Evakuasi Helikopter PK-CFX Dimaksimalkan, Tim Gabungan Temukan Dugaan Serpihan dari Udara

Ali Mustofa • Dipublikasikan Jumat, 17 April 2026 | 09:42 WIB
Tangkapan visul lokasi jatuhnya Helikopter Airbus H130 PK-CFX di Kalbar. (Basarnas)
Tangkapan visul lokasi jatuhnya Helikopter Airbus H130 PK-CFX di Kalbar. (Basarnas)

RADAR KUDUSKantor Pencarian dan Pertolongan Pontianak menegaskan bahwa tim gabungan terus mengintensifkan proses evakuasi helikopter milik PT Matthew Air bernomor registrasi PK-CFX yang diduga jatuh di wilayah Kecamatan Nanga Taman, Kabupaten Sekadau, Kalimantan Barat.

Kepala Kansar Pontianak, I Made Junetra, menyampaikan bahwa hasil pengarahan awal menunjukkan adanya serpihan yang terpantau dari udara pada titik koordinat yang sebelumnya telah dipetakan.

Meski demikian, temuan tersebut masih bersifat indikasi awal karena berasal dari pengamatan udara.

Ia menjelaskan, koordinasi telah dilakukan bersama unsur terkait seperti TNI dan Polri.

Dari data pemantauan udara yang dilakukan berulang kali, tim memperoleh indikasi awal berupa puing yang diduga berasal dari helikopter tersebut. 

Pencarian udara sendiri telah dilakukan dua hingga tiga kali guna memastikan posisi jatuhnya pesawat, namun kelanjutan operasi tetap mempertimbangkan faktor cuaca serta keselamatan penerbangan.

Sementara itu, tim darat yang dipimpin On Scene Commander di Sintang terus bergerak mendekati lokasi yang diduga menjadi titik jatuh, meski harus menembus medan berat berupa lereng curam dan hutan lebat.

“Akses menuju lokasi sangat terbatas, namun tim di lapangan terus berupaya mendekati koordinat,” ujar Junetra.

Selain itu, Kansar Pontianak juga telah berkoordinasi dengan kepolisian terkait kesiapan tim Disaster Victim Identification (DVI) serta menyiapkan fasilitas pendukung seperti rumah sakit dan ambulans sebagai langkah antisipasi berbagai kemungkinan.

Data manifes penumpang telah diterima dari operator, namun identitas korban belum dapat dipastikan sebelum proses evakuasi dan verifikasi selesai.

Basarnas turut membuka posko utama di Pontianak sebagai pusat koordinasi sekaligus layanan informasi bagi keluarga korban.

Posko tambahan di sekitar lokasi kejadian akan disesuaikan dengan perkembangan operasi di lapangan.

Di lokasi yang sama, Komandan Lanud Supadio, Sidik Setiono, memastikan dukungan penuh dari TNI Angkatan Udara melalui pengerahan alutsista udara yang dilengkapi peralatan SAR.

Helikopter dari Lanud Supadio telah diterbangkan siang hari membawa personel SAR, termasuk pasukan khusus Paskhas, untuk melakukan pencarian dari udara.

Hasil pencarian udara kembali menemukan serpihan yang diduga bagian helikopter. Namun kepastian kondisi di lokasi masih menunggu verifikasi tim darat.

Operasi udara sempat terhambat hujan dan kondisi geografis berupa hutan lebat serta medan terjal, sehingga penerbangan tidak dilanjutkan hingga malam demi keselamatan personel.

Selain jalur udara, tim juga memetakan akses darat serta mencari titik pendaratan atau dropping zone yang memungkinkan bagi helikopter guna mendukung proses evakuasi.

Dalam operasi ini, TNI mengerahkan sekitar 290 personel dari berbagai satuan, termasuk Kodim dan batalyon infanteri, untuk memperkuat tim SAR.

Hingga kini, tim gabungan masih berupaya menjangkau lokasi yang diduga menjadi titik jatuhnya helikopter.

Operasi pencarian dan evakuasi direncanakan dilanjutkan kembali secara maksimal keesokan hari dengan tetap mengutamakan faktor keselamatan.

Helikopter jenis Airbus H130 T2 tersebut membawa delapan orang, yakni Kapten Marindra W (pilot), Harun Arasyd (co-pilot), serta enam penumpang: Patrick K, Victor T, Charles L, Joko C, Fauzie O, dan Sugito.

Berdasarkan kronologi, helikopter lepas landas dari helipad PT CMA di Desa Nanga Keruap, Kabupaten Melawi pukul 07.34 WIB, sebelum akhirnya dilaporkan hilang kontak pukul 08.39 WIB saat terbang menuju helipad PT GAN di Desa Teluk Bakung, Kabupaten Kubu Raya.

Editor : Ali Mustofa
ambulans evakuasi tni au helikopter kepolisian