Ambyar Blora Catatan Ekonomi Entertainment Fashion Feature Grobogan Hobi Inspirashe Internasional Jateng Jepara Karimunjawa Kesehatan Kudus Kuliner Lifestyle Mlaku Bareng Nasional Olahraga Otomotif Pati Pendidikan Religi Rembang Sportainment Teknologi Unisnu Mengabdi Wisata

Fokus Kesejahteraan Riil, Presiden Prabowo: Rakyat Tidak Bermimpi Kaya Raya, yang Penting Bisa Makan

Ghina Nailal Husna • Rabu, 20 Mei 2026 | 22:27 WIB
Presiden Prabowo: Rakyat Tidak Bermimpi Kaya Raya, yang Penting Bisa Makan
Presiden Prabowo: Rakyat Tidak Bermimpi Kaya Raya, yang Penting Bisa Makan

 

RADAR KUDUS — Presiden Prabowo Subianto menegaskan bahwa orientasi utama pembangunan ekonomi nasional harus menyentuh pemenuhan hak mendasar seluruh lapisan masyarakat.

Di tengah dinamika global yang fluktuatif, fokus pemerintah dinilai tidak boleh terjebak sekadar pada angka-angka pertumbuhan di atas kertas, melainkan harus mewujud pada kepastian pemenuhan kebutuhan primer warga negara.

Pesan fundamental tersebut disampaikan Kepala Negara dalam pidato resminya mengenai Kerangka Ekonomi Makro (KEM) dan Pokok-Pokok Kebijakan Fiskal (PPKF) Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (RAPBN) 2027.

Baca Juga: Soroti Ketimpangan Kebijakan, Anies Baswedan: Negeri Ini Sedang Tidak Baik-baik Saja

Pidato ini dibacakan di hadapan jajaran anggota legislatif dalam rapat paripurna DPR RI yang berlangsung di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta.

Melalui pidato fiskal tersebut, Presiden Prabowo menggarisbawahi realitas sosiologis mengenai harapan paling mendasar dari masyarakat Indonesia hari ini.

"Rakyat kita sebenarnya tidak bermimpi muluk-muluk untuk bisa kaya raya. Bagi mereka, yang paling penting dan utama adalah bisa makan setiap hari dan kebutuhan pokoknya tercukupi," ujar Presiden Prabowo di atas podium.

Stabilitas Domestik di Tengah Gejolak Global

Pernyataan tegas ini menjadi alarm bagi para pengambil kebijakan agar menyusun instrumen fiskal RAPBN 2027 yang berorientasi pada bantalan sosial dan ketahanan pangan.

Presiden menyoroti bahwa situasi ekonomi global hingga saat ini masih dipenuhi dengan ketidakpastian tinggi, mulai dari rantai pasok yang terganggu hingga ancaman inflasi pangan global.

Oleh karena itu, pemerintah berkomitmen untuk menjaga stabilitas ekonomi domestik agar gejolak eksternal tidak langsung menghantam daya beli masyarakat bawah.

Negara harus hadir sebagai pelindung yang memastikan warga dapat hidup dengan tenang, memiliki akses penuh terhadap pangan yang terjangkau, serta mampu menghidupi keluarga tanpa dihantui tekanan ekonomi yang berlebihan.

Tiga Pilar Kebutuhan Dasar: Pangan, Gizi Anak, dan Kesehatan

Dalam rincian pidatonya, Presiden Prabowo memetakan tiga hal esensial yang menjadi parameter hidup layak bagi masyarakat:

  • Kedaulatan Pangan: Jaminan kemudahan akses terhadap pemenuhan makan harian bagi setiap keluarga tanpa terkecuali.

  • Gizi Generasi Penerus: Kemampuan daya beli orang tua untuk menyediakan kebutuhan nutrisi anak, seperti susu dan makanan bergizi, demi mencegah tengkes (stunting).

  • Akses Layanan Kesehatan: Kepastian bahwa setiap warga negara bisa memperoleh obat-obatan dan perawatan medis yang layak tanpa rasa cemas terhadap biaya ketika ada anggota keluarga yang jatuh sakit.

Baca Juga: Ironi Penegakan Hukum: Dituntut 5 Tahun Penjara, Eks Wamenaker Noel Sesali Tak Korupsi Lebih Banyak

"Fokus utama pemerintah adalah menghadirkan kesejahteraan yang nyata dan dirasakan langsung di meja-meja makan rakyat luas, bukan sekadar mengejar performa statistik makro," lanjutnya.

Pernyataan dalam sidang paripurna ini sekaligus mengonfirmasi arah kebijakan fiskal ke depan yang dipastikan akan lebih padat karya, memperkuat sektor pertanian, serta memperluas jaring pengaman sosial demi menciptakan pemerataan ekonomi yang inklusif dan berkeadilan. (*)

Editor : Ghina Nailal Husna
#RAPBN 2027 #Kebijakan Fiskal Kesejahteraan #Kedaulatan Pangan Nasional #Stabilitas Ekonomi Domestik #Presiden Prabowo Subianto