RADAR KUDUS – Keberlanjutan program strategis nasional Makan Bergizi Gratis (MBG) kini menjadi sorotan utama para pelaku usaha di sektor pangan.
Asosiasi Pengusaha dan Pengelola Dapur Makan Bergizi Gratis (APPMBGI) secara resmi mendorong pemerintah agar program ini tidak hanya menjadi kebijakan jangka pendek, melainkan diproyeksikan sebagai agenda nasional jangka panjang yang mencakup rentang waktu hingga 25 tahun ke depan.
Ketua Umum APPMBGI, Abdul Rivai, menegaskan bahwa visi besar di balik program MBG harus diletakkan di atas kepentingan politik sesaat.
Baca Juga: Diplomasi di Atas Kertas: Bagaimana Rusia Memanfaatkan Iran Tanpa Harus Membelanya
Menurutnya, untuk menciptakan dampak transformasional bagi kualitas sumber daya manusia Indonesia, program ini harus menjadi upaya berkelanjutan yang melampaui satu periode kepemimpinan.
"Fokus utama kami adalah keberlanjutan. Kita tidak bicara tentang program satu atau lima tahun, tetapi sebuah legacy* berkelanjutan yang memberi dampak nyata bagi masyarakat.
Idealnya, ini harus dipertahankan hingga 25 tahun ke depan demi menyambut visi Indonesia Emas 2045," tegas Abdul Rivai dalam pernyataannya.
Meski program MBG sempat menuai gelombang kritik dan diskusi hangat di berbagai media sosial, APPMBGI menilai diskursus tersebut sebagai bentuk perhatian publik yang positif.
Namun, Rivai mengingatkan bahwa manfaat riil di lapangan jauh lebih signifikan dibandingkan polemik digital.
Program ini dinilai menjadi instrumen krusial dalam:
Menekan Angka Stunting: Memberikan intervensi nutrisi langsung kepada anak-anak dan kelompok rentan.
Meningkatkan Kualitas Gizi: Memperbaiki pola konsumsi masyarakat secara menyeluruh demi kecerdasan dan kesehatan bangsa.
Keadilan Sosial: Membantu keluarga kurang mampu dalam memenuhi kebutuhan pokok yang bergizi secara konsisten.
Sebagai wadah para pengelola dapur, APPMBGI memegang peran vital dalam menjamin kualitas setiap porsi makanan yang didistribusikan.
Asosiasi berkomitmen ketat dalam menjaga standar keamanan pangan (food safety) serta memastikan rantai pasok dari hulu ke hilir tetap terjaga.
Baca Juga: Dilema Tiga Jam Raksasa: Bank of Japan di Antara Gejolak Iran, The Fed, dan Bayang-Bayang Fiskal
Hal ini mencakup kolaborasi aktif antara pengelola dapur dengan pemasok bahan makanan lokal, sehingga program MBG juga berfungsi sebagai penggerak ekonomi kerakyatan.
Dukungan lintas sektor yang diperkuat melalui berbagai forum nasional diharapkan mampu mengatasi kendala logistik dan memastikan distribusi yang merata ke seluruh pelosok negeri.
Dengan perencanaan yang matang dan komitmen jangka panjang, APPMBGI optimistis bahwa program Makan Bergizi Gratis akan menjadi pilar utama dalam membangun generasi masa depan Indonesia yang lebih kuat, sehat, dan kompetitif di kancah global. (*)
Editor : Ghina Nailal Husna