Jelang May Day, Puluhan Ribu Buruh Bergerak ke Jakarta, Polri Siapkan Pengawalan Besar

Ali Mustofa • Dipublikasikan Kamis, 30 April 2026 | 15:47 WIB
Ilustrasi Massa Buruh dari berbagai elemen melakukan aksi unjuk rasa untuk memperingati Hari Buruh atau May Day di Jakarta.
Ilustrasi Massa Buruh dari berbagai elemen melakukan aksi unjuk rasa untuk memperingati Hari Buruh atau May Day di Jakarta.

RADAR KUDUS – Peringatan puncak Hari Buruh Internasional yang jatuh pada Jumat (1/5) diprediksi memicu pergerakan besar para pekerja menuju DKI Jakarta.

Buruh dari berbagai daerah seperti Jawa Barat, Jawa Tengah, Banten hingga wilayah lain diperkirakan akan berangkat ke ibu kota untuk mengikuti rangkaian aksi damai.

Untuk mengantisipasi mobilitas tersebut, Korlantas Polri menyiapkan skema pengamanan khusus.

Aparat akan mengawal perjalanan rombongan buruh agar berlangsung tertib dan aman sejak keberangkatan hingga tiba di lokasi kegiatan.

Kakorlantas Polri Irjen Pol Agus Suryonugroho menyampaikan, koordinasi pengamanan telah digelar bersama jajaran kepolisian daerah.

Rapat tersebut berlangsung di wilayah Cibadak, Polres Sukabumi, sebagai bagian dari persiapan menghadapi momentum May Day.

Ia menjelaskan, rombongan buruh dari Jawa Barat akan dibagi menjadi tiga tujuan utama di Jakarta, yakni kawasan Monas, Gedung DPR RI, serta Danantara.

Seluruh pergerakan massa telah terdata dan akan mendapat pengawalan petugas di lapangan.

Selain pengamanan, pengaturan kendaraan juga menjadi perhatian.

Setiap bus rombongan akan diberi stiker penanda berdasarkan daerah asal untuk memudahkan pengawalan. 

Rinciannya, rombongan dari Jawa Tengah menggunakan stiker kuning, Jawa Timur merah, Jawa Barat biru, dan Banten hijau.

Koordinasi turut melibatkan pihak Jasa Marga guna memastikan kelancaran arus lalu lintas selama proses pemberangkatan hingga kepulangan.

Diperkirakan, sebanyak 92.257 buruh akan menuju Monas menggunakan 1.823 bus dalam gelaran Mayday Fiesta 2026.

Pengawalan perjalanan juga diperkuat dengan armada tambahan berupa 130 kendaraan roda empat dan 10 kendaraan roda dua yang akan mengiringi rombongan hingga lokasi acara.

Di sisi lain, Presiden RI Prabowo Subianto dijadwalkan hadir merayakan May Day 2026 bersama sekitar 50 ribu buruh di kawasan Monumen Nasional.

Kepastian tersebut menjadi kabar positif bagi kalangan pekerja setelah pertemuan intens antara Presiden dan Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI).

Presiden KSPI yang juga menjabat Presiden Partai Buruh, Said Iqbal, menyampaikan bahwa lokasi peringatan May Day yang semula direncanakan di depan Gedung DPR RI resmi dipindahkan ke Monas.

Keputusan ini diambil sebagai bentuk apresiasi atas kesediaan Presiden bertemu dan mendengarkan aspirasi buruh secara langsung.

Menurut Said Iqbal, pertemuan yang berlangsung selama satu setengah jam itu menjadi ruang dialog bagi KSPI untuk menyampaikan 11 isu utama terkait kesejahteraan pekerja.

Ia menilai kehadiran Presiden di tengah massa buruh memiliki makna penting karena menunjukkan respons langsung pemerintah terhadap aspirasi pekerja.

May Day tahun ini pun dinilai bukan sekadar seremoni tahunan, melainkan momentum strategis untuk memperjuangkan komitmen pemerintah dalam meningkatkan kesejahteraan buruh.

Beberapa poin tuntutan bahkan disebut telah mendapat tanggapan awal dari Presiden.

Secara nasional, peringatan May Day juga akan berlangsung serentak di berbagai daerah.

KSPI bersama Partai Buruh menginstruksikan kader di 38 provinsi untuk menggelar aksi di lebih dari 350 kota.

Sejumlah kota besar seperti Bandung, Serang, Surabaya, Makassar hingga Morowali dipastikan menjadi titik konsentrasi aksi buruh.

Meski demikian, seluruh peserta diimbau tetap menjaga ketertiban serta mengedepankan aksi damai dan santun.

Dalam peringatan tahun ini, terdapat 11 tuntutan utama yang akan disuarakan.

Di antaranya pengesahan RUU Ketenagakerjaan, penghapusan sistem outsourcing, penanganan ancaman PHK akibat dampak perang, serta reformasi pajak yang lebih adil bagi pekerja.

Selain itu, buruh juga mendorong pengesahan RUU Perampasan Aset, penyelamatan industri tekstil dan nikel, moratorium industri semen, ratifikasi Konvensi ILO 90, penetapan tarif ojek online 10 persen, revisi UU Nomor 2 Tahun 2024, hingga kepastian status guru dan tenaga honorer PPPK menjadi pegawai penuh waktu.

Editor : Ali Mustofa
may day aksi damai pekerja buruh Ketenagakerjaan