RADAR KUDUS — Sampai hari keempat pelaksanaan ibadah haji 1447 H/2026 M, sebanyak 15.349 jemaah haji asal Indonesia telah diterbangkan ke Arab Saudi.
Angka tersebut terdiri dari 40 kelompok terbang (kloter) yang diberangkatkan dari beberapa embarkasi di Indonesia menuju Madinah dan Mekkah.
Data keberangkatan hingga hari keempat
Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) mencatat bahwa sampai 23 April 2026, sebanyak 40 kloter dengan 15.349 jemaah telah berangkat ke Arab Saudi sebagai bagian dari pelaksanaan haji 2026.
Dari jumlah tersebut, 25 kloter atau 9.884 jemaah sudah tiba di Madinah dan langsung menerima layanan dasar, termasuk akses kesehatan dan akomodasi.
Baca Juga: Rekor Sejarah Bulog, Capaian Stok Beras Nasional Tembus 5 Juta Ton
Di Madinah, jemaah diakomodasi di tempat tinggal yang telah disiapkan pemerintah, dan petugas kesehatan tetap memonitor keadaan fisik para tamu Allah.
Data sementara menunjukkan bahwa beberapa jemaah menjalani pemeriksaan di klinik kesehatan haji, termasuk beberapa yang harus dirujuk ke Klinik Kesehatan Haji Indonesia (KKHI) dan rumah sakit setempat.
Fokus pemerintah pada kesehatan
Pemerintah Indonesia menekankan bahwa kesehatan dan kesejahteraan jemaah adalah prioritas utama, terutama di tengah suhu panas di Madinah yang mencapai sekitar 34 derajat Celsius dengan kelembapan sebesar 25 persen.
Baca Juga: El Nino “Godzilla” 2026: Musim Kemarau Lebih Panjang, Ini Dampaknya
Jemaah disarankan untuk banyak minum, menggunakan penutup kepala, mengenakan pakaian yang nyaman, dan mengikuti petunjuk petugas untuk menghindari aktivitas berlebihan sebelum tiba di Madinah.
Menjelang keberangkatan, sejumlah embarkasi di Indonesia mengurangi kegiatan seremonial pelepasan jemaah agar jemaah bisa beristirahat dengan lebih optimal sebelum perjalanan panjang ke Tanah Suci.
Langkah ini dinilai penting untuk menjaga stamina jemaah, mengingat sebagian besar calon haji adalah orang tua yang rentan mengalami dehidrasi atau kelelahan saat menunggu penerbangan.
Suhu tinggi serta kelembapan rendah di Madinah menjadi perhatian khusus karena dapat memicu masalah kesehatan, mulai dari dehidrasi ringan hingga kelelahan yang parah.
Baca Juga: Masih Ada Celah, Komdigi Sebut Roblox Belum Penuhi Standar Perlindungan Anak pada PP Tunas
Petugas kesehatan serta da’i di lapangan terus mengingatkan jemaah untuk memanfaatkan waktu istirahat dengan baik, tidak beraktivitas di luar akomodasi pada saat terpanas, dan segera melapor jika merasa pusing, lemas, atau mual.
Jumlah 15.349 jemaah yang sudah diberangkatkan merupakan bagian dari total kuota haji Indonesia di tahun 2026 yang ditetapkan sebanyak 221.000 jemaah, terdiri dari 203.320 kuota untuk haji reguler dan 17. 680 kuota untuk haji khusus.
Proses pemberangkatan akan dilakukan secara bertahap dalam dua gelombang besar, dengan puncak wukuf di Arafah diperkirakan berlangsung pada 26 Mei 2026.
Baca Juga: Perubahan Peta Perbatasan, Indonesia Peroleh Tambahan 127,3 Hektare di Pulau Sebatik
Pemerintah memastikan bahwa proses keberangkatan akan berlanjut secara bertahap setelah hari keempat, dengan penyesuaian jadwal penerbangan dan keberangkatan untuk mengurangi kepadatan di bandara dan akomodasi di Arab Saudi.
Dengan cara ini, diharapkan seluruh jemaah Indonesia yang menerima kuota dapat melaksanakan rukun Islam kelima dengan teratur, aman, dan sehat.
Editor : Anita Fitriani