RADAR KUDUS – Badan Gizi Nasional (BGN) memberikan klarifikasi resmi guna meluruskan pemberitaan yang beredar mengenai meninggalnya seorang balita berusia dua tahun di Cianjur, Jawa Barat.
BGN secara tegas membantah tuduhan yang mengaitkan wafatnya anak tersebut dengan dugaan keracunan makanan dari program Makan Bergizi Gratis (MBG).
Dalam keterangan persnya, BGN memaparkan urutan kejadian untuk memberikan gambaran yang jelas kepada publik.
Baca Juga: Insiden Study Tour Jadi Evaluasi Besar, Kepala SMP 2 Gebog Kudus: Keselamatan Siswa Harus Nomor Satu
Berdasarkan data di lapangan, balita tersebut terakhir kali mengonsumsi paket makanan MBG pada tanggal 14 April 2026. Menu yang disajikan saat itu terdiri dari mi kecap, telur, susu, dan buah-buahan.
Setelah mengonsumsi menu MBG, diketahui bahwa anak tersebut juga mengonsumsi asupan lain di luar program pemerintah, seperti buah apel dan susu formula.
Gejala gangguan kesehatan berupa muntah dan diare baru dilaporkan muncul dua hari kemudian, yakni pada tanggal 16 April 2026.
BGN menekankan bahwa pada hari yang sama saat korban mengonsumsi menu tersebut, terdapat ribuan penerima manfaat program MBG lainnya di wilayah yang sama yang mengonsumsi menu serupa.
Hingga saat ini, tidak ada laporan keluhan kesehatan atau gejala serupa dari para penerima manfaat lainnya.
"Kami memastikan bahwa makanan pada hari itu dalam kondisi aman dan memenuhi standar higienitas. Fakta bahwa tidak ada penerima lain yang mengalami keluhan menunjukkan bahwa kualitas sajian tetap terjaga," ungkap pernyataan resmi BGN.
Pihak keluarga korban juga telah memberikan pernyataan bahwa penyebab kematian buah hati mereka murni disebabkan oleh sakit dan tidak memiliki keterkaitan dengan program Makan Bergizi Gratis. Keluarga berharap agar isu ini tidak disalahartikan lebih jauh.
Meski demikian, Dinas Kesehatan setempat tetap menjalankan prosedur standar dengan melakukan investigasi mendalam.
Saat ini, otoritas kesehatan masih menunggu hasil uji laboratorium terhadap sampel terkait untuk memastikan penyebab medis secara pasti.
Baca Juga: Melamun saat Berkendara, Waspada Bahaya Tunnel Vision yang Mengintai
BGN menyatakan tetap menjadikan insiden ini sebagai bahan evaluasi untuk memperketat pengawasan di setiap Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG).
BGN berkomitmen untuk terus menjaga kualitas, keamanan, dan standar nutrisi dalam setiap paket makanan yang didistribusikan kepada masyarakat.
"Kami menyampaikan belasungkawa yang sedalam-dalamnya kepada keluarga. Kejadian ini memacu kami untuk semakin disiplin dalam melakukan monitoring dan evaluasi agar keamanan program MBG tetap menjadi prioritas utama," tutup pihak BGN. (*)
Editor : Ghina Nailal Husna