Ambyar Blora Catatan Ekonomi Entertainment Fashion Feature Grobogan Hobi Inspirashe Internasional Jateng Jepara Karimunjawa Kesehatan Kudus Kuliner Lifestyle Mlaku Bareng Nasional Olahraga Otomotif Pati pedoman media siber Pendidikan Religi Rembang Sportainment Teknologi Unisnu Mengabdi Wisata

Diplomasi "Hallyu": Presiden Prabowo Bidik Peningkatan Konser K-Pop untuk Dongkrak Ekonomi Kreatif

Ghina Nailal Husna • Kamis, 23 April 2026 | 14:35 WIB
Presiden Prabowo Bidik Peningkatan Konser K-Pop untuk Dongkrak Ekonomi Kreatif
Presiden Prabowo Bidik Peningkatan Konser K-Pop untuk Dongkrak Ekonomi Kreatif

 

RADAR KUDUS — Angin segar berembus bagi para pecinta budaya pop Korea di tanah air. Pemerintah Indonesia di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto mulai melirik potensi industri hiburan, khususnya musik K-Pop, sebagai salah satu motor penggerak ekonomi kreatif dan pariwisata nasional. 

Rencana strategis ini mengemuka setelah Menteri Luar Negeri, Sugiono, membeberkan arah kebijakan luar negeri dan ekonomi yang kini juga menyasar sektor hiburan masif.

Pemerintah menilai bahwa tingginya antusiasme masyarakat Indonesia terhadap Korean Wave bukan sekadar tren konsumsi, melainkan peluang investasi yang menjanjikan.

Baca Juga: Tragedi Nur Riska: Nestapa Mahasiswa UNY di Tengah Melambungnya Biaya Pendidikan Tinggi

Presiden Prabowo Subianto secara spesifik menekankan pentingnya meningkatkan frekuensi gelaran konser skala besar di Indonesia.

 Langkah ini diambil guna memenuhi permintaan pasar dalam negeri yang sangat besar sekaligus memutar roda ekonomi melalui sektor pariwisata, perhotelan, hingga UMKM di sekitar lokasi acara.

 "Bapak Presiden berencana untuk meningkatkan jumlah konser bagi para pecinta K-Pop. Beliau melihat ini sebagai bagian dari upaya memperkuat ekonomi kreatif kita," ungkap Sugiono dalam sebuah kesempatan resmi.

Keinginan ini juga didasari oleh fakta bahwa jumlah penggemar K-Pop di Indonesia merupakan salah satu yang terbesar di dunia.

Dengan membawa lebih banyak artis papan atas ke Jakarta maupun kota-kota besar lainnya, pemerintah berharap dapat menarik wisatawan mancanegara dari negara tetangga untuk turut berbondong-bondong ke Indonesia demi menyaksikan idola mereka.

Menariknya, diplomasi budaya ini tidak hanya searah. Menlu Sugiono turut mengapresiasi adanya keterlibatan putra-putri bangsa yang kini berhasil menembus ketatnya persaingan industri K-Pop di Korea Selatan.

Pengakuan ini menjadi sinyal bahwa kolaborasi antara kedua negara di masa depan dapat mencakup pertukaran bakat dan transfer pengetahuan di bidang industri kreatif.

Langkah serius pemerintah dalam mempererat hubungan dengan Korea Selatan telah dibuktikan melalui kunjungan kerja Presiden Prabowo ke Korea Selatan dan Jepang pada akhir Maret lalu.

Baca Juga: Jagat Maya Gempar: Spekulasi Artis Inisial AZ Hamil di Luar Nikah, Nama Adhisty Zara Terseret

Kunjungan tersebut bukan sekadar seremoni, melainkan menghasilkan kesepakatan kerja sama ekonomi yang fantastis senilai 10 miliar dolar AS atau setara dengan Rp165 triliun.

Sebagian dari investasi ini diharapkan dapat mengalir ke sektor digital, teknologi, dan infrastruktur pendukung industri hiburan.

Dengan kucuran dana segar dan komitmen politik yang kuat, Indonesia bersiap bertransformasi menjadi pusat hiburan baru di kawasan Asia Tenggara, di mana konser K-Pop akan menjadi salah satu pilar penarik devisa negara. (*)

Editor : Ghina Nailal Husna
#Sugiono #Investasi Korea Selatan #ekonomi kreatif #konser k-pop #prabowo subianto