Ambyar Blora Catatan Ekonomi Entertainment Fashion Feature Grobogan Hobi Inspirashe Internasional Jateng Jepara Karimunjawa Kesehatan Kudus Kuliner Lifestyle Mlaku Bareng Nasional Olahraga Otomotif Pati Pendidikan Religi Rembang Sportainment Teknologi Unisnu Mengabdi Wisata

Viral di Medsos! MPR RI Nonaktifkan Juri Lomba Cerdas Cermat Kalbar

Ali Mustofa • Selasa, 12 Mei 2026 | 15:27 WIB
Video lomba Cerdas Cermat (LCC) 4 Pilar MPR RI tingkat Kalimantan Barat viral di media sosial setelah muncul perbedaan penilaian dari dewan juri terhadap dua jawaban yang dinilai sama. (Instagram)
Video lomba Cerdas Cermat (LCC) 4 Pilar MPR RI tingkat Kalimantan Barat viral di media sosial setelah muncul perbedaan penilaian dari dewan juri terhadap dua jawaban yang dinilai sama. (Instagram)

RADAR KUDUS – Majelis Permusyawaratan Rakyat Republik Indonesia (MPR RI) mengambil langkah tegas menindaklanjuti polemik yang muncul dalam ajang Lomba Cerdas Cermat (LCC) Empat Pilar tingkat Provinsi Kalimantan Barat (Kalbar) yang sempat ramai diperbincangkan di media sosial.

Sebagai bentuk respons, MPR RI memutuskan untuk menonaktifkan dewan juri serta pembawa acara (MC) yang bertugas dalam kegiatan tersebut. Keputusan ini diumumkan melalui akun resmi Instagram MPR RI pada Selasa (12/5).

Dalam keterangan resminya, MPR menyebutkan bahwa juri yang terlibat dalam kegiatan tersebut adalah Indri Wahyuni dan Dyastasita Widya Budi.

Penonaktifan dilakukan sebagai bagian dari evaluasi menyeluruh atas pelaksanaan lomba.

“Terkait ramainya pemberitaan di media sosial tentang LCC Empat Pilar 2026 tingkat Provinsi Kalimantan Barat, mengenai penilaian jawaban peserta pada salah satu sesi lomba, panitia pelaksana dari Sekretariat Jenderal MPR RI telah menonaktifkan Dewan Juri dan MC pada kegiatan LCC ini,” tulis MPR RI.

MPR RI menegaskan bahwa kegiatan pendidikan dan pembinaan generasi muda, termasuk LCC Empat Pilar, harus berjalan dengan menjunjung tinggi nilai sportivitas, objektivitas, keadilan, serta semangat pembelajaran yang sehat.

Selain itu, lembaga tersebut juga menyatakan akan melakukan evaluasi menyeluruh terhadap aspek teknis pelaksanaan lomba, termasuk sistem penilaian serta mekanisme verifikasi jawaban peserta.

“MPR RI akan melakukan evaluasi menyeluruh terhadap aspek teknis pelaksanaan lomba, termasuk mekanisme penilaian dan sistem verifikasi jawaban,” demikian pernyataan lanjutan dari MPR.

Dalam pernyataannya, MPR RI juga memberikan apresiasi kepada siswa SMA Negeri 1 Pontianak yang berani menyampaikan keberatan langsung kepada dewan juri saat lomba berlangsung.

Tidak hanya itu, apresiasi juga diberikan kepada seluruh peserta, guru pendamping, panitia daerah, serta masyarakat yang turut memberikan perhatian terhadap pelaksanaan LCC Empat Pilar.

“MPR juga mengapresiasi kepada seluruh peserta, guru dan pendamping, panitia daerah serta masyarakat yang memberikan perhatian terhadap pendidikan kebangsaan dan pelaksanaan LCC Empat Pilar,” lanjut pernyataan tersebut.

Diketahui, final LCC Empat Pilar MPR RI 2026 tingkat Provinsi Kalimantan Barat digelar di Pontianak pada Sabtu (9/5) dan diikuti oleh sembilan SMA dari berbagai daerah di Kalbar.

Tiga sekolah yang melaju ke babak final adalah SMAN 1 Pontianak, SMAN 1 Sambas, dan SMAN 1 Sanggau.

Polemik mencuat saat sesi rebutan soal yang menanyakan tentang pertimbangan DPR dalam memilih anggota BPK.

Regu C dari SMAN 1 Pontianak menjadi tim pertama yang menjawab, namun justru mendapat pengurangan nilai oleh juri karena dianggap tidak lengkap.

Jawaban yang sama kemudian diberikan oleh Regu B dari SMAN 1 Sambas dan dinyatakan benar oleh juri, sehingga memicu protes dari pihak SMAN 1 Pontianak yang merasa perlakuan tidak adil.

Meski terjadi perdebatan di arena lomba, hasil akhir tidak mengalami perubahan.

Regu B dari SMAN 1 Sambas tetap dinyatakan sebagai juara tingkat provinsi setelah unggul secara keseluruhan.

Editor : Ali Mustofa
#Lomba Cerdas Cermat #Instagram MPR #kalimantan barat #empat pilar