Ambyar Blora Catatan Ekonomi Entertainment Fashion Feature Grobogan Hobi Inspirashe Internasional Jateng Jepara Karimunjawa Kesehatan Kudus Kuliner Lifestyle Mlaku Bareng Nasional Olahraga Otomotif Pati pedoman media siber Pendidikan Religi Rembang Sportainment Teknologi Unisnu Mengabdi Wisata

Tragedi di Little Aresha Jogja: 103 Anak Terdampak, Puluhan Korban Mengalami Kekerasan Fisik Keji

Ghina Nailal Husna • Minggu, 26 April 2026 | 18:18 WIB
Ilustrasi kekerasan anak
Ilustrasi kekerasan anak

 

RADAR KUDUS – Tabir gelap yang menyelimuti daycare Little Aresha di Sorosutan, Umbulharjo, Kota Yogyakarta, akhirnya tersingkap.

Sebuah tempat yang seharusnya menjadi rumah kedua yang aman bagi balita, justru bertransformasi menjadi ruang penuh trauma. 

Melalui penggerebekan yang dilakukan aparat kepolisian pada Jumat (24/4/2026), terungkap fakta mengerikan mengenai praktik kekerasan sistematis yang menimpa ratusan anak titipan.

Baca Juga: Transformasi Pendidikan Tinggi: Pemerintah Bakal Tutup Program Studi yang Tak Relevan dengan Masa Depan

Berdasarkan data penyelidikan sementara, skala pelanggaran di Little Aresha jauh melampaui dugaan awal.

Tercatat sebanyak 103 anak terdampak oleh operasional daycare ini, di mana 53 anak di antaranya dikonfirmasi telah mengalami kekerasan fisik secara langsung.

Laporan kepolisian mengungkapkan metode pendisiplinan yang sangat tidak manusiawi. Anak-anak yang dianggap rewel atau tidak bisa diam dilaporkan mengalami tindakan kekerasan mulai dari tangan yang diikat hingga mulut yang dibekap agar tidak bersuara. 

Fakta-fakta ini diperkuat dengan beredarnya rekaman video internal yang memperlihatkan kondisi anak-anak dalam posisi tidak wajar dan memprihatinkan di dalam ruangan.

Penggerebekan ini menjadi jawaban menyakitkan bagi banyak orang tua yang sebelumnya merasa curiga namun ragu.

Beberapa orang tua melaporkan sering menemukan luka lebam pada tubuh anak mereka, yang selama ini diklaim oleh pihak pengelola sebagai akibat dari "jatuh saat bermain".

 "Kami baru sadar bahwa perubahan perilaku anak kami—seperti sering ketakutan secara tiba-tiba dan luka memar yang tidak wajar—ternyata adalah tanda kekerasan yang selama ini mereka sembunyikan di balik tembok daycare ini," ujar salah satu orang tua korban dengan nada hancur.

Saat ini, lokasi Little Aresha telah ditutup total dan dipasangi garis polisi guna kepentingan olah TKP (Tempat Kejadian Perkara).

Tim penyidik tengah mengumpulkan barang bukti digital dan fisik untuk menjerat pihak-pihak yang bertanggung jawab, termasuk pengelola dan pengasuh yang terlibat.

Selain luka fisik, dampak yang paling dikhawatirkan adalah trauma psikologis. Sejumlah anak dilaporkan menunjukkan gejala kecemasan hebat dan ketakutan saat melihat orang asing atau saat akan ditinggal sendirian. 

Pemerintah Kota Yogyakarta pun mulai mengerahkan tim psikolog untuk memberikan trauma healing bagi para korban kecil ini.

Baca Juga: 8 Jenis Pisang Pendek yang Cocok di Halaman Rumah, Praktis, Estetis, dan Mudah Panen

Masyarakat dan para orang tua menuntut agar proses hukum berjalan dengan sangat tegas tanpa pandang bulu.

Kasus ini menjadi alarm keras bagi pengawasan tempat penitipan anak di Indonesia, khususnya di wilayah Yogyakarta, agar peristiwa keji serupa tidak pernah terulang kembali di masa depan.

Pihak kepolisian berkomitmen untuk mengusut tuntas motif dan durasi kekerasan ini berlangsung, serta memastikan seluruh pelaku mendapatkan hukuman yang setimpal sesuai dengan Undang-Undang Perlindungan Anak yang berlaku. (*)

Editor : Ghina Nailal Husna
#Daycare Little Aresha #Penganiayaan Jogja #kekerasan anak #polresta yogyakarta #perlindungan anak