Evakuasi Dramatis dari Puncak Bukit, 8 Korban Helikopter PK-CFX Berhasil Dievakuasi

Ali Mustofa • Dipublikasikan Jumat, 17 April 2026 | 14:01 WIB
Tim SAR Gabungan mengevakuasi jenazah para korban kecelakaan helikopter di Kalbar. (TNI AD)
Tim SAR Gabungan mengevakuasi jenazah para korban kecelakaan helikopter di Kalbar. (TNI AD)

RADAR KUDUS – Basarnas memastikan jumlah korban dalam kecelakaan helikopter Airbus H130 PK-CFX mencapai delapan orang, terdiri dari dua kru dan enam penumpang.

Setelah lokasi jatuhnya pesawat ditemukan pada Kamis sore (16/4), proses evakuasi korban dilanjutkan oleh Tim SAR Gabungan pada Jumat (17/4).

Kepala Basarnas Marsekal Madya TNI Mohammad Syafii menyampaikan bahwa dalam penerbangan tersebut terdapat delapan orang di dalam helikopter.

Berdasarkan data tim SAR, korban terdiri dari Kapten Marindra sebagai pilot, Harun Arasyd selaku kopilot, serta enam penumpang yakni Patrick K, Victor T, Charles L, Joko C, Fauzi O, dan Sugito.

Seluruh korban ditemukan dalam kondisi meninggal dunia dan saat ini proses evakuasi jenazah terus dilakukan.

Dukungan penuh terhadap operasi kemanusiaan ini juga datang dari jajaran TNI AD.

Asops Kasdam XII/Tanjungpura Kolonel Infanteri Ahmad Daud Harahap menyebut ratusan personel dikerahkan untuk mempercepat pencarian dan evakuasi.

Langkah tersebut dilakukan atas perintah Pangdam XII/Tanjungpura Mayjen TNI Novi Rubadi Sugito setelah koordinasi dengan Tim SAR Gabungan.

Operasi di lapangan dipimpin langsung oleh Danrem 121/Alambhana Wanawai Brigjen TNI Purnomosidi dengan melibatkan personel dari Kodim 1204/Sanggau, Yonif TP 833/Bumi Daranante, serta Yonif 642/Kapuas.

Seluruh pasukan telah bergerak menuju lokasi jatuhnya helikopter untuk membantu proses evakuasi.

Evakuasi dilakukan dengan mempertimbangkan cuaca ekstrem dan medan yang sulit dijangkau.

Sebelumnya, helikopter dilaporkan lepas landas pukul 08.34 WIB menuju Kabupaten Kubu Raya dengan membawa delapan orang.

Namun, lima menit setelah mengudara, AirNav kehilangan kontak dengan pesawat tersebut.

Kepala Kantor SAR Kelas A Pontianak I Made Junetra menjelaskan operasi SAR telah berlangsung sejak Kamis (16/4) di wilayah Kabupaten Sanggau, Kalimantan Barat.

Tim bekerja secara hati-hati karena lokasi jatuhnya helikopter berada di medan perbukitan yang sulit dijangkau.

Proses pengangkatan korban dari puing helikopter selesai pada pukul 22.00 WIB.

Selanjutnya, jenazah diturunkan dari puncak bukit menuju Posko Lapangan SAR hingga rampung sekitar pukul 05.00 WIB.

Pada pukul 05.52 WIB, seluruh korban dimasukkan ke dalam ambulans.

Sebanyak delapan unit ambulans disiagakan untuk mendukung evakuasi lanjutan.

Sebelum dibawa ke Rumah Sakit Bhayangkara, jenazah terlebih dahulu dibawa ke Yonif 642/Kapuas Sanggau pada pukul 06.05 WIB.

Perjalanan darat diperkirakan memakan waktu sekitar 3,5 jam dengan estimasi tiba pukul 08.30 WIB.

Untuk mempercepat proses, TNI AU menyiapkan satu unit Helikopter Super Puma dari Lanud Supadio menuju Lapangan Yonif 642/Kapuas Sanggau dengan waktu tempuh sekitar 45 menit atau sejauh 81 nautical mile.

Junetra mengapresiasi kerja keras seluruh unsur yang terlibat.

Menurutnya, operasi berjalan lancar berkat koordinasi dan sinergi yang kuat antarinstansi. 

Ia menilai keberhasilan ini menjadi bukti soliditas dan profesionalisme Tim SAR Gabungan dalam menjalankan misi kemanusiaan.

Editor : Ali Mustofa
tim sar penerbangan pesawat helikopter basarnas