RADAR KUDUS - Kasus perkelahian yang melibatkan dua warga negara Brunei Darussalam di kawasan Blok M, Jakarta Selatan, berakhir tragis setelah salah satu pihak meninggal dunia. Polisi mengungkap insiden berdarah tersebut dipicu emosi yang memuncak akibat kesalahpahaman di antara mereka.
Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Budi Hermanto menjelaskan, peristiwa bermula dari perselisihan antara tersangka dengan seorang saksi. Situasi kemudian memanas setelah korban berinisial MHF ikut membela saksi tersebut hingga terjadi adu mulut dengan tersangka.
Menurut hasil penyelidikan sementara, korban juga sempat mengirim pesan suara bernada tantangan sebelum keduanya bertemu di lokasi kejadian di kawasan Jalan Sultan Hasanudin, Melawai, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan.
Ketegangan semakin meningkat ketika korban dan tersangka bertatap muka secara langsung. Polisi menduga tersangka berada di bawah pengaruh alkohol saat insiden berlangsung sehingga emosi sulit dikendalikan.
Dalam kondisi tersebut, tersangka yang diketahui merupakan selebgram asal Brunei berinisial MIA diduga melakukan pemukulan ke arah kepala korban menggunakan tangan kanan sambil memegang paper bag berisi botol minuman. Benturan keras membuat korban langsung terjatuh di lokasi kejadian.
Korban sempat dilarikan ke Rumah Sakit Pusat Pertamina (RSPP) untuk mendapatkan penanganan medis intensif. Namun nyawanya tidak tertolong dan dinyatakan meninggal dunia setelah menjalani perawatan.
Usai kejadian, aparat kepolisian bergerak cepat melakukan penyelidikan. Tim Ditreskrimum Polda Metro Jaya melakukan olah tempat kejadian perkara, memeriksa sejumlah saksi, hingga menganalisis rekaman CCTV di sekitar lokasi.
Kasubdit III Tahbang/Resmob Ditreskrimum Polda Metro Jaya AKBP Resa Fiardi Marasabessy mengatakan tersangka berhasil diamankan pada 25 Mei 2026 di kawasan Kebayoran Lama, Jakarta Selatan.
“Tim telah mengamankan satu orang tersangka terkait dugaan tindak pidana penganiayaan yang mengakibatkan korban meninggal dunia,” ujar Resa dalam keterangannya.
Dalam proses penyidikan, polisi turut menyita sejumlah barang bukti berupa pakaian dan sepatu milik tersangka, serta tangkapan layar rekaman CCTV yang memperlihatkan situasi di lokasi kejadian.
Kasus ini kini masih terus didalami penyidik guna mengungkap secara rinci kronologi dan unsur pidana dalam peristiwa yang menewaskan WN Brunei tersebut.