Jakarta – Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR) RI memutuskan untuk mengulang pelaksanaan final Lomba Cerdas Cermat (LCC) Empat Pilar tingkat Kalimantan Barat setelah muncul polemik terkait proses penilaian yang dinilai menuai keberatan dari sejumlah pihak.
Keputusan tersebut diambil setelah pimpinan MPR menerima berbagai masukan dan evaluasi dari masyarakat mengenai jalannya kompetisi yang sebelumnya berlangsung di Kalimantan Barat.
Ketua MPR RI menyampaikan bahwa lembaganya memahami adanya kekurangan dalam penyelenggaraan lomba dan menegaskan evaluasi akan dilakukan agar proses perlombaan berlangsung lebih adil dan transparan.
Sebagai tindak lanjut, MPR memastikan pertandingan final tingkat Kalimantan Barat akan dilaksanakan kembali dalam waktu dekat.
Jadwal resmi pelaksanaan ulang disebut masih akan segera ditentukan.
Gunakan Juri Independen
Dalam pelaksanaan ulang nanti, MPR menyebut proses penilaian tidak lagi hanya melibatkan unsur internal.
Panitia akan menghadirkan juri independen guna memastikan objektivitas selama perlombaan berlangsung.
Langkah ini diambil untuk menjaga kredibilitas kompetisi sekaligus merespons kritik publik yang muncul setelah final sebelumnya menjadi sorotan.
Tak hanya itu, pimpinan MPR juga disebut akan melakukan pengawasan langsung terhadap jalannya lomba agar seluruh peserta mendapatkan kesempatan yang sama dan proses penilaian berjalan lebih terbuka.
MPR Respons Kritik Publik
MPR menyatakan menghargai berbagai masukan dari peserta maupun masyarakat yang menyampaikan keberatan terhadap hasil perlombaan sebelumnya.
Menurut pihak MPR, kritik dan protes yang disampaikan menjadi bagian penting dari praktik demokrasi sekaligus evaluasi untuk penyelenggaraan kegiatan ke depan.
Lembaga tersebut juga menegaskan akan terus melakukan pembenahan terhadap berbagai program yang dijalankan, termasuk memastikan kegiatan edukasi seperti LCC Empat Pilar dapat berlangsung secara profesional dan menjunjung prinsip keadilan.
Keputusan mengulang final ini diharapkan dapat memberikan kepastian bagi seluruh peserta sekaligus mengembalikan kepercayaan publik terhadap proses kompetisi yang digelar.
Editor : Iwan Arfianto