Ambyar Blora Catatan Ekonomi Entertainment Fashion Feature Grobogan Hobi Inspirashe Internasional Jateng Jepara Karimunjawa Kesehatan Kudus Kuliner Lifestyle Mlaku Bareng Nasional Olahraga Otomotif Pati Pendidikan Religi Rembang Sportainment Teknologi Unisnu Mengabdi Wisata

Perkuat Pertahanan Udara, Indonesia Siap Teken Kontrak Pembelian 16 Unit Jet Tempur KF-21 Boramae di Seoul

Ghina Nailal Husna • Senin, 18 Mei 2026 | 22:21 WIB
Perkuat Pertahanan Udara, Indonesia Siap Teken Kontrak Pembelian 16 Unit Jet Tempur KF-21 Boramae di Seoul
Perkuat Pertahanan Udara, Indonesia Siap Teken Kontrak Pembelian 16 Unit Jet Tempur KF-21 Boramae di Seoul

 

RADAR KUDUS – Hubungan diplomatik antara Indonesia dan Korea Selatan memasuki babak baru yang lebih strategis.

Presiden RI Prabowo Subianto melakukan kunjungan kenegaraan resmi ke Korea Selatan selama tiga hari, terhitung sejak 31 Maret 2026, atas undangan langsung dari Presiden Lee Jae-myung. 

Kunjungan ini menandai momentum krusial bagi masa depan industri pertahanan kedua negara, khususnya terkait kelanjutan mega proyek pesawat tempur generasi masa depan.

Baca Juga: Alarm Keadilan: Indonesia Masuk Daftar Negara dengan Penegakan Hukum Terlemah di Asia

Puncak dari rangkaian agenda ini adalah rencana penandatanganan kontrak pembelian 16 unit jet tempur KF-21 Boramae.

Langkah ini menjadi tonggak sejarah baru, mengingat jika kesepakatan resmi terjalin, maka Indonesia akan tercatat sebagai negara pertama di dunia yang melakukan impor KF-21 sejak proyek pengembangan bersama ini diinisiasi pada tahun 2015.

Penyesuaian Strategis dan Diplomasi Pertahanan

Meskipun pada rencana awal Indonesia diproyeksikan untuk mengakuisisi hingga 48 unit, pemerintah memutuskan untuk melakukan penyesuaian jumlah pada tahap awal menjadi 16 unit.

Keputusan ini dipandang sebagai langkah pragmatis dalam menyesuaikan anggaran pertahanan nasional dengan kebutuhan operasional TNI Angkatan Udara yang mendesak.

Sebagai bagian dari komitmen terhadap kemandirian teknologi, Presiden Prabowo juga dijadwalkan mengunjungi fasilitas Korea Aerospace Industries (KAI).

Kunjungan ke markas industri dirgantara tersebut bertujuan untuk membahas detail teknis serta kerja sama lanjutan sebelum kontrak implementasi final diselesaikan sepenuhnya pada semester pertama tahun ini.

Pertemuan bilateral ini tidak hanya berkutat pada kecanggihan alutsista. Kedua pemimpin negara menegaskan pentingnya memperkuat "Special Strategic Partnership" yang mencakup spektrum ekonomi dan teknologi yang luas. Beberapa poin penting yang menjadi bahasan meliputi:

  • Teknologi Masa Depan: Pengembangan bersama di bidang Kecerdasan Buatan (AI) dan infrastruktur digital.

  • Energi Hijau: Kerja sama dalam transisi energi dan keberlanjutan lingkungan.

  • Sektor Maritim: Penguatan industri perkapalan guna menunjang konektivitas regional.

  • Industri Kreatif: Pertukaran budaya dan penguatan ekonomi kreatif sebagai jembatan soft power kedua negara.

Korea Selatan memandang Indonesia bukan sekadar mitra dagang, melainkan poros utama ASEAN dengan potensi ekonomi masif menuju visi Indonesia Emas 2045.

Sinergi antara Jakarta dan Seoul ini secara langsung mendukung pencapaian SDGs Nomor 9 (Industri, Inovasi, dan Infrastruktur).

Baca Juga: Kebangkitan Musisi Lokal: Mengapa Dominasi K-Pop Mulai Tergeser di Spotify Indonesia?

Melalui transfer teknologi dirgantara, Indonesia berupaya meningkatkan kapasitas inovasi industri domestik.

Selain itu, kemitraan ini merupakan implementasi nyata dari SDGs Nomor 17 (Kemitraan untuk Mencapai Tujuan).

Kerja sama lintas batas dalam bidang keamanan, ekonomi, dan teknologi ini diharapkan mampu menciptakan stabilitas kawasan Asia yang lebih kokoh dan sejahtera. (*)

 

 

Editor : Ghina Nailal Husna
#Jet Tempur KF-21 Boramae #Korea Aerospace Industries #Kemitraan Strategis Indonesia-Korea #Alutsista TNI AU #prabowo subianto