RADAR KUDUS - Presiden Prabowo Subianto dijadwalkan merayakan Hari Raya Iduladha 1447 Hijriah di Paris, Prancis, di tengah agenda kunjungan kenegaraan ke kawasan Eropa.
Momen tersebut menjadi perhatian karena kepala negara memilih melaksanakan Salat Iduladha bersama warga negara Indonesia di luar negeri.
Pelaksanaan salat Id dijadwalkan berlangsung di Wisma Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) Paris.
Selain menjalankan ibadah, Presiden juga direncanakan bersilaturahmi dengan masyarakat Indonesia yang tinggal di Prancis.
Informasi mengenai agenda tersebut disampaikan oleh Teddy Indra Wijaya melalui keterangan resmi yang dirilis menjelang Hari Raya Iduladha 2026.
Salat Iduladha Jadi Momentum Bertemu WNI di Prancis
Kegiatan Salat Iduladha di KBRI Paris disebut bukan hanya agenda ibadah semata, tetapi juga bagian dari upaya mempererat hubungan Presiden dengan diaspora Indonesia di luar negeri.
Dalam kunjungan tersebut, Presiden dijadwalkan berdialog dan menyapa masyarakat Indonesia yang berada di Paris serta sekitarnya.
Kehadiran kepala negara di tengah perayaan hari besar keagamaan dinilai memberikan makna tersendiri bagi WNI di luar negeri.
Perayaan Iduladha di luar negeri sering menjadi momen emosional bagi para perantau.
Kehadiran pemimpin negara dalam suasana tersebut dapat memperkuat rasa kedekatan dan kebanggaan nasional di tengah kehidupan jauh dari tanah air.
Tiba di Paris untuk Agenda Kenegaraan
Presiden Prabowo bersama delegasi diketahui tiba di Bandara Orly, Paris, pada Selasa pagi waktu setempat.
Kunjungan ini menjadi bagian dari agenda diplomatik yang telah dipersiapkan sejak tahun sebelumnya.
Lawatan ke Prancis disebut memiliki nilai strategis karena hubungan Indonesia dan Prancis terus berkembang di berbagai sektor, mulai dari ekonomi, pertahanan, teknologi, hingga kerja sama regional.
Pemerintah Indonesia memandang Prancis sebagai salah satu mitra penting di kawasan Eropa, sementara Indonesia memiliki posisi strategis di Asia Tenggara.
Diplomasi dan Hubungan Strategis Jadi Fokus Utama
Selain agenda keagamaan, kunjungan Presiden ke Paris juga diarahkan untuk memperkuat hubungan bilateral kedua negara.
Pemerintah berharap kerja sama Indonesia-Prancis dapat terus berkembang, terutama dalam bidang investasi, industri pertahanan, energi, hingga pengembangan teknologi modern.
Kunjungan kepala negara ke luar negeri saat momentum hari besar keagamaan menunjukkan bahwa diplomasi tidak hanya dilakukan melalui pertemuan formal, tetapi juga lewat pendekatan budaya dan kemanusiaan.
Presiden Siapkan Ribuan Hewan Kurban
Dalam momentum Iduladha tahun ini, Presiden Prabowo juga disebut menyalurkan hewan kurban dalam jumlah besar ke berbagai daerah di Indonesia.
Beberapa sapi kurban yang dipilih berasal dari jenis unggulan seperti Simmental dan Limosin dengan bobot mencapai lebih dari satu ton.
Hewan-hewan tersebut disalurkan untuk membantu masyarakat dan memperkuat semangat berbagi pada Hari Raya Kurban.
Distribusi kurban menjadi salah satu bentuk kepedulian sosial pemerintah terhadap masyarakat di berbagai wilayah.
Iduladha Jadi Simbol Kebersamaan di Tengah Diplomasi
Meski berada ribuan kilometer dari Indonesia, nuansa Hari Raya Iduladha tetap dijaga melalui kegiatan keagamaan dan silaturahmi bersama WNI di Paris.
Momentum ini juga memperlihatkan bahwa nilai religiusitas dan tradisi kebersamaan tetap menjadi bagian penting dalam agenda kenegaraan Indonesia di panggung internasional.
Dengan pelaksanaan Salat Iduladha di KBRI Paris, Presiden Prabowo diharapkan tidak hanya memperkuat hubungan diplomatik antarnegara, tetapi juga membangun kedekatan emosional dengan masyarakat Indonesia di luar negeri.
Editor : Mahendra Aditya