Dugaan Mark-Up Fantastis Proyek "Sepatu Rakyat" Rp27 Miliar, Brand Lokal Strade Nine Buka Suara

Ghina Nailal Husna • Dipublikasikan Senin, 4 Mei 2026 | 22:19 WIB
Ilustrasi sepatu Strade Nine
Ilustrasi sepatu Strade Nine

 

RADAR KUDUS – Aroma tidak sedap menyeruak di balik proyek pengadaan "Sepatu Sekolah Rakyat" yang menelan anggaran fantastis sebesar Rp27 miliar.

 Isu ini mendadak viral dan menjadi buah bibir publik setelah terkuak adanya selisih harga yang sangat mencolok antara anggaran yang dialokasikan dengan harga riil produk di pasaran.

Sorotan tajam tertuju pada transparansi dan efisiensi penggunaan dana pendidikan, di mana satu pasang sepatu dalam proyek tersebut dilaporkan dihargai sekitar Rp700.000.

Baca Juga: Kebakaran di Metro Sport Center Semarang, Dua Orang yang Terjebak Berhasil Dievakuasi Petugas

Angka ini dinilai tidak masuk akal untuk pengadaan barang secara massal yang ditujukan bagi siswa sekolah.

Di tengah polemik yang memanas, brand lokal Strade Nine mendadak ikut terseret setelah salah satu model sepatu mereka muncul dalam pemberitaan terkait proyek tersebut.

 Guna menghindari simpang siur informasi, pihak manajemen Strade Nine secara resmi memberikan klarifikasinya.

Mereka membenarkan bahwa sepatu yang terlihat dalam foto pengadaan tersebut adalah salah satu artikel milik mereka.

Namun, fakta mengejutkan terungkap: harga pasar untuk model tersebut sebenarnya hanya berkisar di angka Rp179.900.

"Kami perlu meluruskan bahwa produk kami memiliki harga ritel yang sangat terjangkau bagi masyarakat.

Untuk artikel yang dimaksud, harganya hanya Rp179.900, jauh dari angka Rp700 ribu yang ramai diberitakan dalam proyek tersebut," ungkap perwakilan Strade Nine.

Lebih lanjut, Strade Nine menegaskan posisi mereka sebagai pihak luar yang sama sekali tidak mengetahui adanya proyek pengadaan tersebut.

Mereka menyatakan tidak pernah menerima pesanan langsung, melakukan kontrak, maupun menjalin komunikasi dengan pihak penyelenggara proyek terkait pengadaan "Sepatu Sekolah Rakyat".

Brand yang dikenal dengan jargon ramah kantong ini menyatakan komitmennya untuk tetap fokus pada pasar retail lokal dengan rentang harga produk mulai dari Rp100.000 hingga Rp300.000.

Munculnya produk mereka dalam proyek bernilai puluhan miliar tersebut disinyalir terjadi tanpa koordinasi resmi dengan pemilik merek.

Perbedaan harga yang mencapai hampir empat kali lipat ini memicu kemarahan netizen dan pengamat kebijakan publik.

 Jika benar terjadi mark-up hingga lebih dari Rp500.000 per pasang sepatu, maka potensi kerugian negara dalam proyek ini sangatlah besar.

Baca Juga: Gedung Metro Sport Center Semarang Dilahap Api, Dua Orang Terjebak

Klarifikasi dari Strade Nine kini menjadi kartu truf bagi masyarakat untuk mendesak pihak berwenang, termasuk lembaga audit negara, agar segera melakukan investigasi menyeluruh.

Publik menuntut penjelasan ke mana sisa anggaran tersebut mengalir dan siapa pihak ketiga yang bertanggung jawab atas pengadaan yang dinilai sangat tidak efisien ini.

Hingga saat ini, instansi terkait yang membawahi proyek pengadaan "Sepatu Sekolah Rakyat" belum memberikan tanggapan resmi atas perbedaan harga yang ditemukan di lapangan. (*)

Editor : Ghina Nailal Husna
Sepatu Sekolah Rakyat Strade Nine Mark-up Anggaran Korupsi Pengadaan Brand Lokal Indonesia