RADAR KUDUS – Ketegangan politik di level nasional kembali memuncak setelah Ketua Umum Gerakan Rakyat Indonesia Baru (GRIB) Jaya, Hercules Rosario Marshal, melontarkan kritik pedas yang ditujukan kepada tokoh senior politik, Amien Rais.
Hercules mengecam keras pernyataan Amien yang dinilai tendensius dalam menyinggung hubungan kerja antara Presiden Prabowo Subianto dengan Sekretaris Kabinet (Seskab), Teddy Indra Wijaya.
Pernyataan tersebut disampaikan Hercules dengan nada tinggi di hadapan ribuan anggota GRIB Jaya saat merayakan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-15 organisasi tersebut di Istora Senayan, Jakarta, Selasa (12/5/2026).
Dalam pidatonya yang menggelegar, Hercules menegaskan bahwa meskipun ia menaruh hormat kepada Amien Rais sebagai sosok senior di panggung politik Indonesia, hal itu tidak memberikan lampu hijau bagi mantan Ketua MPR tersebut untuk menyampaikan kritik yang dinilai menyerang personal.
Hercules menilai diksi yang digunakan Amien Rais dalam mengkritik Presiden Prabowo dan Mayor Teddy tidak mencerminkan etika politik yang luhur.
"Saya menghormati beliau sebagai orang tua dan tokoh bangsa, tapi tolong, kalau bicara itu jangan kayak preman pasar! Jangan asal bicara yang merendahkan martabat kepala negara dan orang-orang di sekelilingnya," tegas Hercules di hadapan massa yang memadati Istora.
Tak hanya Amien Rais yang menjadi sasaran "semprot" sang Ketua Umum GRIB. Hercules juga secara terbuka memperingatkan para pihak yang terus membangun narasi negatif terhadap stabilitas pemerintahan Prabowo-Gibran.
Ia menyebut nama pengamat politik Saiful Mujani sebagai salah satu pihak yang disorot karena diskursus mengenai isu pemakzulan (impeachment) presiden yang sempat mencuat di ruang publik.
Hercules menegaskan bahwa organisasinya akan berada di garda terdepan untuk menjaga kehormatan pemerintahan yang sah dari upaya-upaya provokasi yang dianggap tidak berdasar.
"Jangan coba-coba membangun narasi untuk memecah belah bangsa atau menjatuhkan pemerintahan di tengah jalan.
Kami (GRIB Jaya) tidak akan tinggal diam melihat Presiden kami diganggu dengan narasi-narasi provokatif," tambahnya.
Acara HUT ke-15 GRIB Jaya ini pun berubah menjadi panggung penegasan loyalitas Hercules terhadap kepemimpinan Prabowo Subianto.
Sebagai organisasi massa yang memiliki basis kuat di berbagai daerah, GRIB Jaya memposisikan diri sebagai perisai politik sekaligus pendukung setia kebijakan pemerintah.
Baca Juga: Kudus Bersatu: 47 Sekolah Deklarasikan Anti Tawuran, Bupati Tegaskan Pentingnya Peran Orang Tua
Pernyataan keras Hercules ini langsung memantik reaksi beragam di media sosial dan kalangan elite politik.
Beberapa pihak menilai ini sebagai bentuk loyalitas buta, sementara pendukung pemerintah menganggapnya sebagai pengingat agar kritik tetap disampaikan dalam koridor kesopanan dan data, bukan sekadar serangan personal yang merusak wibawa institusi negara.
Hingga berita ini diturunkan, pihak Amien Rais maupun Saiful Mujani belum memberikan tanggapan resmi terkait pernyataan terbuka yang dilontarkan oleh Hercules tersebut. (*)