Ambyar Blora Catatan Ekonomi Entertainment Fashion Feature Grobogan Hobi Inspirashe Internasional Jateng Jepara Karimunjawa Kesehatan Kudus Kuliner Lifestyle Mlaku Bareng Nasional Olahraga Otomotif Pati Pendidikan Religi Rembang Sportainment Teknologi Unisnu Mengabdi Wisata

Menko Pangan Zulhas Pastikan Stok Beras Aman Sampai Akhir 2027

Anita Fitriani • Jumat, 17 April 2026 | 10:52 WIB
Ilustrasi beras
Ilustrasi beras

 

 

 

RADAR KUDUS — Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan, yang akrab disapa Zulhas, memastikan bahwa ketersediaan beras di Indonesia sangat terjamin hingga akhir tahun 2027, meski menghadapi persoalan seperti kemarau ekstrem El Nino Godzilla dan ketegangan politik global.

 Pernyataan ini disampaikan oleh Zulhas pada 15-16 April 2026 dalam berbagai kesempatan, termasuk saat ia berkunjung ke SMA Negeri 1 Depok, Sleman, Yogyakarta, seperti yang telah diberitakan oleh Kumparan Bisnis, di mana Zulhas mengimbau agar masyarakat tidak perlu khawatir dengan memborong beras.

Keyakinan ini berdasar pada data yang kuat mengenai produksi dan cadangan beras, yang membuat Indonesia mampu menghadapi kemungkinan krisis pangan global.

Baca Juga: Harga Kemasan Plastik Meroket, Pedagang Pasar Curhat Langsung ke Menko Zulhas

Di pertengahan April 2026, Zulhas menjelaskan bahwa cadangan beras pemerintah sekarang ini mencapai 4,7 juta ton, sedangkan produksi beras domestik minimal diperkirakan sekitar 30 juta ton per tahun berdasarkan pengalaman musim kemarau terdahulu yang ekstrem.

Dengan kebutuhan konsumsi nasional sekitar 32 juta ton per tahun, kombinasi antara produksi minimum dan cadangan beras tersebut lebih dari cukup untuk menjaga ketersediaan pangan hingga 2027. "Stok kita ada 4,7 juta ton. Jadi, dengan 30 juta ditambah 4,7, kita aman hingga 2027," tegas Zulhas dikutip dari IDN Times Jogja, hal itu menyoroti bahwa bahkan dalam situasi kering yang ekstrem, produksi tidak pernah turun di bawah 30 juta ton.

Baca Juga: Kabar Gembira! Stok Beras Bulog Rekor 4,7 Juta Ton Per April 2026

Data dari Badan Pangan Nasional (Bapanas) juga menguatkan pernyataan ini, dengan stok beras pada awal 2026 mencapai 12,529 juta ton yang dapat mencukupi hampir lima bulan konsumsi bulanan sebesar 2,591 juta ton.

Proyeksi untuk produksi beras di tahun 2026 diperkirakan mencapai 34,7 juta ton, sehingga stok pada akhir tahun diperkirakan akan naik menjadi 16,194 juta ton, memperkuat ketahanan pangan dalam jangka waktu panjang.

Selain itu, produksi beras pada tahun 2025 menunjukkan surplus sebesar 4 juta ton, dan  positif serupa diperkirakan berlanjut di tahun 2026, memastikan pasokan beras aman hingga tahun depan.

Baca Juga: Perubahan Peta Perbatasan, Indonesia Peroleh Tambahan 127,3 Hektare di Pulau Sebatik

Zulhas juga membahas daya tahan Indonesia terhadap ancaman eksternal seperti konflik global yang dapat menyebabkan inflasi pangan, karena program swasembada dipercepat dari rencana yang semula lima tahun menjadi satu tahun.

Di tengah kekhawatiran tentang dampak El Nino yang diprediksi mengurangi hasil panen, cadangan Bulog sebesar 4 juta ton menjadi penyangga utama, khususnya menjelang Lebaran 1447 H/2026 di mana ketahanan pangan dijamin hingga 11 bulan ke depan.

Ia meminta masyarakat agar membeli beras secukupnya dan tidak terpengaruh oleh kabar palsu tentang kenaikan harga, karena harga tetap stabil sesuai dengan Harga Eceran Tertinggi (HET).

Baca Juga: Mentan: 4,6 Juta Ton Beras Tersedia, Indonesia Siap Hadapi Musim Kemarau 2026

Selanjutnya, Zulhas menambahkan bahwa komoditas pangan lainnya seperti ayam, telur, dan ikan juga mencukupi serta surplus hingga akhir tahun 2026.

Pernyataan ini tidak hanya menenangkan masyarakat, tetapi juga menunjukkan komitmen pemerintah dalam menjaga kestabilan pangan di tengah kondisi yang tak menentu.

Pada bulan Maret 2026, Zulhas telah memastikan bahwa ketersediaan pangan berada dalam kondisi aman tanpa masalah dalam pengadaan, di mana surplus produksi yang konsisten menjadi faktor kunci.

Baca Juga: Stok Beras Capai 4,5 Juta Ton, Pemerintah Jamin Pasokan Aman di Tengah Ancaman El Nino

Badan Pangan Nasional optimis penuh mengenai swasembada tahun 2026, didukung oleh data stok tinggi pada akhir tahun 2025.

Dengan demikian, hingga April 2026, tidak ada tanda-tanda kekurangan beras, dan proyeksi hingga tahun 2027 tetap positif meskipun ada potensi defisit akibat cuaca.

Pemerintah terus mengawasi keadaan melalui Bulog dan kerjasama antar kementerian untuk tindakan pencegahan. Warga dipinta untuk mempercayai kenyataan ini dan mendukung program ketahanan pangan nasional supaya Indonesia tetap mandiri. (*)

Editor : Anita Fitriani
#Menko Bidang Pangan Zulkifli Hasan #stok beras aman #stok beras nasional #zulkifli hasan