Ambyar Blora Catatan Ekonomi Entertainment Fashion Feature Grobogan Hobi Inspirashe Internasional Jateng Jepara Karimunjawa Kesehatan Kudus Kuliner Lifestyle Mlaku Bareng Nasional Olahraga Otomotif Pati Pendidikan Religi Rembang Sportainment Teknologi Unisnu Mengabdi Wisata

2.570 Lentera Perdamaian Terangi Langit Borobudur, Puncak Perayaan Waisak 2570 Berlangsung Khidmat

Admin • Senin, 1 Juni 2026 | 08:27 WIB
SAKRAL: Ribuan lentera perdamaian menghiasi langit kawasan Candi Borobudur pada puncak peringatan Hari Raya Tri Suci Waisak 2570 Buddhis, Minggu (31/5) malam
SAKRAL: Ribuan lentera perdamaian menghiasi langit kawasan Candi Borobudur pada puncak peringatan Hari Raya Tri Suci Waisak 2570 Buddhis, Minggu (31/5) malam

MAGELANG – Ribuan lentera perdamaian menghiasi langit kawasan Candi Borobudur pada puncak peringatan Hari Raya Tri Suci Waisak 2570 Buddhis, Minggu (31/5) malam. Sebanyak 2.570 lentera dilepaskan dari Taman Lumbini sebagai simbol cahaya kebijaksanaan, kedamaian, dan harapan bagi kehidupan yang harmonis.

Suasana khidmat dan penuh makna menyelimuti kawasan Borobudur saat umat Buddha dari berbagai daerah di Indonesia hingga mancanegara mengikuti prosesi pelepasan lentera. Momen tersebut menjadi penutup rangkaian perayaan Waisak Nasional 2570 yang sebelumnya diisi dengan berbagai kegiatan spiritual dan sosial.

Wakil Presiden RI Gibran Rakabuming Raka bersama sejumlah menteri Kabinet Merah Putih, tokoh agama, kepala daerah, serta unsur Forkopimda turut mengikuti prosesi pelepasan lentera yang menjadi salah satu agenda paling dinanti dalam perayaan Waisak di Borobudur.

Ketua Umum Perwakilan Umat Buddha Indonesia (Walubi) Hartati Murdaya mengatakan, peringatan Waisak tahun ini tidak hanya menjadi momentum spiritual bagi umat Buddha, tetapi juga menghadirkan manfaat nyata bagi masyarakat. Menurutnya, geliat ekonomi di sekitar kawasan Borobudur semakin terasa setiap penyelenggaraan Waisak.

Hartati menjelaskan, rangkaian Waisak 2570 meliputi bakti sosial pengobatan gratis bagi lebih dari 7.000 pasien, pengambilan air suci di Umbul Jumprit, Temanggung, pengambilan api abadi di Mrapen, Grobogan, hingga Dharma Santi Waisak sebelum pelepasan lentera.

Di tengah perayaan tersebut, Sekretaris Daerah Provinsi Jawa Tengah Sumarno yang mewakili Gubernur Ahmad Luthfi dan Wakil Gubernur Taj Yasin Maimoen menyampaikan apresiasinya terhadap penyelenggaraan Waisak yang mampu menggerakkan sektor pariwisata dan ekonomi masyarakat.

Menurutnya, perayaan Waisak telah menjadi agenda tahunan yang memberikan dampak signifikan bagi kawasan Borobudur. Tingkat hunian homestay meningkat, sementara pelaku UMKM memperoleh manfaat dari tingginya jumlah kunjungan wisatawan dan umat Buddha.

“Dampak untuk perekonomian di kawasan Borobudur tentu saja sangat signifikan. Semua penginapan, homestay yang di sini penuh semua. Dan tentu saja juga untuk UMKM masyarakat di sekitar Borobudur juga punya dampak yang signifikan,” ujarnya.

Sumarno berharap perayaan Waisak dapat terus menjadi pemicu meningkatnya kunjungan wisata ke Borobudur, mengingat peserta yang hadir berasal dari berbagai daerah di Indonesia maupun luar negeri.

Sementara itu, dalam sambutannya, Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka menegaskan bahwa perayaan Waisak di Borobudur menjadi simbol kuat Indonesia sebagai rumah bersama yang menjunjung perdamaian dan menghargai keberagaman.

Menurutnya, persatuan dan perdamaian merupakan modal penting dalam pembangunan bangsa. Karena itu, ia mengajak seluruh umat Buddha untuk terus menjadi pelopor perdamaian, memperkuat toleransi, serta menjaga persaudaraan lintas agama.

“Oleh karena itu, saya mengajak seluruh umat Buddha di Indonesia untuk terus menjadi pelopor perdamaian, memperkuat semangat toleransi, serta berkontribusi aktif dalam menjaga persaudaraan lintas agama,” kata Gibran.

Hadir dalam kegiatan tersebut antara lain Menteri Koordinator Politik dan Keamanan Jenderal TNI (Purn.) Djamari Chaniago, Menteri Agama Nasaruddin Umar, Menteri Kebudayaan Fadli Zon, dan Menteri Pariwisata Widiyanti Putri Wardhana. (*)

Editor : Admin
#tri suci #waisak #buddha