RADAR KUDUS — Komando Daerah Militer Jayakarta (Kodam Jaya) mengambil langkah progresif untuk menekan angka kriminalitas di wilayah ibu kota.
Menanggapi keresahan masyarakat atas maraknya aksi begal dan kejahatan jalanan dalam beberapa waktu terakhir, TNI mempertegas komitmennya untuk memberikan dukungan penuh kepada Polda Metro Jaya.
Langkah konkret ini diwujudkan dengan kesiapan menerjunkan satuan dari Batalyon Tempur guna memperkuat pengamanan di titik-titik rawan Jakarta.
Langkah pelibatan satuan tempur ini menandai adanya peningkatan eskalasi pengamanan. Dalam skema patroli gabungan sebelumnya, unsur TNI yang dilibatkan mayoritas berasal dari personel komando kewilayahan, seperti jajaran Komando Rayon Militer (Koramil) dan Komando Distrik Militer (Kodim).
Namun, guna memberikan efek jera yang lebih masif serta mempertebal sistem keamanan di lapangan, prajurit dari Batalyon Tempur kini ikut disiagakan untuk berpatroli berdampingan dengan aparat kepolisian.
Kepala Penerangan Kodam Jaya (Kapendam Jaya), Letkol Arh Noor Iskak, menjelaskan bahwa pengerahan personel ini merupakan implementasi nyata dari sinergi TNI-Polri yang solid dalam menjaga ketertiban masyarakat (kamtibmas).
Kehadiran prajurit bersenjata lengkap di ruang-ruang publik, terutama pada jam-jam rawan malam hingga dini hari, diproyeksikan mampu mempersempit ruang gerak para pelaku kriminalitas jalanan.
"Kami ingin memastikan bahwa negara hadir di tengah-tengah masyarakat untuk memberikan rasa aman dan perlindungan yang maksimal.
Sesuai dengan fungsi kami, Kodam Jaya akan terus mem-backup dan menyokong penuh seluruh rangkaian kegiatan pengamanan yang diinisiasi oleh Polda Metro Jaya," ujar Letkol Arh Noor Iskak dalam keterangannya kepada media.
Teknis pelaksanaan patroli malam berskala besar ini akan bergerak secara berjenjang dan menyisir area secara berkala.
Koordinasi dilakukan secara linear mulai dari tingkat Kepolisian Sektor (Polsek) yang bersinergi dengan unsur Koramil, hingga tingkat Kepolisian Resor (Polres) yang berkolaborasi dengan pihak Kodim serta perwakilan Batalyon Tempur terkait di wilayah masing-masing.
Baca Juga: Aturan Baru Masuk SD: Usia Minimal Kini Bisa 5 Tahun 6 Bulan, Ini Syarat Khusus dari Kemendikdasmen
Fokus operasi gabungan ini mencakup pemetaan kembali wilayah-wilayah rawan konflik, jalur sepi yang minim penerangan, serta lokasi yang kerap dijadikan tempat berkumpulnya geng motor atau kelompok pemuda yang terindikasi melakukan aksi tawuran dan pembegalan.
Melalui operasi keamanan terpadu ini, pemerintah daerah bersama jajaran TNI-Polri berharap dapat mengembalikan situasi Jakarta yang kondusif.
Pengawasan ketat ini juga menjadi pesan tegas bagi para pelaku kejahatan bahwa aparat keamanan tidak akan segan mengambil tindakan hukum yang diperlukan demi menjaga keselamatan warga ibu kota. (*)
Editor : Ghina Nailal Husna