Ambyar Blora Catatan Ekonomi Entertainment Fashion Feature Grobogan Hobi Inspirashe Internasional Jateng Jepara Karimunjawa Kesehatan Kudus Kuliner Lifestyle Mlaku Bareng Nasional Olahraga Otomotif Pati pedoman media siber Pendidikan Religi Rembang Sportainment Teknologi Unisnu Mengabdi Wisata

Dukung Swasembada Pangan, Menhan Sjafrie Sjamsoeddin Beri Tugas Baru: TNI AD Tanam Padi-Jagung, TNI AL Fokus Kedelai

Ghina Nailal Husna • Rabu, 20 Mei 2026 | 22:48 WIB
Dukung Swasembada Pangan, Menhan Sjafrie Sjamsoeddin Beri Tugas Baru (@nowdots)
Dukung Swasembada Pangan, Menhan Sjafrie Sjamsoeddin Beri Tugas Baru (@nowdots)

 

JAKARTA — Kementerian Pertahanan Republik Indonesia secara resmi memperluas spektrum operasi Tentara Nasional Indonesia (TNI) di luar tugas pertahanan militer konvensional.

Menteri Pertahanan (Menhan) Sjafrie Sjamsoeddin mengungkapkan bahwa prajurit TNI kini memegang peran strategis baru dalam memperkuat ketahanan nasional melalui sektor kedaulatan pangan.

Melalui struktur anyar bernama Batalyon Teritorial Pembangunan, para prajurit lintas matra akan diterjunkan langsung ke garis depan ketahanan pangan nasional.

Baca Juga: Terkendala Hubungan Diplomatik, Pemerintah Gandeng Yordania dan Turkiye Evakuasi 9 WNI yang Ditangkap Israel

Langkah taktis ini diambil guna mempercepat capaian swasembada pangan yang menjadi program prioritas nasional pemerintah.

"Kita berikan tugas tambahan yang konkret. Untuk jajaran TNI Angkatan Darat (TNI AD), fokus utamanya adalah optimalisasi produksi padi dan jagung.

Sementara untuk TNI Angkatan Laut (TNI AL), fokus barunya adalah memproduksi kedelai," ujar Menhan Sjafrie Sjamsoeddin saat memaparkan cetak biru program tersebut.

Memutus Rantai Impor Kedelai dan Isu Kualitas Pakan Ternak

Keputusan menugaskan TNI AL secara khusus untuk menggarap sektor komoditas kedelai didasarkan pada urgensi nasional yang cukup memprihatinkan.

Menhan Sjafrie membeberkan fakta bahwa hingga saat ini Indonesia masih mengalami ketergantungan impor kedelai yang sangat tinggi, yakni mencapai angka 2,5 juta ton per tahun.

Lebih mengejutkan lagi, Menhan menyoroti kualitas kedelai impor yang selama ini dikonsumsi masyarakat Indonesia.

Di negara asalnya, kualitas kedelai yang diekspor ke tanah air tersebut sejatinya dikategorikan dan digunakan sebagai bahan pakan ternak.

"Ini adalah masalah kedaulatan dan harga diri bangsa. Oleh sebab itu, TNI AL kini mulai bergerak di garda depan untuk mengembangkan riset dan budidaya bibit kedelai lokal berkualitas tinggi.

Target besar kita adalah menjadikan Indonesia sebagai produsen kedelai yang mandiri," tegas Menhan.

Struktur Multidimensi Batalyon Teritorial Pembangunan Hingga 2029

Transformasi peran TNI dalam Batalyon Teritorial Pembangunan ini tidak hanya terbatas pada sektor pertanian tanaman pangan.

Menhan Sjafrie menjelaskan bahwa komando teritorial ini didesain secara komprehensif untuk membantu akselerasi pembangunan di berbagai daerah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T) hingga tahun 2029.

Baca Juga: Cetak Pengusaha Baru, Presiden Prabowo Tantang Anak Muda Kreatif Bertarung di Dunia Usaha, Bukan Berburu Kursi ASN

Batalyon ini dirancang memiliki struktur multidimensi yang terdiri dari beberapa kompi khusus:

  • Kompi Pertanian dan Peternakan: Fokus pada swasembada daging, padi, jagung, dan kedelai lokal.

  • Kompi Konstruksi (Zeni): Bertugas membuka akses jalan, membangun jembatan, serta infrastruktur dasar pedesaan.

  • Kompi Medis: Diterjunkan untuk memperkuat layanan kesehatan masyarakat dan menekan angka tengkes (stunting) di pelosok daerah.

Melalui perluasan doktrin militer yang menyentuh pemenuhan isi piring rakyat ini, Pemerintah berharap kehadiran TNI tidak hanya menjadi benteng pertahanan dari ancaman asing, melainkan juga menjadi motor penggerak kesejahteraan dan kemandirian ekonomi yang dirasakan langsung oleh masyarakat luas. (*)

Editor : Ghina Nailal Husna
#Menhan Sjafrie Sjamsoeddin #Swasembada Pangan TNI #Impor Kedelai Indonesia #Kemandirian Pangan Nasional #Batalyon Teritorial Pembangunan