RADAR KUDUS – Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) langsung menurunkan tim investigasi guna mengungkap penyebab kecelakaan kereta yang terjadi di Stasiun Bekasi Timur pada Senin malam (27/4).
Langkah cepat tersebut diambil segera setelah KNKT menerima laporan insiden tabrakan yang melibatkan KRL dengan KA Argo Bromo Anggrek.
Sejak malam kejadian, tiga investigator KNKT telah berada di lokasi untuk melakukan pengumpulan data awal.
Proses penyelidikan dilanjutkan keesokan harinya guna memastikan faktor penyebab kecelakaan dapat diungkap secara menyeluruh.
KNKT menegaskan bahwa hasil investigasi akan disampaikan kepada publik setelah proses pengumpulan data selesai.
Informasi terbaru menyebutkan, jumlah korban meninggal dunia dalam peristiwa tersebut mencapai tujuh orang, sementara puluhan lainnya mengalami luka-luka dan mendapatkan perawatan medis di sejumlah rumah sakit.
Direktur Utama PT KAI Bobby Rasyidin memperbarui data korban pada Selasa pagi.
Ia menyebutkan terdapat 81 orang luka-luka, sementara tiga korban sempat terjebak di dalam rangkaian kereta saat proses evakuasi berlangsung.
Proses penyelamatan berlangsung cukup lama dan penuh kehati-hatian.
Sejak sekitar pukul 21.00 WIB, tim SAR gabungan bekerja selama kurang lebih sembilan jam untuk mengevakuasi korban yang terperangkap di dalam gerbong, dengan prioritas utama menyelamatkan korban yang masih hidup.
Tim SAR gabungan akhirnya berhasil mengevakuasi tujuh korban yang sempat terhimpit di dalam rangkaian KRL.
Dari jumlah tersebut, lima orang berhasil diselamatkan, sementara dua korban lainnya ditemukan meninggal dunia setelah berjam-jam terjebak.
Kepala Kantor SAR Jakarta Desiana Kartika Bahari menjelaskan, proses evakuasi berlangsung sejak Senin malam hingga Selasa pagi.
Personel Basarnas bersama tim gabungan terus bekerja dengan mengedepankan keselamatan sekaligus kecepatan penanganan.
Secara kronologis, korban pertama ditemukan pada pukul 02.42 WIB dalam kondisi meninggal dunia dan langsung dibawa ke rumah sakit untuk proses identifikasi.
Selanjutnya pada pukul 04.17 WIB, seorang korban selamat berhasil dievakuasi dan dirujuk ke RSUD Kota Bekasi.
Proses penyelamatan terus berlanjut hingga beberapa korban lainnya berhasil ditemukan, baik dalam kondisi selamat maupun meninggal dunia.
Evakuasi yang berlangsung lebih dari sepuluh jam tersebut akhirnya mencatat total 92 korban.
Sebanyak 85 korban selamat mendapatkan perawatan medis, sementara tujuh orang dinyatakan meninggal dunia.
Tim SAR gabungan memastikan proses evakuasi dilakukan secara maksimal hingga seluruh korban berhasil dikeluarkan dari lokasi kejadian.