Ambyar Blora Catatan Ekonomi Entertainment Fashion Feature Grobogan Hobi Inspirashe Internasional Jateng Jepara Karimunjawa Kesehatan Kudus Kuliner Lifestyle Mlaku Bareng Nasional Olahraga Otomotif Pati Pendidikan Religi Rembang Sportainment Teknologi Unisnu Mengabdi Wisata

Strategi Ekonomi Kerakyatan Presiden Prabowo: Putar Uang Negara di Desa lewat MBG dan Kopdes

Ghina Nailal Husna • Jumat, 1 Mei 2026 | 22:02 WIB
Presiden Prabowo Putar Uang Negara di Desa lewat MBG dan Kopdes
Presiden Prabowo Putar Uang Negara di Desa lewat MBG dan Kopdes

 

RADAR KUDUS – Presiden Prabowo Subianto menegaskan komitmen pemerintahannya untuk menjalankan transformasi ekonomi yang berfokus pada kekuatan domestik.

 Dalam pernyataannya, Presiden menekankan bahwa alokasi anggaran negara kini diarahkan secara masif untuk "pulang ke desa" melalui instrumen strategis seperti program Makan Bergizi Gratis (MBG) dan Koperasi Desa/Kelurahan (Kopdes) Merah Putih.

Langkah ini diambil bukan sekadar sebagai bantuan sosial, melainkan sebagai mekanisme makroekonomi untuk memastikan likuiditas negara berputar di dalam negeri dan langsung menyentuh lapisan masyarakat paling bawah.

Baca Juga: Tegas! Dirut KAI Minta Warga Hentikan Pembuatan Perlintasan Liar: "Keselamatan Nyawa Tak Bisa Ditawar"

Presiden Prabowo menilai, selama ini banyak potensi uang negara yang justru "bocor" atau mengalir keluar negeri melalui impor maupun skema pembangunan yang tidak melibatkan aktor ekonomi lokal.

Dengan program MBG dan Kopdes, pemerintah ingin menciptakan ekosistem ekonomi tertutup yang mandiri di tingkat akar rumput.

"Uang dari negara harus dinikmati oleh rakyat kita sendiri. Lewat MBG dan Kopdes Merah Putih, kita mengunci perputaran uang agar tetap di dalam negeri, di pasar-pasar desa, dan di tangan para petani serta nelayan kita," tegas Prabowo. 

Ia juga menambahkan bahwa skema berbasis masyarakat ini jauh lebih efektif dalam mencegah penyalahgunaan anggaran dibandingkan proyek-proyek raksasa yang rentan terhadap inefisiensi.

Program yang menyentuh rakyat secara langsung dinilai lebih transparan dan memberikan dampak instan pada daya beli.

Dua pilar utama, yakni MBG dan Kopdes Merah Putih, diproyeksikan menjadi mesin pencetak lapangan kerja baru secara nasional.

Ribuan unit "Dapur MBG" yang akan dibangun di berbagai pelosok daerah diperkirakan akan menyerap tenaga kerja dalam jumlah besar, mulai dari tenaga masak, kurir, hingga pengelola logistik.

Begitu pula dengan Kopdes Merah Putih yang ditargetkan hadir di setiap desa dan kelurahan. Koperasi ini akan berfungsi sebagai pusat distribusi dan permodalan warga, yang jika dijumlahkan secara nasional, akan melibatkan jutaan pengelola dan anggota aktif.

Salah satu dampak paling signifikan dari program ini adalah terciptanya "pasar pasti" bagi sektor agraris.

 Program Makan Bergizi Gratis membutuhkan pasokan bahan baku pangan yang sangat besar setiap harinya—mulai dari beras, telur, daging, hingga sayur-mayur.

Pemerintah mewajibkan penyerapan bahan baku tersebut berasal dari petani dan nelayan lokal melalui koordinasi dengan Kopdes. Skema ini secara otomatis akan:

Menstabilkan Harga: Petani mendapatkan harga yang layak karena adanya permintaan yang konsisten.

Memangkas Rantai Distribusi: Mengurangi ketergantungan pada tengkulak yang selama ini sering mempermainkan harga di tingkat produsen.

Meningkatkan Aktivitas Ekonomi Lokal: Keuntungan dari hasil panen tetap berputar di wilayah tersebut, meningkatkan kesejahteraan desa secara berkelanjutan.

Baca Juga: Antisipasi Gangguan Keamanan, Siapkan Dua Opsi Tempat Rekonstruksi Pembunuhan di Gandrirojo

Presiden Prabowo optimis bahwa melalui sektor perumahan rakyat yang juga digenjot, sinergi ketiga program ini akan menjadi fondasi kokoh bagi pertumbuhan ekonomi nasional yang inklusif, sekaligus membuktikan bahwa kedaulatan ekonomi dimulai dari kesejahteraan warga desa. (*)

Editor : Ghina Nailal Husna
#lapangan kerja desa #Kopdes Merah Putih #Presiden Prabowo #ekonomi kerakyatan #Makan Bergizi Gratis