RADAR KUDUS — WhatsApp resmi meluncurkan layanan berbayar yang disebut WhatsApp Plus untuk pengguna Android dan iPhone.
Layanan ini ditawarkan sebagai paket langganan premium yang bersifat tambahan, sementara fitur utama WhatsApp tetap tersedia tanpa biaya.
Bagi pengguna Android, WhatsApp Plus sudah mulai diuji coba dan diluncurkan secara terbatas beberapa saat sebelum diperluas ke beberapa negara, termasuk Eropa, Meksiko, dan sejumlah pasar di Asia.
Saat ini, Meta merupakan perusahaan induk WhatsApp, juga mulai memberikan akses serupa di platform iOS, sehingga pengguna iPhone di berbagai negara, termasuk Indonesia, kini melihat pilihan untuk berlangganan WhatsApp Plus dalam aplikasi mereka.
Baca Juga: 1.000 Koperasi Desa Merah Putih Siap Operasional, Prabowo Resmikan Bulan Mei 2026
Model bisnis WhatsApp Plus dirancang sebagai layanan langganan bulanan yang menyediakan beberapa fitur lebih dibandingkan versi gratis.
Pengguna yang membayar bisa menikmati kemampuan untuk menyematkan hingga 20 chat sekaligus, berbeda dengan batas tiga chat yang berlaku di versi gratis.
Fitur ini sangat bermanfaat bagi mereka yang sering mengelola banyak grup kerja, komunitas, atau percakapan pribadi.
Baca Juga: AHY: Giant Sea Wall Kunci Selamatkan Jakarta dan Semarang
Di samping itu, WhatsApp Plus menawarkan berbagai opsi untuk menyesuaikan tampilan. Pengguna dapat memilih tema aplikasi tambahan, variasi warna aksen, menu ikon baru, serta beberapa desain antarmuka yang tidak tersedia di versi gratis.
Meta juga menambahkan nada dering notifikasi khusus dan, berdasarkan beberapa laporan, stiker atau emoji tambahan yang hanya dapat diakses oleh pelanggan WhatsApp Plus.
Pengaturan akses untuk WhatsApp Plus bisa dilakukan langsung melalui aplikasi, baik di Android maupun iOS.
Baca Juga: Era Baru Futsal Indonesia: Federasi Futsal Indonesia Berubah Menjadi Asosiasi Futsal Indonesia (AFI)
Pengguna yang pergi ke bagian "Akun" atau "Berlangganan" akan menemukan opsi untuk mencoba atau berlangganan WhatsApp Plus, dengan tawaran uji coba gratis selama sekitar satu bulan di beberapa lokasi.
Setelah masa uji coba berakhir, langganan akan aktif secara otomatis dengan biaya bulanan yang dibebankan melalui Google Play Store (Android) atau Apple ID/App Store (iPhone).
Dari segi biaya, laporan awal menunjukkan bahwa harga langganan WhatsApp Plus bervariasi berdasarkan wilayah.
Sebagai contoh, di Eropa harganya diperkirakan sekitar 2,49 Euro per bulan, yang setara sekitar Rp50 ribu, sedangkan di negara lain seperti Pakistan, ditawarkan seharga sekitar 299 PKR per bulan (sekitar Rp18 ribu).
Angka ini dapat berbeda di setiap negara, tergantung pada kebijakan Meta dan kerja sama dengan penyedia pembayaran lokal.
Walau WhatsApp Plus memberikan berbagai kemudahan tambahan, Meta menegaskan bahwa semua fitur utama berupa pesan teks, panggilan suara/video, dan grup tetap gratis sepenuhnya bagi pengguna yang tidak berlangganan.
Baca Juga: Prabowo Akan Bangun dan Bagikan Bantuan 1.582 Kapal Tangkap Ikan untuk Nelayan
WhatsApp Plus bukanlah pengganti WhatsApp, melainkan sebuah layanan premium yang menawarkan personalisasi dan kapasitas lebih bagi mereka yang mau membayar.
Saat ini, Meta tetap menekankan bahwa WhatsApp Plus bersifat opsional dan tidak mengubah kebijakan utama dari WhatsApp yang gratis.
Ke depan, para pengamat teknologi memprediksi bahwa WhatsApp Plus dapat berfungsi sebagai tolak ukur untuk model bisnis baru Meta dalam aplikasi pengirim pesan.
Baca Juga: Jemaah Haji Diminta Patuhi Aturan Tak Menjemur Baju di Atap Hotel
Jika antusiasme pengguna terhadap langganan cukup besar, Meta berpotensi untuk menambahkan fitur-fitur lain seperti penyimpanan awan khusus, pengaturan privasi tambahan, atau integrasi yang lebih mendalam dengan layanan-layanan Meta lainnya.
Bagi para pengguna di Indonesia, kemunculan WhatsApp Plus pada iPhone dan Android menandai sebuah fase baru, WhatsApp akan tetap gratis, namun dengan pilihan “upgrade” berbayar yang dapat langsung diakses melalui perangkat. (*)
Editor : Anita Fitriani