RADAR KUDUS — Bank Indonesia (BI) secara resmi mengadakan peluncuran layanan Quick Response Code Indonesian Standard (QRIS) antarnegara Indonesia-China pada tanggal 30 April 2026.
Peluncuran ini merupakan bagian dari rencana BI untuk memperluas jaringan keuangan digital di dalam negeri dan memperkuat koneksi ekonomi global di tengah perkembangan pesat inovasi sistem pembayaran tanpa tunai.
Gubernur BI Perry Warjiyo menekankan bahwa acara ini sejajar dengan kegiatan Pusat Inovasi Digital Indonesia (PIDI), termasuk hackathon dan program Digdaya untuk pengembangan talenta digital.
Baca Juga: Insiden Tabrakan Dua Bus Haji Indonesia di Madinah, 10 Korban Luka
Tahap persiapan untuk peluncuran QRIS Indonesia-China telah mencapai tingkat kesiapan yang maksimal, baik dalam aspek teknis maupun bisnis, setelah melalui fase uji coba yang mendapat sambutan positif dari masyarakat.
Deputi Gubernur BI Filianingsih Hendarta mengungkapkan bahwa selama masa uji coba sejak Agustus 2025, volume transaksi telah mencapai Rp556 miliar dari 1,64 juta kali transaksi, menunjukkan bahwa infrastruktur sudah siap untuk pelaksanaan secara luas.
Sebanyak 24 penyelenggara dari Indonesia, termasuk 16 bank dan delapan lembaga non-bank, bekerja sama dengan 19 penyelenggara dari China, memastikan bahwa QRIS dapat beroperasi secara efektif dengan sistem pembayaran yang ada di Tiongkok.
Baca Juga: Kemenhaj Ingatkan Jemaah Haji untuk Selalu Disiplin Jaga Kesehatan
Peluncuran ini dapat dirasakan secara langsung oleh para pelaku bisnis, terutama UMKM dan industri pariwisata yang sering berinteraksi dengan wisatawan dari China.
Wisatawan dan pedagang kini dapat melakukan transaksi cukup dengan memindai kode QR menggunakan aplikasi lokal mereka, sehingga mengurangi kebutuhan akan mata uang asing atau penggunaan kartu kredit yang rumit.
BI percaya bahwa langkah ini tidak hanya akan memperlancar aliran barang dan jasa antar negara, tetapi juga meningkatkan akses keuangan bagi masyarakat di daerah perbatasan dan pengunjung, sejalan dengan target ekspansi QRIS ke delapan negara mitra pada tahun 2026.
Peluncuran QRIS Indonesia-China juga menandakan pencapaian BI dalam mempercepat integrasi sistem pembayaran di kawasan setelah menjalin kerja sama dengan negara-negara ASEAN Plus Three seperti Jepang dan Korea Selatan.
Baca Juga: Dampak Global CPO: Harga Minyak Goreng di Indonesia Melonjak
Filianingsih menambahkan bahwa antusiasme selama fase uji coba menunjukkan bahwa masyarakat siap menggunakan teknologi ini, sehingga BI percaya bahwa peluncuran akan berlangsung sukses dan memberikan kontribusi pada perkembangan ekonomi digital kedua negara.
Ke depan, BI berencana untuk secara ketat mengawasi kinerja QRIS cross border ini guna menjamin keamanan dan stabilitas transaksi dan tetap berkolaborasi dengan semua stakeholder untuk mengoptimalkan fitur-fitur yang ada.
Langkah ini tidak hanya akan memudahkan masyarakat Indonesia dalam berbelanja di China, tetapi juga mendukung ekspor UMKM Indonesia melalui sistem pembayaran digital yang terintegrasi.
Peluncuran QRIS Indonesia-China pada 30 April 2026 menjadi pencapaian penting dalam membangun ketahanan sistem pembayaran nasional di era globalisasi keuangan. (*)
Editor : Anita Fitriani