Ambyar Blora Catatan Ekonomi Entertainment Fashion Feature Grobogan Hobi Inspirashe Internasional Jateng Jepara Karimunjawa Kesehatan Kudus Kuliner Lifestyle Mlaku Bareng Nasional Olahraga Otomotif Pati Pendidikan Religi Rembang Sportainment Teknologi Unisnu Mengabdi Wisata

1.200 Km Demi Sungai Indonesia: Perjalanan yang Berakhir di Jantung Jakarta

Ali Mustofa • Senin, 25 Mei 2026 | 13:40 WIB
Dirut Jawa Pos Koran, Leak Kustiya, Direktur Radar Semarang sekaligus Direktur Radar Kudus, Baehaqi. GM Radar Semarang, Iskandar dan GM Radar Kudus, Zaenal Abidin juga turut menyambut para founder Sungai Watch itu di garis finish. (Iskandar/Jawa Pos Radar Semarang)
Dirut Jawa Pos Koran, Leak Kustiya, Direktur Radar Semarang sekaligus Direktur Radar Kudus, Baehaqi. GM Radar Semarang, Iskandar dan GM Radar Kudus, Zaenal Abidin juga turut menyambut para founder Sungai Watch itu di garis finish. (Iskandar/Jawa Pos Radar Semarang)

JAKARTA – Perjalanan panjang kampanye lingkungan “Run for Rivers” yang dilakukan tiga bersaudara asal Prancis, Gary Bencheghib, Sam Bencheghib, dan Kelly Bencheghib, resmi berakhir di kawasan Tugu Monumen Nasional (Monas), Jakarta, pada Minggu pagi (24 Mei 2026).

Mereka menuntaskan lari ekstrem sejauh kurang lebih 1.200 kilometer, yang dimulai dari Bali hingga ibu kota Indonesia, sebagai bagian dari kampanye global untuk menyuarakan penyelamatan sungai dari ancaman sampah plastik.

Setibanya di garis akhir, ketiganya langsung disambut hangat oleh relawan, komunitas pelari, serta pegiat lingkungan yang telah menanti kedatangan mereka.

Suasana haru dan penuh apresiasi terasa di sekitar Monas saat perjalanan panjang itu akhirnya mencapai puncaknya.

Sejumlah tokoh juga hadir dalam penyambutan tersebut, di antaranya Direktur Utama Jawa Pos Koran, Leak Kustiya, serta Direktur Radar Semarang sekaligus Direktur Radar Kudus, Baehaqi, bersama jajaran manajemen media daerah lainnya seperti GM Radar Semarang Iskandar dan GM Radar Kudus Zaenal Abidin.

Di antara para pejabat media yang hadir, Baehaqi menjadi salah satu sosok yang paling aktif terlibat dalam rangkaian kegiatan “Run for Rivers”.

Ia bahkan beberapa kali turun langsung ke sungai bersama tim Sungai Watch untuk membersihkan sampah di lokasi aksi.

Melalui lembaga lingkungan Sungai Watch, yang didirikan oleh ketiga bersaudara tersebut, Baehaqi juga berperan sebagai penghubung antara tim kampanye dengan sejumlah kepala daerah di sepanjang rute perjalanan.

Rute panjang yang dilalui meliputi berbagai wilayah di Pulau Jawa, seperti Blora, Grobogan, Semarang, Kendal, Batang, Pekalongan, hingga daerah lainnya.

Di setiap daerah tersebut, mereka tidak hanya berlari, tetapi juga melakukan aksi bersih sungai serta edukasi lingkungan bersama masyarakat dan pemerintah setempat.

Di Kabupaten Blora, mereka disambut langsung oleh Bupati Arif Rohman bersama istri.

Bahkan sang bupati turut serta berlari bersama rombongan. Sementara di Grobogan, mereka bertemu dengan Bupati Setyo Hadi dan jajaran pemerintah daerah, sekaligus melakukan aksi bersih sungai bersama Wakil Bupati Sugeng Prasetyo.

Di Kota Semarang, Wali Kota Agustina Wilujeng turut menyambut kedatangan mereka dan mengajak aksi bersih sungai bertepatan dengan peringatan Hari Jadi Kota Semarang.

Di Kendal, rombongan juga diterima oleh Wakil Bupati Benny Karnadi bersama unsur muspida setempat.

Sementara di Batang, Bupati M. Faiz Kurniawan dan istri ikut ambil bagian dalam kegiatan lari sejauh 4,7 kilometer yang berakhir di kantor bupati, sekaligus memberikan donasi untuk Sungai Watch.

Momen paling besar terjadi di Pekalongan, ketika Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi bersama Sekda Provinsi Jawa Tengah Sumarno, Wali Kota Pekalongan, serta Plt Bupati Pekalongan turut serta dalam kegiatan fun run dan aksi bersih sungai.

Bahkan sebelumnya, Gubernur Ahmad Luthfi telah menerima langsung audiensi dari Gary dan Sam di Semarang.

Dalam kesempatan itu, ia menawarkan dukungan penuh terhadap program lingkungan tersebut, termasuk gagasan untuk memperkuat program “Jawa Tengah Bebas Sampah 2028”.

Direktur Radar Semarang, Baehaqi, menegaskan bahwa perjalanan ini bukan sekadar aksi olahraga ekstrem, melainkan sebuah gerakan moral yang membawa pesan kuat tentang kondisi sungai di Indonesia yang semakin terancam.

Ia menuturkan bahwa semangat ketiga bersaudara tersebut terlihat konsisten sejak awal perjalanan, meskipun harus menghadapi kelelahan ekstrem setiap hari.

Mereka tetap berlari puluhan kilometer, lalu melanjutkan dengan aksi bersih sungai dan edukasi masyarakat di berbagai daerah.

Menurutnya, pendekatan yang dilakukan tidak bersifat menggurui, melainkan mengajak semua pihak untuk bergerak bersama.

Hal itu membuat kampanye “Run for Rivers” mendapat respons positif dari masyarakat maupun pemerintah daerah.

Selain aksi lapangan, Gary, Sam, dan Kelly juga aktif mengunjungi sekolah-sekolah untuk mengedukasi generasi muda tentang bahaya sampah plastik sekali pakai serta pentingnya menjaga kebersihan sungai sejak dini.

Program ini juga membawa target besar berupa penggalangan dana sekitar 1 juta dolar AS untuk memperluas pemasangan penghalang sampah di sungai-sungai Indonesia, serta upaya mengangkat hingga satu juta kilogram sampah plastik agar tidak mengalir ke laut.

Setelah menyelesaikan perjalanan panjangnya di Monas, ketiganya dijadwalkan akan melanjutkan agenda pertemuan dengan Presiden Republik Indonesia di Istana Negara sebagai bagian dari rangkaian kampanye lingkungan tersebut.

Editor : Ali Mustofa
#run for rivers #aksi bersih sungai #masyarakat #jakarta #sampah plastik