Ambyar Blora Catatan Ekonomi Entertainment Fashion Feature Grobogan Hobi Inspirashe Internasional Jateng Jepara Karimunjawa Kesehatan Kudus Kuliner Lifestyle Mlaku Bareng Nasional Olahraga Otomotif Pati Pendidikan Religi Rembang Sportainment Teknologi Unisnu Mengabdi Wisata

WASPADA! Muncul 14 Zona Merah Terbaru, Megathrust Kembali Mengancam

Zakaria • Kamis, 23 April 2026 | 14:20 WIB
Segmen zona megathrust di selatan Jawa dan Sumatra. (Dok. Jurnal On the potential for megathrust earthquakes and tsunamis off the southern coast of West Java and southeast Sumatra, Indonesia)
Segmen zona megathrust di selatan Jawa dan Sumatra. (Dok. Jurnal On the potential for megathrust earthquakes and tsunamis off the southern coast of West Java and southeast Sumatra, Indonesia)

 RADAR KUDUS - Posisi Indonesia yang berada di jalur Ring of Fire atau Cincin Api Pasifik kian menegaskan statusnya sebagai wilayah rawan bencana. Berdasarkan pembaruan pada Peta Sumber dan Bahaya Gempa Indonesia 2024, tercatat ada 14 zona megathrust yang kini mengepung wilayah Tanah Air.

Jumlah ini mengalami peningkatan dibandingkan peta edisi 2017 yang sebelumnya hanya mencatat 13 zona. Penambahan satu zona baru ini menjadi sinyal kuat bagi pemerintah dan masyarakat untuk meningkatkan mitigasi bencana.

Baca Juga: BMKG Sebut Kemarau 2026 Belum Merata, Ini Alasan Hujan Masih Turun di Banyak Wilayah Indonesia

Anggota Akademi Ilmu Pengetahuan Indonesia (AIPI) sekaligus Guru Besar ITB, Iswandi Imran, mengungkapkan bahwa peta terbaru menunjukkan kerapatan kontur bahaya yang lebih tinggi. Hal ini mengindikasikan adanya peningkatan risiko gempa di sejumlah daerah tertentu dibandingkan tahun-tahun sebelumnya.

Daftar 14 Zona Megathrust dan Potensi Kekuatannya

Berdasarkan data resmi Peta Sumber dan Bahaya Gempa Indonesia 2024, berikut adalah sebaran zona megathrust beserta potensi magnitudo (M) maksimum yang bisa dihasilkan:

Baca Juga: BMKG Ungkap Gempa Maluku Utara Termasuk Megathrust, Potensi Susulan Masih Ada

Aceh-Andaman: Potensi magnitudo 9,2

Nias-Simeulue: Potensi magnitudo 8,7

Batu: Potensi magnitudo 7,8

Mentawai-Siberut: Potensi magnitudo 8,9

Mentawai-Pagai: Potensi magnitudo 8,9

Enggano: Potensi magnitudo 8,9

Jawa: Potensi magnitudo 9,1

Jawa bagian Barat: Potensi magnitudo 8,9

Jawa bagian Timur: Potensi magnitudo 8,9

Sumba: Potensi magnitudo 8,9

Sulawesi Utara: Potensi magnitudo 8,5

Palung Cotobato: Potensi magnitudo 8,3

Filipina Selatan: Potensi magnitudo 8,2

Filipina Tengah: Potensi magnitudo 8,1

Fenomena 'Seismic Gap': Menunggu Waktu Bukan Berarti Ramalan

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memberikan perhatian khusus pada dua zona yang saat ini masuk dalam kategori seismic gap, yakni Megathrust Selat Sunda dan Mentawai-Siberut. Kedua wilayah ini sudah ratusan tahun tidak melepaskan energi besarnya.

Terkait narasi "tinggal menunggu waktu" yang sempat viral, BMKG memberikan klarifikasi tegas agar masyarakat tidak terjebak dalam kepanikan:

"Istilah ilmiah ini digunakan sebagai bentuk kewaspadaan berdasarkan data sejarah dan geologi. Dalam UU No. 31/2009, BMKG bertanggung jawab atas pengamatan dan pelayanan informasi terkait gempa bumi dan tsunami," tulis BMKG melalui akun resminya. (*)

Editor : Zakaria
#megathrust #sesar aktif #yogyakarta #zona merah #bmkg