RADAR KUDUS – Proses evakuasi dan identifikasi pasca-kecelakaan maut yang melibatkan KA Argo Bromo Anggrek dan rangkaian KRL Commuter Line di lintasan Stasiun Bekasi Timur menemui titik terang yang memilukan.
Pihak berwenang secara resmi mengonfirmasi bahwa jumlah korban meninggal dunia kini mencapai 15 jiwa, meningkat dari laporan awal yang menyebutkan 14 orang.
Penambahan jumlah korban ini menandai besarnya dampak benturan hebat yang terjadi pada Senin malam tersebut.
Baca Juga: Kebakaran di Belakang Pasar Johar: Ratusan Kios di Pasar Kanjengan Hangus Total
Saat ini, tim medis dan identifikasi dari Kepolisian RI (Polri) terus bekerja ekstra untuk memastikan seluruh jenazah dapat segera diserahkan kepada pihak keluarga dalam kondisi yang terdata dengan baik.
Berdasarkan data terbaru dari posko darurat, distribusi penanganan jenazah dilakukan di beberapa rumah sakit utama di wilayah Bekasi dan Jakarta Timur guna mempercepat proses autopsi dan identifikasi:
1. RS Polri Kramat Jati: Menangani jumlah korban terbanyak, yakni 10 jenazah, mengingat fasilitas DVI (Deployment Victim Identification) yang lengkap.
2. RSUD Bekasi: Menangani 3 jenazah.
3. RS Mitra Keluarga Bekasi & RS Bella Bekasi: Masing-masing menangani 1 jenazah.
Berikut adalah identitas resmi para korban yang telah terdata oleh pihak berwenang per hari ini:
- Korban di RS Polri Kramat Jati:
Tutik Anitasari (31)
Harum Anjasari (27)
Nur Alimantun Citra Lestari (19)
Farida Utami (52)
Vica Acnia Fratiwi (23)
Ida Nuraida (48)
Gita Septia Wardany (20)
Fatmawati Rahmayani (29)
Arinjani Novita Sari (25)
Nur Ainia Eka Rahmadhyna (32)
- Korban di RSUD Bekasi:
Nuryati (41)
Nur Laela (39)
Engar Retno Krisjayanti (35)
- Korban di RS Mitra Bekasi:
Adelia Rifani
- Korban di RS Bella Bekasi:
Ristuti Kustirahayu
Pihak berwenang mengimbau bagi keluarga yang merasa kehilangan anggota kerabatnya untuk segera mendatangi posko antemortem yang telah didirikan di RS Polri Kramat Jati.
Tim psikolog dan pendampingan trauma (trauma healing) juga telah disiagakan untuk mendampingi keluarga korban yang tengah menghadapi masa-masa sulit ini.
Baca Juga: Kobaran Api Melahap Pasar Kanjengan Semarang
Proses pendataan terus dilakukan secara dinamis untuk memastikan akurasi informasi sebelum pengumuman resmi lanjutan.
Pemerintah melalui kementerian terkait menjamin bahwa seluruh proses penanganan jenazah hingga pemulangan ke kampung halaman akan difasilitasi sepenuhnya sebagai bentuk tanggung jawab negara atas insiden transportasi nasional ini.
Kecelakaan ini menyisakan duka mendalam bagi publik, terutama mengingat sebagian besar korban merupakan perempuan yang sedang menempuh perjalanan rutin mereka. (*)
Editor : Ghina Nailal Husna