RADAR KUDUS — Gelaran Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) ASEAN ke-48 di Filipina tidak hanya menjadi panggung diplomasi politik, tetapi juga sorotan gaya kepemimpinan yang unik.
Dalam pertemuan forum BIMP-EAGA (Brunei Darussalam-Indonesia-Malaysia-Philippines East ASEAN Growth Area) yang berlangsung di Cebu, Presiden Indonesia Prabowo Subianto tampil menonjol dan menarik perhatian dunia internasional lewat pilihan busananya yang tidak biasa.
Di tengah barisan pemimpin negara yang umumnya mengenakan setelan jas berwarna gelap seperti hitam atau biru tua, Prabowo tampil berani dengan gaya visual yang kontras namun tetap elegan.
Baca Juga: Lestari Moerdijat: Perempuan, Seni, Kuasa, dan Perlindungan adalah Pertarungan Peradaban Bangsa
Prabowo Subianto tampil percaya diri mengenakan jas berwarna krem terang yang sangat kontras dengan latar belakang karpet merah dan busana para kolega pemimpin ASEAN lainnya.
Ia memadukan jas cerah tersebut dengan kemeja putih bersih, dasi bermotif garis biru-putih, serta peci hitam yang telah menjadi ciri khas identitas nasional Indonesia di kancah global.
Dalam sesi foto bersama, sosok Prabowo tampak berdiri di antara para tokoh kuat kawasan seperti Sultan Hassanal Bolkiah dari Brunei, Perdana Menteri Malaysia Anwar Ibrahim, dan tuan rumah Presiden Filipina Ferdinand Marcos Jr.
Penampilan paling mencolok secara visual ini ditafsirkan oleh banyak pengamat sebagai simbol keterbukaan dan optimisme Indonesia dalam menatap masa depan ekonomi kawasan.
Meski aspek visual menjadi perbincangan, substansi dari kehadiran Prabowo di forum BIMP-EAGA tetap berakar pada penguatan kerja sama strategis.
Indonesia membawa agenda besar untuk mempercepat pertumbuhan di koridor ekonomi wilayah timur. Beberapa poin krusial yang dibahas meliputi:
Konektivitas Maritim: Memperkuat jalur pelayaran antarwilayah untuk mempermudah arus logistik dan barang.
Ketahanan Pangan: Kolaborasi lintas batas dalam menghadapi tantangan krisis pangan global melalui integrasi pertanian regional.
Pariwisata Lintas Batas: Menghidupkan kembali sektor pariwisata yang menghubungkan destinasi-destinasi unggulan di wilayah pertumbuhan tersebut.
Baca Juga: Penjual Es Degan di Mayong Jepara Ditusuk Orang Tak Dikenal
Kehadiran aktif Prabowo dalam rangkaian KTT ini menegaskan posisi tawar Indonesia sebagai "kakak tertua" di ASEAN yang berkomitmen pada pembangunan inklusif.
Penampilannya yang tampil beda seolah mengirimkan pesan bahwa Indonesia siap menjadi pusat perhatian dan penggerak utama dalam setiap inisiatif pembangunan di Asia Tenggara.
Dengan gaya kepemimpinan yang khas dan kemampuan diplomasi yang lugas, Prabowo memastikan bahwa kepentingan nasional Indonesia dan kesejahteraan kawasan timur ASEAN tetap menjadi prioritas utama dalam dialog-dialog tingkat tinggi di Filipina tersebut. (*)
Editor : Ghina Nailal Husna