Ambyar Blora Catatan Ekonomi Entertainment Fashion Feature Grobogan Hobi Inspirashe Internasional Jateng Jepara Karimunjawa Kesehatan Kudus Kuliner Lifestyle Mlaku Bareng Nasional Olahraga Otomotif Pati Pendidikan Religi Rembang Sportainment Teknologi Unisnu Mengabdi Wisata

Insiden Tabrakan Dua Bus Haji Indonesia di Madinah, 10 Korban Luka

Anita Fitriani • Kamis, 30 April 2026 | 00:20 WIB
Ilustrasi kaca
Ilustrasi kaca

 

 

 

RADAR KUDUS — Insiden kecelakaan lalu lintas yang melibatkan dua bus jemaah haji Indonesia terjadi di daerah Jabal Magnet, Madinah, Arab Saudi, pada Selasa (28/4/2026) pukul 10.30 waktu setempat, mengakibatkan 10 orang mengalami luka ringan, sementara satu jemaah masih mendapatkan perawatan intensif di Rumah Sakit Al Hayyat.

Kecelakaan yang menyedihkan ini berlangsung saat bus rombongan Kloter JKS-1 dari Kelompok Bimbingan Ibadah Haji dan Umrah (KBIHU) Al-Azhar yang berasal dari Probolinggo, Jawa Timur, bersenggolan dengan bus Kloter SUB-2 milik KBIHU Nurul Harumain.

Bus JKS-1 yang melaju tiba-tiba tak dapat mengontrol kendaraan setelah kendaraan lain muncul dari sisi jalan secara tiba-tiba, sehingga bagian depan bus mengalami kerusakan serius akibat benturan.

Baca Juga: Prabowo Ungkap Program MBG Jadi Contoh Global, Banyak Negara yang Belajar ke Kita

Dari total 10 korban, tujuh jemaah berasal dari rombongan JKS-1, dua dari SUB-2, dan satu pengurus KBIHU, di mana semua dilaporkan mengalami luka ringan, kecuali satu yang memerlukan perawatan lebih lanjut.

Kementerian Agama (Kemenhaj) RI segera mengambil tindakan cepat untuk menangani insiden ini dengan mengerahkan petugas di lapangan yang memberikan layanan medis segera setelah kejadian.

Kepala Biro Humas Kemenhaj, Moh. Hasan Afandi, menyampaikan bahwa semua korban mendapatkan pendampingan yang memadai, termasuk evakuasi ke fasilitas kesehatan terdekat di Madinah.

Baca Juga: Perjuangan Penjual Pentol di Semarang: Konsisten Menabung Hingga Bisa Naik Haji

Kebanyakan korban, termasuk tujuh jemaah dari JKS-1, telah kembali ke Hotel Andalus Golden setelah mendapatkan perawatan awal, dan kondisi mereka terus dipantau dengan saksama untuk memastikan mereka pulih sepenuhnya.

Salah satu korban yang masih dirawat di Rumah Sakit Al Hayyat Madinah adalah Sri Sugi Hartini, 60 tahun, dari Kloter SUB-2, yang mendapatkan perawatan intensif karena kondisinya lebih parah dibandingkan korban lain.

Tim medis setempat menyataman bahwa tidak ada jiwa yang hilang akibat insiden ini, dan semua kebutuhan medis serta logistik untuk korban telah disuplai dengan baik oleh pihak berwenang Arab Saudi serta petugas dari Indonesia. 

Kemenhaj menegaskan bahwa situasi berada dalam kendali dan tidak mengganggu pelaksanaan ibadah jemaah lainnya pada Haji 2026.

Penyebab utama kecelakaan ini diduga disebabkan oleh faktor eksternal, yaitu munculnya kendaraan lain secara tiba-tiba yang membuat sopir bus kehilangan kontrol, sehingga kecelakaan antar dua bus jemaah tak dapat dihindari.

Baca Juga: Avtur Mahal, Pemerintah Tanggung PPN Tiket Pesawat Ekonomi 60 Hari

Sisi bus JKS-1 mengalami kerusakan yang cukup besar, sedangkan bus lainnya hanya menderita kerusakan ringan.

Petugas KBIHU menyebutkan bahwa investigasi lebih lanjut sedang berlangsung oleh otoritas lalu lintas setempat untuk mencegah terulangnya kejadian serupa di masa depan.

Hingga berita terbaru pada Rabu (29/4/2026), kondisi para korban dalam keadaan stabil dan pemantauan dilakukan secara terus-menerus oleh tim kesehatan Indonesia yang berada di Madinah.

Kemenhaj memastikan bahwa insiden ini tidak mengganggu kelancaran pelayanan haji secara umum bagi ribuan jemaah Indonesia yang menjalani manasik di Tanah Suci.

Doa dan perhatian dari berbagai pihak di Tanah Air terus mengalir untuk kesembuhan para korban, sekaligus memperkuat keselamatan seluruh peserta haji 2026. (*) 

Editor : Anita Fitriani
#bus jemaah haji #kecelakaan bus #madinah #Haji 2026 #jemaah haji