RADAR KUDUS — Sebuah koper dari jemaah haji Indonesia menarik perhatian petugas keamanan di Bandara Internasional King Abdulaziz (KAIA) Jeddah, Arab Saudi, setelah pemindaian X-ray menunjukkan adanya barang dalam jumlah besar.
Setelah dilakukan pembongkaran manual, diketahui bahwa di dalam koper tersebut terdapat tempe orek dengan berat sekitar lima kilogram.
Situasi ini membuat jemaah dari embarkasi Palembang menjadi viral di kalangan jemaah haji 2026.
Peristiwa ini terjadi saat gelombang pertama kedatangan jemaah haji 2026, saat aliran jemaah ke Jeddah mulai meningkat.
Baca Juga: Jemaah Haji Diminta Patuhi Aturan Tak Menjemur Baju di Atap Hotel
Petugas X-ray di KAIA Jeddah menginterupsi satu bagasi karena bentuk dan densitas barang dalam koper tersebut terlihat mencurigakan, sehingga mereka melakukan pemeriksaan lebih lanjut dengan membongkar koper secara manual.
Ketika alat pembuka koper digunakan, petugas menemukan banyak bungkus tempe orek yang terkemas rapi dan diperkirakan total beratnya mencapai lima kilogram.
Tempe orek adalah makanan tradisional Indonesia yang biasanya dihidangkan sebagai camilan atau lauk, dibawa oleh jemaah sebagai bekal untuk dinikmati selama transit atau saat di tempat penginapan di Arab Saudi.
Baca Juga: Kabar Duka Haji 2026: Jemaah Haji Indonesia yang Wafat Jadi 24 Orang di Arab Saudi
Namun, volume yang sangat besar dalam satu koper membuat bentuk dan kepadatan kemasan tampak aneh di alat pemindai, sehingga pihak bandara mengambil langkah-langkah pemeriksaan yang lebih ketat demi menjaga keamanan darat dan udara.
Kejadian ini kemudian disampaikan oleh Muhammad Riza dari Tim Bagasi Bandara Jeddah PPIH Arab Saudi, yang menegaskan bahwa pembongkaran koper merupakan bagian dari prosedur keamanan dan bukan sebagai tindakan diskriminasi terhadap jemaah Indonesia.
PPIH dan otoritas bandara juga mengingatkan jemaah haji untuk tidak membawa barang dengan jumlah yang berlebihan atau dikemas sedemikian rupa hingga terlihat mencurigakan di pemindai.
Peringatan ini disampaikan agar proses pemeriksaan bagasi dapat dilakukan dengan lebih cepat, tidak mengganggu jadwal jemaah, dan menghindari pembongkaran koper yang berpotensi membuat barang jadi rusak atau hilang.
Baca Juga: 1.000 Koperasi Desa Merah Putih Siap Operasional, Prabowo Resmikan Bulan Mei 2026
Insiden tempe orek ini menjadi catatan ringan selama pelaksanaan haji 2026, menunjukkan bahwa keberagaman kebiasaan makan Indonesia juga berpengaruh hingga ke batas keamanan bandara internasional.
Walaupun koper tersebut dibongkar dan menimbulkan rasa ingin tahu petugas, jemaah yang membawa tempe orek tersebut tidak dikenakan larangan apa pun dan bisa melanjutkan proses kedatangan sesuai dengan ketentuan yang berlaku.
Kejadian ini sejatinya menjadi bahan renungan bagi jemaah haji Indonesia bahwa kebiasaan membawa makanan kesukaan dari Tanah Air perlu mempertimbangkan ukuran, cara pengemasan, dan ketentuan keamanan bandara tujuan.
Selain fokus pada menjalankan ibadah haji, jemaah 2026 diharapkan lebih teliti dalam memilih barang bawaan agar tidak mengganggu diri sendiri maupun petugas bandara di Arab Saudi. (*)
Editor : Anita Fitriani