RADAR KUDUS — Jemaah haji dari Indonesia untuk gelombang kedua mulai tiba di Bandara Internasional King Abdulaziz di Jeddah pada Kamis (7/5/2026).
Kedatangan kelompok ini menambah jangkauan layanan dari Kementerian Agama RI yang sebelumnya sudah ada di Madinah, sekaligus mempercepat proses pemindahan jemaah ke Mekkah.
Pada hari pertama kedatangan, kloter pertama dari gelombang kedua yang mendarat adalah kloter LOP 12, yang berangkat dari Tanah Air.
Baca Juga: Update Haji RI 2026: 74 Ribu Jemaah Berhasil Tiba di Arab Saudi
Kloter ini menjadi contoh pelaksanaan prosedur penerimaan jemaah yang sudah dalam keadaan ihram sejak berangkat.
Perbedaan metode kedatangan ini membedakan gelombang dua dari gelombang satu sebelumnya yang tiba di Bandara Amir Muhammad bin Abdulaziz, Madinah, di mana jemaah belum berihram saat tiba di Arab Saudi.
Panitia Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) telah mempersiapkan dua tim petugas yang sudah lebih dulu berangkat ke Jeddah untuk menyambut jemaah haji dari Indonesia.
Tim ini mulai bertugas sejak pukul 06.00 waktu Arab Saudi sesuai dengan jadwal penerbangan gelombang kedua.
Baca Juga: Kabar Duka Haji 2026: Total Korban Meninggal Jemaah RI Jadi 7 Orang
Di lokasi, PPIH juga memanfaatkan fasilitas mobilitas dengan menyediakan mobil golf yang disewa, untuk membantu pergerakan petugas dan memberi dukungan kepada jemaah lanjut usia menuju bus dan titik pemberangkatan ke Mekkah.
Pada musim haji 2026, keberangkatan gelombang kedua dari Tanah Air menuju Jeddah dilakukan secara bertahap dari 7 hingga 21 Mei 2026, dengan batas akhir pada 21 Mei 2026 pukul 24.00 waktu Arab Saudi.
Rencana perjalanan haji yang dibuat oleh BPKH dan Kementerian Agama menjadikan Jeddah sebagai pintu masuk utama untuk gelombang kedua, sehingga semua layanan mulai dari penerimaan, pemeriksaan dokumen, hingga transit singkat menjadi fokus utama para petugas di lokasi.
Baca Juga: Perjuangan Penjual Pentol di Semarang: Konsisten Menabung Hingga Bisa Naik Haji
Dengan dimulainya kedatangan jemaah haji gelombang kedua di Jeddah, jumlah jemaah Indonesia yang sudah berada di Tanah Suci juga meningkat dengan signifikan.
Petugas PPIH memastikan bahwa setiap tahapan pelayanan, dari bandara hingga akomodasi di Mekkah, tetap berjalan lancar agar jemaah bisa langsung fokus pada ibadah tanpa masalah logistik yang berarti. (*)
Editor : Anita Fitriani