Ambyar Blora Catatan Ekonomi Entertainment Fashion Feature Grobogan Hobi Inspirashe Internasional Jateng Jepara Karimunjawa Kesehatan Kudus Kuliner Lifestyle Mlaku Bareng Nasional Olahraga Otomotif Pati Pendidikan Religi Rembang Sportainment Teknologi Unisnu Mengabdi Wisata

Kontroversi Lomba Cerdas Cermat Kalbar, Jawaban Siswa SMAN 1 Pontianak Diperdebatkan, Ini Dugaan Penyebabnya

Ali Mustofa • Rabu, 13 Mei 2026 | 14:55 WIB
Josepha Alexandra saat dikalungi medali juara II usai Final LCC 4 Pilar MPR RI yang berlangsung di Pontianak, Sabtu (9/5/2026). (Tangkapan layar YouTube MPR RI)
Josepha Alexandra saat dikalungi medali juara II usai Final LCC 4 Pilar MPR RI yang berlangsung di Pontianak, Sabtu (9/5/2026). (Tangkapan layar YouTube MPR RI)

RADAR KUDUS – Penilaian dewan juri dalam ajang Lomba Cerdas Cermat (LCC) Empat Pilar MPR tingkat Kalimantan Barat (Kalbar) menjadi perbincangan publik setelah videonya viral di media sosial.

Peristiwa tersebut memicu berbagai tanggapan setelah muncul dugaan adanya kendala teknis pada sistem audio saat lomba berlangsung.

Yang diduga menyebabkan kekeliruan dalam penilaian jawaban peserta, termasuk dari Siswa SMAN 1 Pontianak, Josepha Alexandra.

Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kalbar, Syarif Faisal, menyampaikan bahwa pihaknya telah melakukan penelusuran mendalam terkait kejadian yang ramai diperbincangkan tersebut.

Investigasi dilakukan untuk memastikan kronologi serta faktor penyebab saat lomba berlangsung.

Dari hasil awal yang dihimpun, terdapat indikasi gangguan pada perangkat pengeras suara yang mengarah ke meja dewan juri.

Kondisi ini diduga membuat jawaban peserta tidak terdengar secara utuh oleh juri, meskipun dalam siaran langsung dan bagi penonton jawaban tersebut terdengar jelas.

“Di siaran langsung dan di telinga penonton, jawabannya terdengar cukup jelas. Namun, speaker yang mengarah ke juri diduga mengalami gangguan teknis,” ujar Faisal seperti dikutip dari Pontianak Post (Jawa Pos Group), Rabu (13/5).

Video kejadian tersebut kemudian menyebar luas dan memantik perhatian publik.

Tidak hanya warganet, sejumlah pihak di tingkat nasional juga turut memberikan respons atas insiden itu. 

Dukungan terhadap Josepha dan tim SMAN 1 Pontianak terus mengalir, terutama karena sikapnya yang tetap tenang dan berani menyampaikan argumen di tengah perbedaan penilaian.

Di tengah sorotan tersebut, Josepha Alexandra juga mendapat kesempatan baru berupa tawaran beasiswa untuk melanjutkan pendidikan ke Tiongkok.

Beasiswa tersebut disebut mencakup ikatan kerja setelah masa studi selesai.

Selain itu, Wakil Presiden RI Gibran Rakabuming Raka turut mengundang Josepha dan timnya untuk bertemu di Jakarta.

Rombongan siswa SMAN 1 Pontianak pun telah berangkat pada Selasa (12/5) untuk memenuhi undangan tersebut.

“Anak-anak SMAN 1 Pontianak pada Selasa (12/5) berangkat ke Jakarta bersama tim dari Wapres,” kata Faisal.

Perjalanan ini menjadi babak baru bagi para peserta setelah sebelumnya menjadi sorotan publik luas.

Video perdebatan antara peserta dan juri pada final LCC Empat Pilar MPR Kalbar tersebut telah memicu gelombang simpati dari berbagai kalangan di seluruh Indonesia.

Faisal menilai, para siswa SMAN 1 Pontianak telah menunjukkan ketenangan dan kedewasaan dalam menghadapi situasi yang cukup sensitif.

Terutama Josepha yang tetap konsisten mempertahankan pendapatnya di tengah keputusan juri yang saat itu dinyatakan final dan tidak dapat diubah.

Editor : Ali Mustofa
#LCC Empat Pilar MPR #perbincangan publik #pontianak #beasiswa