Ambyar Blora Catatan Ekonomi Entertainment Fashion Feature Grobogan Hobi Inspirashe Internasional Jateng Jepara Karimunjawa Kesehatan Kudus Kuliner Lifestyle Mlaku Bareng Nasional Olahraga Otomotif Pati Pendidikan Religi Rembang Sportainment Teknologi Unisnu Mengabdi Wisata

Stok Beras Bulog Capai 5,3 Juta Ton, Ketahanan Pangan Nasional Terjamin

Anita Fitriani • Sabtu, 23 Mei 2026 | 23:02 WIB
Ilustrasi beras
Ilustrasi beras

 

 

 

 

RADAR KUDUS — Perum Badan Urusan Logistik (Bulog) mencatat bahwa Cadangan Beras Pemerintah (CBP) telah menyentuh angka 5,3 juta ton per 11 Mei 2026. 

Rekor ini merupakan yang tertinggi dalam sejarah penyediaan stok beras oleh pemerintah di Indonesia.

Direktur Utama Bulog, Ahmad Rizal Ramdhani, menyatakan bahwa penyerapan beras dari petani berlangsung dengan baik, seiring dengan musim panen yang melimpah di berbagai wilayah, sehingga stok nasional saat ini sangat berlimpah dan tidak perlu melakukan impor beras selama tahun 2026.

Penyerapan CBP sebanyak 5,3 juta ton ini tercatat hingga awal Mei 2026 dan melebihi rekor tahun sebelumnya yang hanya mencapai 4,2 juta ton pada 2025.

Baca Juga: AHY Berharap Giant Sea Wall Bisa Terealisasi di Tahun 2027

Rizal Ramdhani bahkan memperkirakan bahwa pada akhir Mei 2026, stok CBP di gudang Bulog dapat mencapai 6 juta ton jika penyerapan dari petani terus berjalan sesuai rencana.

Pencapaian ini sangat penting karena menandakan bahwa ketahanan pangan yang diumumkan oleh Badan Pangan Nasional (Bapanas) pada 2025 benar-benar terwujud dan berkelanjutan hingga 2026.

Stok beras nasional pada awal tahun 2026 mencapai 12,529 juta ton, termasuk di dalamnya CBP Bulog yang berjumlah 3,248 juta ton.

Namun, seiring dengan datangnya hasil panen raya dari Maret hingga Mei 2026, CBP Bulog melonjak signifikan menjadi 5,3 juta ton.

Baca Juga: Insiden Kecelakaan Kereta di Bekasi Timur, Sopir Taksi Green SM Kini Jadi Tersangka

Kebijakan tanpa impor ini merupakan dukungan pemerintah kepada petani agar harga gabah dan beras stabil di tingkat produsen tanpa membebani konsumen.

Bulog menargetkan agar 70 persen stok beras dapat memenuhi seluruh kebutuhan pasar di tingkat nasional, dan pencapaian 5,3 juta ton ini sudah mendekati target tersebut.

Kapasitas gudang Bulog mencapai sekitar 3 juta ton, sehingga untuk menampung kelebihan stok, dilakukan penyewaan tambahan gudang sekitar 2 juta ton agar semua beras tersimpan dengan baik.

Baca Juga: Atas Arahan Prabowo, Andre Rosiade Salurkan 122 Ekor Sapi untuk Warga Sumbar

Pasokan sebanyak 5,3 juta ton ini juga memberikan kesempatan bagi Indonesia untuk mengekspor beras ke berbagai negara yang berminat, seperti yang diungkapkan oleh Presiden Prabowo Subianto.

Namun, Prabowo mengingatkan agar ekspor tetap memperhatikan kebutuhan dalam negeri dan tidak mengancam stok nasional. Bulog memastikan bahwa dengan jumlah stok ini, harga beras di pasar akan tetap stabil dan masyarakat tidak perlu khawatir tentang kelangkaan atau lonjakan harga.

Pencapaian stok CBP sebesar 5,3 juta ton ini, Indonesia menunjukkan bahwa ketahanan pangan nasional sangat kokoh dan swasembada beras bukan hanya sekadar slogan.

Pemerintah melalui Bulog bertekad untuk terus meningkatkan penyerapan beras dari petani sambil menjaga kestabilan harga di tingkat konsumen. (*) 

Editor : Anita Fitriani
#bulog #beras #cadangan beras #stok beras