Ambyar Blora Catatan Ekonomi Entertainment Fashion Feature Grobogan Hobi Inspirashe Internasional Jateng Jepara Karimunjawa Kesehatan Kudus Kuliner Lifestyle Mlaku Bareng Nasional Olahraga Otomotif Pati Pendidikan Religi Rembang Sportainment Teknologi Unisnu Mengabdi Wisata

Dugaan Malfungsi Sistem CAT Seleksi Manajer Kopdes: Peserta Keluhkan Jawaban yang Berubah Sendiri

Ghina Nailal Husna • Kamis, 7 Mei 2026 | 17:48 WIB
Dugaan Malfungsi Sistem CAT Seleksi Manajer Kopdes
Dugaan Malfungsi Sistem CAT Seleksi Manajer Kopdes

 

RADAR KUDUS — Proses rekrutmen untuk posisi strategis Manajer Koperasi Desa (Kopdes) Merah Putih kini tengah menjadi buah bibir di kalangan masyarakat. 

Alih-alih berjalan mulus, pelaksanaan ujian berbasis Computer Assisted Test (CAT) dalam seleksi tersebut justru menuai gelombang protes dari para peserta. 

Sejumlah kejanggalan teknis yang terjadi selama proses pengerjaan soal mencuat ke publik, memicu keraguan atas integritas dan transparansi hasil seleksi.

Baca Juga: Sayembara Mistis: Komunitas Horor Jepang Tawarkan Rp50 Juta untuk Temukan Rumah Paling Angker di Indonesia

Para peserta yang mengikuti ujian ini melaporkan pengalaman yang tidak menyenangkan terkait performa perangkat lunak yang digunakan.

Gangguan utama yang dikeluhkan adalah terjadinya lag atau kelambatan respons sistem yang sangat parah. 

Hal ini menjadi masalah krusial mengingat setiap sesi ujian dibatasi oleh durasi waktu yang sangat ketat, sehingga setiap detik yang terbuang akibat kendala teknis sangat memengaruhi performa peserta.

Namun, yang paling mengejutkan adalah pengakuan sejumlah peserta mengenai "jawaban yang berubah sendiri". 

Beberapa peserta mengeklaim bahwa opsi jawaban yang telah mereka pilih dan simpan tiba-tiba bergeser ke pilihan lain saat mereka berpindah ke soal berikutnya atau saat melakukan peninjauan ulang.

 "Konsentrasi kami benar-benar pecah. Selain harus berpacu dengan waktu yang sangat mepet, kami juga harus was-was memastikan jawaban tidak 'melompat' sendiri. Ini sangat merugikan," ungkap salah satu peserta yang enggan disebutkan namanya.

Keriuhan ini juga merembet hingga ke salah satu lokasi ujian di Bandar Lampung. Setelah sesi ujian berakhir, panitia penyelenggara mengumumkan hasil nilai secara terbuka melalui siaran langsung di kanal YouTube. Namun, transparansi ini justru membuka tabir permasalahan baru.

Publik yang memantau siaran tersebut menyoroti betapa rendahnya skor yang diraih oleh mayoritas peserta.

Tercatat, hanya sebagian kecil dari total peserta yang mampu menembus ambang batas nilai (passing grade) yang telah ditetapkan. 

Angka kegagalan yang masif ini menimbulkan dua spekulasi besar di tengah masyarakat: apakah tingkat kesulitan soal yang tidak proporsional dengan waktu yang tersedia, ataukah memang ada kegagalan sistematis pada mesin CAT yang digunakan.

Situasi ini memicu desakan agar pihak penyelenggara seleksi Manajer Kopdes Merah Putih segera memberikan klarifikasi resmi.

Kualitas sistem ujian yang digunakan dalam proses rekrutmen ini dipertanyakan keandalannya sebagai alat ukur kompetensi yang objektif.

Baca Juga: Badai Pengurangan Followers Instagram: Ribuan Akun Lenyap Seketika, Pengguna Hingga Pebisnis Online Panik

Para pengamat kebijakan publik menilai bahwa jika kejanggalan teknis seperti jawaban yang berubah sendiri terbukti benar, maka hasil seleksi tersebut patut dipertanyakan keabsahannya.

Evaluasi total terhadap vendor penyedia sistem CAT sangat diperlukan guna menjaga kepercayaan publik terhadap institusi koperasi desa.

Hingga saat ini, para peserta yang merasa dirugikan masih menunggu langkah konkret dari panitia, apakah akan dilakukan ujian ulang bagi mereka yang terdampak gangguan teknis atau ada solusi lain demi menjamin keadilan bagi seluruh calon manajer yang berkompetisi. (*)

Editor : Ghina Nailal Husna
#Seleksi Manajer Kopdes #Sistem CAT Error #Kejanggalan Ujian #bandar lampung #Koperasi Desa Merah Putih