Ambyar Blora Catatan Ekonomi Entertainment Fashion Feature Grobogan Hobi Inspirashe Internasional Jateng Jepara Karimunjawa Kesehatan Kudus Kuliner Lifestyle Mlaku Bareng Nasional Olahraga Otomotif Pati pedoman media siber Pendidikan Religi Rembang Sportainment Teknologi Unisnu Mengabdi Wisata

Sulawesi Darurat Hidrometeorologi: Banjir Bandang dan Longsor Kepung Tiga Wilayah, Ratusan Warga Mengungsi

Ghina Nailal Husna • Sabtu, 30 Mei 2026 | 22:58 WIB
ilustrasi longsor
ilustrasi longsor

 

RADAR KUDUS – Sejumlah wilayah di Pulau Sulawesi kini berada dalam kondisi siaga satu akibat rentetan bencana hidrometeorologi yang terjadi secara beruntun.

Intensitas curah hujan yang ekstrem selama beberapa hari terakhir telah memicu banjir bandang, luapan sungai, hingga tanah longsor yang menerjang Kabupaten Luwu Utara (Sulawesi Selatan), Provinsi Gorontalo, dan Kabupaten Bolaang Mongondow (Sulawesi Utara).

Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) bersama Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) setempat kini tengah berpacu dengan waktu untuk melakukan evakuasi dan menyalurkan bantuan logistik ke titik-titik pengungsian yang mulai padat.

Baca Juga: Dana Masih Kosong: "Board of Peace" Bentukan Trump Belum Terima Sepeser Pun Bantuan Rekonstruksi Gaza

Luwu Utara Tetapkan Status Tanggap Darurat

Dampak terparah dilaporkan terjadi di Kabupaten Luwu Utara. Tingginya debit air hujan yang tidak mampu ditampung oleh debit sungai menyebabkan jebolnya tanggul utama di beberapa titik kritis.

Akibatnya, banjir bandang setinggi dada orang dewasa menerjang permukiman warga dengan membawa material lumpur.

Berdasarkan data terbaru dari BNPB, sedikitnya 408 warga Luwu Utara terpaksa dievakuasi ke posko pengungsian karena rumah mereka mengalami kerusakan berat dan dinilai sudah tidak layak lagi untuk ditempati.

Menanggapi situasi yang kian kritis, Pemerintah Daerah Luwu Utara secara resmi telah menetapkan status Tanggap Darurat Bencana guna mempercepat mobilisasi anggaran dan personel bantuan.

Ratusan Rumah dan Fasilitas Publik Terendam di Bolaang Mongondow

Bencana serupa juga melumpuhkan aktivitas warga di Kabupaten Bolaang Mongondow, Sulawesi Utara.

Tercatat sebanyak 601 jiwa terdampak langsung setelah luapan air merendam sedikitnya 134 unit rumah tinggal.

Banjir di wilayah ini tidak hanya menyasar area pemukiman, tetapi juga melumpuhkan sektor pelayanan publik.

Sejumlah fasilitas umum, termasuk bangunan sekolah dasar dan masjid jami setempat, dilaporkan tergenang air hingga kedalaman satu meter, membuat aktivitas pendidikan dan ibadah lumpuh total.

Sementara itu di Provinsi Gorontalo, banjir dilaporkan merendam lima desa sekaligus.

Ratusan Kepala Keluarga (KK) kini harus bertahan di tengah genangan air yang memutus akses mobilitas antardesa.

"Meskipun di beberapa titik genangan air dilaporkan mulai berangsur surut, tantangan baru kini menghadang warga.

Sisa-sisa material kayu gelondongan dan ketebalan lumpur pekat masih menutupi akses jalan utama serta lantai dalam rumah warga," tulis laporan lapangan BPBD.

Peringatan Dini BMKG: Potensi Cuaca Ekstrem Susulan

Menyikapi kondisi geografi Sulawesi yang rawan longsor, Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menerbitkan peringatan dini khusus bagi masyarakat di wilayah Sulawesi, khususnya Sulawesi Utara.

Baca Juga: Dana Masih Kosong: "Board of Peace" Bentukan Trump Belum Terima Sepeser Pun Bantuan Rekonstruksi Gaza

BMKG memprakirakan bahwa potensi hujan dengan intensitas lebat yang disertai angin kencang dan petir masih akan terjadi dalam beberapa hari ke depan.

Masyarakat yang bermukim di sepanjang bantaran sungai serta di bawah lereng perbukitan diimbau untuk meningkatkan kewaspadaan penuh.

Pemerintah daerah juga diminta tetap menyiagakan posko kesehatan dan dapur umum guna mengantisipasi adanya potensi banjir susulan yang bisa terjadi kapan saja. (*)

Editor : Ghina Nailal Husna
#Banjir Sulawesi 2026 #Tanggap darurat Luwu Utara #Bencana hidrometeorologi #Banjir Bolaang Mongondow #Peringatan Dini BMKG