Ambyar Blora Catatan Ekonomi Entertainment Fashion Feature Grobogan Hobi Inspirashe Internasional Jateng Jepara Karimunjawa Kesehatan Kudus Kuliner Lifestyle Mlaku Bareng Nasional Olahraga Otomotif Pati Pendidikan Religi Rembang Sportainment Teknologi Unisnu Mengabdi Wisata

Skor LBI UTBK 2026 Kini Dipisah Saintek dan Soshum, SNPMB Ungkap Alasannya

Mahendra Aditya Restiawan • Selasa, 26 Mei 2026 | 13:24 WIB
SNPMB Jelaskan Penyebab Skor LBI UTBK 2026 Dibedakan untuk Saintek dan Soshum
SNPMB Jelaskan Penyebab Skor LBI UTBK 2026 Dibedakan untuk Saintek dan Soshum

RADAR KUDUS - Panitia Seleksi Nasional Penerimaan Mahasiswa Baru (SNPMB) 2026 resmi menghadirkan perubahan pada sertifikat Ujian Tulis Berbasis Komputer Seleksi Nasional Berdasarkan Tes (UTBK SNBT). Salah satu perubahan yang paling menjadi sorotan adalah pemisahan skor Literasi dalam Bahasa Indonesia (LBI) menjadi dua kategori, yakni saintek dan soshum.

Kebijakan baru tersebut mulai diterapkan pada sertifikat UTBK 2026 yang dapat diunduh peserta mulai Selasa, 26 Mei 2026 pukul 15.00 WIB. Perubahan ini disebut sebagai hasil evaluasi dari pelaksanaan SNBT tahun sebelumnya.

Ketua Umum Tim Penanggung Jawab SNPMB 2026, Prof Dr Ir Eduart Wolok, menjelaskan bahwa pemecahan skor LBI dilakukan untuk menjawab kekhawatiran masyarakat terkait sistem seleksi yang dianggap lebih menguntungkan peserta dari kelompok saintek saat memilih program studi sosial dan humaniora.

Menurut Eduart, isu tersebut menjadi perhatian serius panitia SNPMB sehingga perlu dilakukan penyesuaian pada sistem penilaian agar proses seleksi semakin adil dan proporsional.

“Literasi dalam Bahasa Indonesia kini ditampilkan dalam dua nilai berbeda, yakni untuk konteks saintek dan soshum. Hal ini merupakan hasil evaluasi tahun lalu agar tidak muncul anggapan bahwa peserta dari jurusan tertentu memiliki keuntungan lebih besar saat memilih program studi lintas bidang,” ujar Eduart dalam konferensi pers hasil SNBT 2026.

Ia menegaskan bahwa panitia telah mengantisipasi berbagai potensi ketimpangan dalam proses seleksi masuk perguruan tinggi negeri. Dengan pemisahan skor tersebut, hasil UTBK diharapkan dapat lebih merepresentasikan kemampuan peserta sesuai bidang yang dipilih.

Tes Literasi dalam Bahasa Indonesia sendiri merupakan salah satu subtes penting dalam UTBK SNBT. Tes ini tidak hanya mengukur kemampuan memahami bahasa Indonesia secara umum, tetapi juga menilai kemampuan peserta dalam menemukan, memahami, mengevaluasi, dan merefleksikan informasi dari berbagai jenis teks.

Materi yang diujikan dalam tes LBI memiliki beberapa konteks berbeda, mulai dari saintek, soshum, hingga personal. Untuk konteks saintek, topik yang diangkat biasanya berkaitan dengan fisika, kimia, dan biologi. Sedangkan konteks soshum mencakup ekonomi, sejarah, hingga sosiogeografi.

Sementara itu, teks berkonteks personal lebih banyak memuat materi apresiasi sastra dan kehidupan sehari-hari. Semua materi disusun berdasarkan kurikulum SMA atau sederajat sehingga tetap relevan dengan pembelajaran peserta selama di sekolah.

Dalam pelaksanaannya, tes LBI terdiri dari 30 soal dengan waktu pengerjaan selama 42,5 menit. Peserta dituntut mampu memahami isi bacaan secara cepat sekaligus menganalisis informasi yang tersaji dalam teks.

Perubahan format skor ini menjadi salah satu inovasi terbaru dalam sistem UTBK 2026. Selain meningkatkan transparansi hasil tes, langkah tersebut juga diharapkan mampu menciptakan proses seleksi masuk perguruan tinggi yang lebih objektif dan kompetitif bagi seluruh peserta dari berbagai latar belakang pendidikan.

Editor : Mahendra Aditya
#utbk 2026 #skor LBI UTBK #sertifikat UTBK 2026 #tes literasi bahasa Indonesia #SNPMB 2026