RADAR KUDUS – Siswi SMA Negeri 1 Pontianak, Josepha Alexandra, mendapat tawaran beasiswa kuliah penuh ke Tiongkok setelah namanya viral usai menyampaikan keberatan terhadap hasil penjurian Lomba Cerdas Cermat (LCC) Empat Pilar MPR RI 2026 tingkat Kalimantan Barat.
Tawaran tersebut disampaikan langsung oleh Ketua Komisi II DPR RI, Muhammad Rifqinizamy Karsayuda, melalui sambungan video call dengan Josepha.
Dalam kesempatan itu, ia menyampaikan komitmen untuk memberikan kesempatan pendidikan tinggi secara gratis di luar negeri.
“Kalau Josepha berkenan, abang mau kasih beasiswa kuliah gratis ke China. Tolong sampaikan ke orang tua, nanti setelah lulus dari SMA 1 Pontianak, akan kami fasilitasi kuliah gratis di China,” ujarnya dalam percakapan tersebut.
Tidak hanya itu, Rifqinizamy juga menyebut adanya peluang karier bagi Josepha setelah menyelesaikan pendidikan di Tiongkok, dengan dukungan dari sejumlah perusahaan multinasional.
“Nanti setelah lulus dari China, akan ada kesempatan kerja dari berbagai perusahaan besar untuk Josepha,” tambahnya.
Dalam dialog tersebut, ia juga menyampaikan permintaan maaf atas polemik yang terjadi dalam final LCC Empat Pilar MPR RI di Kalimantan Barat yang sempat menjadi sorotan publik.
“Saya minta maaf kalau ada kekeliruan dalam proses lomba kemarin di Pontianak. Secara institusi, MPR akan memberikan klarifikasi dan permohonan maaf,” ucapnya.
Josepha diketahui merupakan siswi kelas XI SMA Negeri 1 Pontianak. Ia dijadwalkan berangkat ke Jakarta bersama pihak sekolah dan guru pembimbing dengan fasilitas dari MPR RI.
Sebelumnya, Sekretariat Jenderal MPR RI menyatakan tengah melakukan evaluasi dan penelusuran internal terkait polemik penilaian dalam LCC Empat Pilar MPR RI 2026 tingkat Kalimantan Barat.
Langkah ini dilakukan sebagai bentuk tanggapan atas dinamika yang ramai diperbincangkan di media sosial.
MPR RI menegaskan akan mengevaluasi seluruh mekanisme pelaksanaan lomba, mulai dari sistem penilaian, kejelasan jawaban peserta, hingga prosedur keberatan, agar kegiatan serupa ke depan dapat berlangsung lebih transparan dan akuntabel.
Di sisi lain, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kalbar, Syarif Faisal, mengungkapkan pihaknya juga telah melakukan pendalaman terkait insiden tersebut.
Dari hasil awal, terdapat dugaan gangguan teknis pada sistem pengeras suara yang memengaruhi proses penilaian juri.
Kondisi itu diduga menyebabkan jawaban peserta tidak terdengar secara utuh oleh dewan juri, meskipun dalam siaran langsung jawaban tersebut jelas terdengar oleh penonton.
Video insiden tersebut kemudian menyebar luas di media sosial dan memicu berbagai reaksi publik.
Dukungan terhadap Josepha dan tim SMAN 1 Pontianak pun mengalir dari berbagai pihak, terutama karena sikapnya yang tetap tenang dan berani menyampaikan argumen di tengah situasi yang kontroversial.
Selain tawaran beasiswa, Josepha juga mendapat undangan dari Wakil Presiden RI Gibran Rakabuming Raka untuk bertemu di Jakarta bersama timnya.
Rombongan siswa SMAN 1 Pontianak telah berangkat pada Selasa (12/5) untuk memenuhi undangan tersebut.
Peristiwa ini menjadi perhatian luas dan membuka babak baru bagi para peserta LCC Empat Pilar MPR RI di Kalimantan Barat.
Sekaligus menjadi pembelajaran penting terkait penyelenggaraan lomba yang lebih baik di masa mendatang.
Editor : Ali Mustofa