RADAR KUDUS - Masyarakat Kabupaten Bangkalan, Madura, sempat dibuat heboh oleh beredarnya sebuah video yang menampilkan sosok menyerupai pocong membawa celurit pada malam hari.
Rekaman tersebut dengan cepat menyebar melalui berbagai platform media sosial dan memicu kekhawatiran warga setempat.
Dalam video yang viral itu, tampak seseorang mengenakan kain putih layaknya pocong berjalan dengan gerakan melompat-lompat. Sosok tersebut terlihat mendatangi rumah-rumah warga sambil membawa celurit dan mengetuk pintu pada tengah malam.
Narasi yang menyertai video menyebutkan bahwa warga Desa Gili, Kecamatan Kamal, merasa resah akibat kemunculan sosok misterius tersebut.
Namun, setelah dilakukan penelusuran, pemerintah setempat memastikan bahwa informasi yang beredar tidak sesuai fakta.
Camat Kamal, Ainul Yaqin, menegaskan bahwa kabar mengenai pocong bercelurit yang meneror warga merupakan informasi palsu atau hoaks.
Menurutnya, selama ini unsur Muspika bersama aparat keamanan rutin melaksanakan patroli di wilayah Kecamatan Kamal untuk menjaga situasi keamanan dan ketertiban masyarakat.
Dari hasil pemantauan yang dilakukan, tidak ditemukan kejadian sebagaimana yang digambarkan dalam video viral tersebut.
Pihak kecamatan juga mengimbau masyarakat agar lebih bijak dalam menerima dan menyebarkan informasi yang berasal dari media sosial.
Warga diminta melakukan verifikasi terlebih dahulu sebelum mempercayai kabar yang belum jelas sumber dan kebenarannya.
Fenomena video pocong yang viral sebenarnya bukan kali pertama terjadi di Indonesia.
Dalam beberapa tahun terakhir, sejumlah daerah pernah dihebohkan oleh kemunculan sosok serupa yang akhirnya terbukti merupakan rekayasa, konten hiburan, atau bahkan hasil manipulasi teknologi digital.
Beberapa kasus yang pernah menjadi perhatian publik antara lain video pocong yang menghebohkan warga Tangerang, Bandung Barat, hingga Depok.
Pada sejumlah kasus tersebut, aparat kepolisian menemukan bahwa video dibuat untuk konten media sosial atau sekadar iseng tanpa mempertimbangkan dampak yang ditimbulkan kepada masyarakat.
Pakar literasi digital juga mengingatkan bahwa perkembangan teknologi kecerdasan buatan (AI) dan kemampuan editing video yang semakin canggih membuat masyarakat harus lebih kritis dalam menilai informasi visual yang beredar di internet. Tidak semua video viral menggambarkan kejadian nyata.
Karena itu, masyarakat diimbau untuk mengutamakan informasi yang berasal dari pemerintah, kepolisian, maupun sumber resmi lainnya.
Langkah ini penting untuk mencegah penyebaran hoaks yang dapat memicu kepanikan, keresahan, hingga gangguan keamanan di lingkungan masyarakat.
Dengan adanya klarifikasi dari pemerintah Kecamatan Kamal, warga Bangkalan diharapkan tidak lagi merasa takut terhadap video yang beredar.
Hingga saat ini tidak ada laporan resmi mengenai kemunculan pocong bercelurit maupun aksi teror terhadap rumah warga sebagaimana yang disebutkan dalam unggahan viral tersebut.
Kasus ini kembali menjadi pengingat bahwa literasi digital dan kemampuan memverifikasi informasi merupakan hal yang sangat penting di era media sosial.
Masyarakat perlu lebih waspada agar tidak mudah terpengaruh oleh konten sensasional yang belum tentu benar.
Editor : Mahendra Aditya