Ambyar Blora Catatan Ekonomi Entertainment Fashion Feature Grobogan Hobi Inspirashe Internasional Jateng Jepara Karimunjawa Kesehatan Kudus Kuliner Lifestyle Mlaku Bareng Nasional Olahraga Otomotif Pati Pendidikan Religi Rembang Sportainment Teknologi Unisnu Mengabdi Wisata

Drama di Alpen Selatan: 4 Pendaki WNI Berhasil Dievakuasi Helikopter Kepolisian Jepang

Ghina Nailal Husna • Rabu, 6 Mei 2026 | 21:43 WIB
ilustrasi pegunungan Alpen
ilustrasi pegunungan Alpen

 

RADAR KUDUS – Empat warga negara Indonesia (WNI) dilaporkan berhasil diselamatkan dalam sebuah operasi evakuasi udara yang dramatis di kawasan Pegunungan Alpen Selatan, Jepang.

Keempat pendaki tersebut sempat terjebak dalam kondisi cuaca ekstrem sebelum akhirnya dijemput oleh helikopter tim penyelamat dari Kepolisian Prefektur Shizuoka.

Insiden ini menjadi perhatian publik setempat dan menjadi pengingat keras mengenai betapa menantangnya medan pegunungan di Jepang, terutama bagi para pendaki yang belum terbiasa dengan karakteristik geografi wilayah tersebut.

Baca Juga: Tragedi Bus ALS vs Truk Tangki di Muratara: Jasa Raharja Bergerak Cepat Jamin Seluruh Korban

Peristiwa bermula pada Selasa (5/5/2026), ketika tim penyelamat menerima laporan darurat melalui ponsel dari sekelompok pendaki di area Gunung Ainodake.

Gunung ini merupakan puncak tertinggi keempat di Jepang yang terletak di perbatasan Prefektur Shizuoka dan Yamanashi, dengan medan yang dikenal sangat terjal.

Keempat WNI tersebut melaporkan bahwa mereka tidak mampu lagi melanjutkan perjalanan akibat kelelahan fisik yang hebat dan cuaca yang mendadak memburuk.

Mengingat lokasi yang sulit dijangkau melalui jalur darat secara cepat, Kepolisian Prefektur Shizuoka segera menerbangkan helikopter penyelamat menuju titik koordinat para pendaki.

Tim penyelamat akhirnya menemukan mereka di ketinggian sekitar 3.000 meter di atas permukaan laut, tepatnya di area dekat sebuah pondok pendakian.

Meskipun lokasi tersebut memiliki fasilitas perlindungan, kondisi fisik para pendaki yang sudah menurun membuat evakuasi udara menjadi satu-satunya pilihan paling aman.

Menurut laporan kepolisian setempat, cuaca di Pegunungan Alpen Selatan pada awal Mei memang sangat fluktuatif.

Meskipun Jepang sedang memasuki musim semi, di ketinggian ribuan meter suhu bisa turun drastis secara tiba-tiba, disertai angin kencang yang menguras energi.

Dua dari empat pendaki tersebut harus segera mendapatkan penanganan medis setibanya di pangkalan evakuasi karena mengalami gejala kelelahan ekstrem.

 Beruntung, otoritas kesehatan memastikan bahwa seluruh korban dalam keadaan stabil dan tidak menderita cedera serius atau hipotermia berat yang mengancam nyawa.

Pihak Kepolisian Jepang menyoroti bahwa kurangnya persiapan fisik dan pengetahuan mengenai medan pendakian di Jepang diduga kuat menjadi penyebab utama para pendaki ini tersesat dan mengalami kesulitan.

Gunung Ainodake memiliki rute yang panjang dan membutuhkan manajemen waktu serta logistik yang matang.

Otoritas setempat mengeluarkan imbauan bagi para pendaki, khususnya warga asing, untuk selalu:

Baca Juga: Rahasia Arsitektur Jantung: Lembaran Otot Tunggal yang Terlipat Menjadi Mesin Kehidupan

1. Mengecek Prakiraan Cuaca: Cuaca di puncak gunung bisa sangat berbeda dengan kondisi di pemukiman bawah.

2. Membawa Perlengkapan Standar: Pakaian thermal, logistik cadangan, dan peta navigasi adalah kewajiban.

3. Memahami Batas Kemampuan: Segera berbalik arah atau mencari perlindungan sebelum kondisi fisik benar-benar lumpuh.

Saat ini, keempat WNI tersebut telah dalam pengawasan otoritas terkait dan diharapkan dapat segera pulih sepenuhnya sebelum kembali ke kediaman masing-masing. (*)

Editor : Ghina Nailal Husna
#Gunung Ainodake #Evakuasi Helikopter #Pegunungan Alpen Selatan #Keselamatan Pendakian #wni di jepang