inspirashe Internasional Jateng Jepara Karimunjawa Kesehatan Kudus Kuliner Lifestyle Mlaku Bareng Nasional Olahraga Otomotif Pati Pendidikan Religi Rembang Sportainment Teknologi Unisnu Mengabdi Wisata

Ekspansi Global: Badan Gizi Nasional Wacanakan Program Makan Bergizi Gratis bagi Siswa Indonesia di Arab Saudi

Ghina Nailal Husna • Senin, 1 Juni 2026 | 23:41 WIB
 Badan Gizi Nasional Wacanakan Program Makan Bergizi Gratis bagi Siswa Indonesia di Arab Saudi
Badan Gizi Nasional Wacanakan Program Makan Bergizi Gratis bagi Siswa Indonesia di Arab Saudi

 

RADAR KUDUS — Program unggulan nasional Makan Bergizi Gratis (MBG) berpotensi melebarkan sayapnya ke luar yurisdiksi wilayah tanah air.

Kepala Badan Gizi Nasional (BGN), Dadan Hindayana, secara resmi membuka peluang untuk memperluas jangkauan distribusi program pemenuhan gizi ini bagi anak-anak sekolah Indonesia yang tengah menempuh pendidikan di luar negeri, dengan membidik Arab Saudi sebagai proyek percontohan (pilot project) pertama.

Gagasan ekspansi internasional ini mengemuka setelah BGN menangkap aspirasi langsung dari para siswa di wilayah tersebut.

Baca Juga: Pemerintah Resmi Hapus PPh Final 0,5% bagi PT dan CV, Pelaku Usaha Rintisan Khawatirkan Arus Kas

Sejumlah pelajar di sana secara terbuka menyampaikan keinginan mereka untuk bisa merasakan manfaat intervensi gizi serupa seperti yang telah dinikmati oleh jutaan teman sebaya mereka di berbagai sekolah di seluruh pelosok Indonesia.

Fokus pada Anak Pekerja Migran di Jeddah dan Makkah

Rencana perluasan program ini membawa misi sosial yang kuat, terutama dalam memberikan perlindungan dan pemenuhan hak gizi bagi anak-anak Pekerja Migran Indonesia (PMI).

Sebagai langkah awal, Sekolah Indonesia Jeddah (SIJ) di Arab Saudi diwacanakan menjadi episentrum percontohan. Sekolah ini tercatat menampung sekitar 1.080 anak-anak dari keluarga pekerja migran.

Selain di Jeddah, ekosistem pendidikan serupa juga berdiri di kota suci Makkah, di mana Sekolah Indonesia Makkah tercatat memiliki sekitar 400 siswa aktif.

Jika diakumulasikan, terdapat potensi ribuan anak bangsa di luar negeri yang akan tersentuh oleh program pemenuhan gizi dari pemerintah ini.

Kepala BGN menegaskan bahwa seluruh hasil peninjauan komprehensif dan analisis kelayakan di lapangan yang dilakukan di Jeddah akan segera dilaporkan secara resmi kepada Presiden Prabowo Subianto untuk mendapatkan pertimbangan serta persetujuan lebih lanjut.

Skema Operasional SPPG Luar Negeri dan Akulturasi Menu

Apabila rencana strategis ini mendapatkan lampu hijau dari Presiden, BGN akan segera mengadopsi cetak biru (blueprint) domestik untuk diterapkan di Arab Saudi.

Langkah ini mencakup pembentukan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di wilayah setempat. 

Namun, karena keterbatasan yurisdiksi, mekanisme pembentukan SPPG di luar negeri ini akan mengedepankan pendekatan diplomasi kolaboratif lintas kementerian—melibatkan Kementerian Luar Negeri dan Kementerian Pendidikan—serta menjalin kemitraan taktis dengan katering atau mitra logistik lokal di Arab Saudi.

Baca Juga: Refleksi Ekonomi Pancasila: Presiden Prabowo Akui Pertumbuhan RI Tinggi Namun Belum Merata Bagi Rakyat

Aspek teknis yang tidak kalah menarik adalah penyesuaian regulasi menu makanan. Mengingat adanya perbedaan karakteristik pasokan bahan pangan, menu MBG di Arab Saudi nantinya tidak akan disamakan persis dengan menu di dalam negeri.

Tim ahli gizi dari BGN akan merancang formula menu khusus yang mengombinasikan ketersediaan bahan pangan lokal khas Timur Tengah dengan cita rasa kuliner tradisional Indonesia. 

Kombinasi ini diharapkan tidak hanya mampu memenuhi standar kecukupan gizi mikro dan makro para siswa secara optimal, tetapi juga tetap mempertahankan cita rasa Nusantara yang akrab di lidah anak-anak pekerja migran Indonesia. (*)

Editor : Ghina Nailal Husna
#Perluasan Program MBG #Badan Gizi Nasional Arab Saudi #Sekolah Indonesia Jeddah #Gizi Anak Pekerja Migran #Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi