RADAR KUDUS - Proses evakuasi korban kecelakaan antara kereta jarak jauh dan KRL di Stasiun Bekasi Timur masih terus berlangsung hingga saat ini.
Tim penyelamat bekerja tanpa henti untuk mengevakuasi korban yang masih terjebak di dalam rangkaian kereta.
Kepala Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan, Mohammad Syafii, menegaskan bahwa insiden ini memerlukan penanganan khusus karena kondisi benturan yang sangat parah.
Evakuasi Butuh Teknik Khusus
Menurut Syafii, tabrakan antara kereta api jarak jauh dan KRL menyebabkan bagian lokomotif dan gerbong saling menekan.
Kondisi ini membuat proses evakuasi menjadi lebih kompleks.
Petugas harus melakukan teknik ekstrikasi secara hati-hati dan terukur untuk menghindari risiko cedera tambahan pada korban yang masih terjepit.
Korban Masih Hidup, Harapan Terus Dijaga
Tim penyelamat memastikan bahwa beberapa korban yang terjebak masih menunjukkan respons, yang berarti masih hidup.
Oleh karena itu, proses evakuasi dilakukan dengan sangat hati-hati agar peluang penyelamatan tetap maksimal.
Hingga saat ini, operasi penyelamatan dilakukan secara non-stop dengan sistem pergantian personel agar proses tetap berjalan tanpa henti.
Data Korban Terbaru
Berdasarkan laporan terbaru, jumlah korban meninggal dunia dalam insiden ini mencapai tujuh orang. Sementara itu, puluhan lainnya mengalami luka-luka.
Masih terdapat tiga korban yang terjepit dan terus diupayakan untuk dievakuasi dengan aman.
Dampak Operasional Kereta
Akibat kecelakaan ini, aktivitas di Stasiun Bekasi Timur untuk sementara dihentikan. Pihak PT Kereta Api Indonesia juga menyampaikan permohonan maaf kepada masyarakat atas gangguan perjalanan yang terjadi.
Proses evakuasi korban kecelakaan kereta di Bekasi Timur menjadi perhatian serius karena melibatkan kondisi darurat yang kompleks.
Upaya maksimal terus dilakukan demi menyelamatkan korban yang masih bertahan.
Editor : Mahendra Aditya