Tragedi Helikopter PK-CFX Jatuh di Hutan Sanggau, Delapan Penumpang dan Kru Tewas, Ini Daftarnya

Ali Mustofa • Dipublikasikan Jumat, 17 April 2026 | 13:52 WIB
Tim SAR Gabungan mengevakuasi jenazah para korban kecelakaan helikopter di Kalbar. (TNI AD)
Tim SAR Gabungan mengevakuasi jenazah para korban kecelakaan helikopter di Kalbar. (TNI AD)
RADAR KUDUS – Sebuah helikopter jenis Airbus Helicopter EC 130 T2 bernomor registrasi PK-CFX dilaporkan mengalami kecelakaan di kawasan hutan Kabupaten Sanggau, Kalimantan Barat, pada Kamis (16/4).

Helikopter milik PT Matthew Air Nusantara itu membawa delapan orang, terdiri atas seorang pilot, teknisi, dan enam penumpang.

Seluruh penumpang dan kru di dalam pesawat dinyatakan meninggal dunia dalam peristiwa tragis tersebut.

Pesawat diketahui berangkat dari Helipad PT Cipta Mahkota (CMA) menuju Helipad PT Graha Agro Nusantara 1 (GAN1).

Helikopter lepas landas pada pukul 07.37 WIB.

Namun sekitar satu jam kemudian, sinyal darurat mulai terdeteksi.

Direktur Jenderal Perhubungan Udara Lukman F. Laisa memaparkan kronologi kejadian, bahwa pada pukul 08.39 WIB pesawat mengirimkan sinyal darurat dari wilayah hutan Kalimantan Barat.

Selanjutnya, pada pukul 09.15 WIB helikopter dinyatakan hilang kontak. AirNav Indonesia kemudian mengeluarkan notifikasi keadaan darurat (DETRESFA) pada pukul 10.43 WIB sesuai prosedur yang berlaku.

Setelah upaya pencarian intensif dilakukan, tim SAR gabungan akhirnya menemukan lokasi jatuhnya helikopter di tengah kawasan hutan.

Sayangnya, tidak ada korban yang selamat.

Daftar Korban Kecelakaan Helikopter PK-CFX

Kementerian Perhubungan menyebutkan helikopter diawaki dua kru dan membawa enam penumpang. Identitas korban sebagai berikut:

Kru: Capt. Marindra Wibowo (Pilot), Harun Arasyid (Engineer)

Penumpang: Mr. Patrick K. (Warga Negara Malaysia), Mr. Victor T, Mr. Charles L, Mr. Joko C, Mr. Fauzie O, Mr. Sugito

Fokus Evakuasi dan Imbauan Pemerintah

Saat ini pemerintah memprioritaskan proses evakuasi seluruh jenazah dari lokasi kejadian. Koordinasi lintas instansi terus dilakukan agar penanganan berjalan lancar.

Direktorat Jenderal Perhubungan Udara bersama AirNav Indonesia, Basarnas, serta unsur TNI AU setempat masih bersinergi dalam proses evakuasi dan penanganan lanjutan di lokasi.

Kementerian Perhubungan juga mengimbau masyarakat agar tetap tenang dan tidak menyebarkan spekulasi mengenai penyebab kecelakaan sebelum hasil investigasi resmi diumumkan.

Editor : Ali Mustofa
penumpang kawasan hutan kalimantan barat identitas korban helikopter