Ambyar Blora Catatan Ekonomi Entertainment Fashion Feature Grobogan Hobi Inspirashe Internasional Jateng Jepara Karimunjawa Kesehatan Kudus Kuliner Lifestyle Mlaku Bareng Nasional Olahraga Otomotif Pati Pendidikan Religi Rembang Sportainment Teknologi Unisnu Mengabdi Wisata

Prabowo Santai Rupiah Tembus Rp17.600 per Dolar AS: “Rakyat Desa Tak Pakai Dolar”

Mahendra Aditya Restiawan • Minggu, 17 Mei 2026 | 07:42 WIB
Presiden Prabowo Bidik Peningkatan Konser K-Pop untuk Dongkrak Ekonomi Kreatif
Presiden Prabowo Bidik Peningkatan Konser K-Pop untuk Dongkrak Ekonomi Kreatif

RADAR KUDUS - Presiden RI Prabowo Subianto akhirnya buka suara terkait pelemahan nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat yang kini menembus level Rp17.600 per US$. 

Meski kondisi tersebut menjadi perhatian publik dan pelaku pasar, Prabowo menilai situasi ekonomi nasional masih berada dalam kondisi aman dan terkendali.

Pernyataan itu disampaikan Prabowo saat meresmikan Museum Marsinah di Nganjuk, Sabtu (16/5/2026).

Dalam sambutannya, ia menyinggung narasi pesimistis yang menurutnya terus berulang setiap kali ekonomi global mengalami tekanan.

Prabowo mengatakan sebagian pihak kerap memprediksi Indonesia akan mengalami kekacauan ekonomi.

Namun menurutnya, kondisi di lapangan justru menunjukkan masyarakat masih dapat menjalani aktivitas dengan normal, terutama di sektor kebutuhan pokok.

“Sebentar-sebentar Indonesia disebut akan collapse, chaos. Padahal rakyat di desa tidak pakai dolar,” ujar Prabowo.

Ia menegaskan bahwa ketahanan pangan dan energi nasional masih berada dalam posisi aman.

Di tengah ketidakpastian global, Indonesia dinilai masih memiliki fondasi ekonomi yang cukup kuat dibanding sejumlah negara lain yang mulai menghadapi tekanan serius akibat lonjakan inflasi dan pelemahan mata uang.

Menurut Prabowo, pemerintah terus memantau perkembangan ekonomi global, termasuk dampak penguatan dolar AS terhadap berbagai negara berkembang.

Namun ia memastikan kondisi Indonesia masih relatif stabil karena ditopang konsumsi domestik dan sektor komoditas.

Dalam kesempatan berbeda saat meresmikan 1.061 Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih, Prabowo juga sempat menyinggung Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa.

Ia berkelakar bahwa masyarakat tidak perlu khawatir selama sang menteri masih terlihat tenang menghadapi situasi ekonomi.

“Selama Pak Purbaya masih bisa senyum, tenang saja. Mau dolar berapa ribu pun, masyarakat desa tidak pakai dolar,” kata Prabowo disambut tawa hadirin.

Pelemahan rupiah sendiri dipengaruhi sejumlah faktor eksternal. Dari berbagai laporan ekonomi internasional terbaru, penguatan dolar AS terjadi akibat tingginya suku bunga bank sentral AS atau The Fed yang masih dipertahankan demi menekan inflasi global.

Kondisi tersebut membuat arus modal asing keluar dari banyak negara berkembang, termasuk Indonesia.

Selain itu, meningkatnya ketegangan geopolitik global dan ketidakpastian pasar energi turut menekan mata uang negara-negara Asia.

Meski demikian, sejumlah ekonom menilai fundamental ekonomi Indonesia masih lebih baik dibanding krisis moneter 1998 karena cadangan devisa dan sektor perbankan saat ini jauh lebih kuat.

Bank Indonesia juga terus melakukan intervensi di pasar valuta asing untuk menjaga stabilitas rupiah.

Pemerintah bersama otoritas moneter disebut masih fokus menjaga inflasi, daya beli masyarakat, serta kestabilan harga pangan di tengah tekanan global yang belum mereda.

Walaupun demikian, pelemahan rupiah tetap memberi dampak terhadap sektor yang bergantung pada transaksi dolar AS, seperti impor bahan baku, pembayaran utang luar negeri, hingga biaya perjalanan internasional.

Di sisi lain, pelemahan kurs juga dapat menguntungkan eksportir karena nilai pendapatan dalam dolar menjadi lebih tinggi saat dikonversi ke rupiah.

Prabowo memastikan pemerintah akan terus menjaga stabilitas ekonomi nasional agar masyarakat tidak terdampak langsung oleh gejolak nilai tukar global. Baginya, yang terpenting saat ini adalah memastikan kebutuhan dasar rakyat tetap terpenuhi dan roda ekonomi domestik terus berjalan.

Editor : Mahendra Aditya
#dolar AS Rp17600 #ekonomi indonesia 2026 #rupiah melemah #prabowo subianto #nilai tukar rupiah