Ambyar Blora Catatan Ekonomi Entertainment Fashion Feature Grobogan Hobi Inspirashe Internasional Jateng Jepara Karimunjawa Kesehatan Kudus Kuliner Lifestyle Mlaku Bareng Nasional Olahraga Otomotif Pati Pendidikan Religi Rembang Sportainment Teknologi Unisnu Mengabdi Wisata

Duka Misi Perdamaian: Prajurit TNI Gugur di Lebanon, Posisi UNIFIL Diserang Proyektil

Ali Mustofa • Sabtu, 25 April 2026 | 10:57 WIB
Praka Rico Pramudia. (Tangkapan layar ig resmi Kementerian Pertahanan).
Praka Rico Pramudia. (Tangkapan layar ig resmi Kementerian Pertahanan).

RADAR KUDUS – Kabar duka kembali datang dari misi perdamaian dunia.

Praka Rico Pramudia dinyatakan gugur setelah hampir satu bulan menjalani perawatan akibat luka serius yang dideritanya dalam serangan artileri yang diduga berasal dari Israel terhadap posisi United Nations Interim Force in Lebanon (UNIFIL) pada 29 Maret lalu di wilayah Adchit Al-Qusayr, Lebanon.

Juru Bicara Sekretaris Jenderal PBB, Stephane Dujarric, menyampaikan bahwa prajurit TNI tersebut wafat pada Jumat (24/4) setelah dirawat intensif di rumah sakit di Beirut.

Insiden yang sama sebelumnya telah merenggut nyawa Praka Farizal Rhomadhon.

Hasil temuan awal penyelidikan UNIFIL menunjukkan bahwa proyektil yang ditembakkan dari tank Merkava menghantam posisi pasukan penjaga perdamaian.

Peristiwa itu menewaskan dua prajurit Indonesia dan menambah daftar korban di tengah memanasnya konflik antara Israel dan Hizbullah di Lebanon selatan sejak awal Maret.

Sekretaris Jenderal PBB Antonio Guterres menyampaikan belasungkawa mendalam kepada keluarga korban, pemerintah, dan rakyat Indonesia.

Ia kembali menegaskan bahwa seluruh pihak wajib mematuhi hukum internasional dan menjamin keselamatan personel penjaga perdamaian.

Serangan terhadap pasukan PBB disebut sebagai pelanggaran serius hukum humaniter internasional yang berpotensi dikategorikan sebagai kejahatan perang.

Dengan wafatnya Praka Rico, total enam personel UNIFIL dilaporkan meninggal dalam eskalasi konflik terbaru.

Empat di antaranya merupakan prajurit TNI yang gugur dalam kurun waktu satu bulan terakhir. 

Selain Praka Farizal, dua prajurit lain yakni Kapten Inf Zulmi Aditya Iskandar dan Sertu Muhammad Nur Ikhwan juga tewas saat konvoi yang mereka kawal diserang pada 30 Maret.

Tak hanya Indonesia, Prancis juga kehilangan dua tentaranya setelah patroli mereka diserang pada 18 April.

Pemerintah melalui Kementerian Luar Negeri Republik Indonesia menegaskan bahwa sejak awal insiden, koordinasi intensif dilakukan bersama UNIFIL dan pemerintah Lebanon untuk memastikan penanganan medis terbaik bagi almarhum.

Namun, luka berat yang dialami membuat nyawanya tidak dapat diselamatkan.

Pemerintah Indonesia juga memastikan proses pemulangan jenazah akan dilakukan secepatnya dengan penghormatan militer penuh.

Selain itu, Indonesia kembali mengecam keras serangan terhadap pasukan penjaga perdamaian serta mendesak investigasi menyeluruh, transparan, dan akuntabel oleh PBB.

Di tengah situasi yang kian memanas, Indonesia menegaskan bahwa keselamatan peacekeepers tidak dapat ditawar.

Evaluasi menyeluruh terhadap aspek keamanan dan penguatan mitigasi risiko di wilayah operasi UNIFIL pun terus didorong demi melindungi seluruh personel di lapangan.

Editor : Ali Mustofa
#UNIFIL #jenazah #lebanon #indonesia #pbb