Ambyar Blora Catatan Ekonomi Entertainment Fashion Feature Grobogan Hobi Inspirashe Internasional Jateng Jepara Karimunjawa Kesehatan Kudus Kuliner Lifestyle Mlaku Bareng Nasional Olahraga Otomotif Pati Pendidikan Religi Rembang Sportainment Teknologi Unisnu Mengabdi Wisata

Siswa MAN 2 Kudus Raih Medali Emas di ISRC 2026, Tegaskan Dominasi di Bidang Riset Pelajar

Admin • Rabu, 22 April 2026 | 15:11 WIB
BERPRESTASI: Hanisa Cahya Zilarisna (XI-3), Aqila Ditahayu (XI-3), Keisha Azalia Bellini Birton (X-12), Nabeela Cikal Samara (X-12) berhasil membawa medali emas dalam bidang humaniora & ilmu sosial (Indonesian Student Research Competition (ISRC) 2026) oleh Indonesia Scientific Society (ISS).
BERPRESTASI: Hanisa Cahya Zilarisna (XI-3), Aqila Ditahayu (XI-3), Keisha Azalia Bellini Birton (X-12), Nabeela Cikal Samara (X-12) berhasil membawa medali emas dalam bidang humaniora & ilmu sosial (Indonesian Student Research Competition (ISRC) 2026) oleh Indonesia Scientific Society (ISS).

JAKARTA — Ajang Indonesian Student Research Competition 2026 yang diselenggarakan oleh Indonesia Scientific Society pada 17–19 April 2026 di de Java Hotel menjadi panggung persaingan riset pelajar tingkat nasional. Ratusan tim dari seluruh Indonesia berkompetisi ketat, dengan lebih dari 700 pendaftar yang diseleksi menjadi hanya 20–25 tim terbaik di setiap bidang.

Di tengah kompetisi berstandar tinggi tersebut, MAN 2 Kudus kembali menunjukkan dominasinya. Sekolah ini berhasil meraih medali emas pada kategori Bidang Ilmu Sosial dan Humaniora (BISH) tingkat SMA.

Tim MAN 2 Kudus mengangkat penelitian berjudul “Limbah Program Makan Bergizi Gratis (MBG) sebagai Indikator Implementasi Kebijakan: Analisis Partisipasi dan Perilaku Konsumsi Siswa”. Tim tersebut terdiri dari Hanisa Cahya Zilarisna, Aqila Ditahayu, Keisha Azalia Bellini Birton, dan Nabeela Cikal Samara.

Sejak awal presentasi, tim tampil dengan pendekatan yang sistematis dan terstruktur. Argumen disusun secara logis, didukung data yang kuat, serta penyampaian analisis kebijakan yang tajam. Dalam dua babak penilaian yang menuntut konsistensi dan ketahanan mental, performa tim tetap stabil hingga akhir.

Menariknya, tim MAN 2 Kudus tampil pada urutan terakhir—posisi yang umumnya kurang menguntungkan. Namun, mereka justru mampu memanfaatkan momen tersebut menjadi puncak penampilan. Presentasi yang solid serta kemampuan menjawab pertanyaan juri dengan terukur membuat mereka mendapat respons luar biasa, termasuk standing ovation dari audiens.

KEREN
KEREN

Dewan juri yang terdiri dari akademisi ternama, seperti Chaerul Rochman, Hendra Gunawan, Fenny M. Dwivany, dan Rajesri Govindaraju, memberikan apresiasi tinggi terhadap kualitas riset dan performa tim. Salah satu momen yang menonjol adalah ketika Prof. Chaerul Rochman secara langsung mengajak tim untuk berfoto bersama—sebuah bentuk penghargaan yang jarang terjadi dalam kompetisi.

Keberhasilan ini tidak lepas dari peran pembimbing Muhammad Najih Irfani, S.T., M.Pd. Di bawah bimbingannya, MAN 2 Kudus kembali mengulang prestasi tahun sebelumnya dengan meraih medali emas di bidang yang sama. Pendekatan lintas disiplin yang diterapkan, memadukan latar belakang teknik dengan analisis sosial, menjadi kekuatan utama dalam menghasilkan riset yang komprehensif dan sulit ditandingi.

Dengan dua medali emas berturut-turut, MAN 2 Kudus kini tidak hanya berstatus sebagai juara bertahan, tetapi juga menjadi tolok ukur baru dalam kompetisi riset pelajar nasional. Keberhasilan ini semakin mengukuhkan posisi mereka sebagai salah satu kekuatan utama yang diperhitungkan dalam dunia riset tingkat pelajar di Indonesia.

Editor : Admin
#ISS #ISRC #MAN 2 Kudus