RADAR KUDUS — Perum Bulog telah mencatatkan sebuah sejarah baru dengan mencatat stok beras Cadangan Pangan Pemerintah (CPP) mencapai 5 juta ton untuk kali pertama dalam sejarah, menjadi momen penting dalam memperkuat ketahanan pangan di tingkat nasional.
Pengumuman tersebut disampaikan secara resmi pada Kamis, 23 April 2026, ketika Direktur Utama Bulog, Letnan Jenderal TNI (Purn) Dr. Ahmad Rizal Ramdhani, bersama Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman melakukan pemeriksaan langsung ke Gudang Filial Bulog Cabang Karawang.
"Alhamdulillah, per pagi ini, Kamis tanggal 23 April 202 6stok beras yang ada di gudang Bulog menembus angka 5.000.198 ton," kata Rizal dikutip dari majalah hortus.
Hal itu menekankan bahwa angka ini bukan hanya sekadar statistik, melainkan wujud nyata komitmen pemerintah untuk memastikan ketersediaan pangan bagi masyarakat.
Baca Juga: Menko Pangan Zulhas Pastikan Stok Beras Aman Sampai Akhir 2027
Keberhasilan Bulog dalam mencapai stok beras 5 juta ton merupakan hasil dari kolaborasi yang kuat sepanjang tahun 2025 hingga awal 2026, dimulai dengan optimalisasi penyerapan gabah dan beras langsung dari para petani lokal tanpa bergantung pada impor.
Pada periode Januari-Mei 2025, penyerapan beras oleh Bulog telah mencatat rekor tertinggi dalam 57 tahun terakhir, meningkat dari 1,7 juta ton menjadi 3,5 juta ton, didukung oleh proyeksi produksi nasional yang mencapai 34,77 juta ton menurut Badan Pusat Statistik (BPS).
Selain itu, terdapat dukungan dari peningkatan koordinasi lintas sektor bersama pemerintah daerah dan Kementerian Pertanian, serta perluasan infrastruktur gudang yang kini terdiri dari lebih dari 1.500 gudang milik sendiri dan 1.200 gudang mitra sewaan di seluruh Indonesia, menjamin penyimpanan yang aman dan distribusi yang merata.
Baca Juga: Kabar Gembira! Stok Beras Bulog Rekor 4,7 Juta Ton Per April 2026
Direktur Utama Bulog mengungkapkan bahwa pencapaian ini menjadi landasan yang kuat untuk menjaga stabilitas pasokan dan harga beras di tengah berbagai tantangan global seperti krisis pangan dan perubahan cuaca.
Stok yang sebesar ini berfungsi sebagai penstabil pasar, mampu mengatasi gejolak harga, mempersiapkan diri untuk situasi darurat seperti bencana alam, serta mendukung program bantuan pangan pemerintah, termasuk bansos beras.
Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman memberikan penghargaan yang tinggi atas kerja keras tim Bulog, dengan menyatakan, "Terima kasih kepada Pak Dirut Bulog dan jajarannya yang sudah berusaha keras sehingga stok cadangan beras pemerintah bisa mencapai 5 juta ton pagi ini," dikutip dari majalah hortus.
Dampak positif dari pencapaian ini tidak hanya dirasakan dalam ketahanan pangan nasional, tetapi juga meningkatkan kesejahteraan petani dengan serapan yang melonjak signifikan, mencapai 1,06 juta ton hanya dalam bulan April 2025.
Baca Juga: Kenaikan Harga Plastik Tak Sentuh Harga Beras, Bulog Jamin Harga Tetap Stabil
Bulog tidak hanya berfungsi sebagai penjaga stok, kini ia berperan sebagai penggerak utama ekosistem pangan nasional yang mendukung swasembada dan kedaulatan pangan.
Menyongsong masa depan, Bulog optimis bahwa fondasi ini akan mendorong kinerja yang berkelanjutan melalui kerja sama yang lebih erat dengan para petani, pemerintah daerah, dan pemangku kepentingan lainnya.
Upaya ini diharapkan dapat mewujudkan visi kemandirian pangan nasional secara berkelanjutan, di mana masyarakat memiliki akses terhadap pangan yang cukup, terjangkau, dan berkualitas.
Dengan semangat baru dari pencapaian bersejarah ini, Bulog siap menghadapi berbagai dinamika di masa yang akan datang, memastikan Indonesia tetap tangguh dalam menghadapi tantangan pangan global. (*)
Editor : Anita Fitriani