Ambyar Blora Catatan Ekonomi Entertainment Fashion Feature Grobogan Hobi Inspirashe Internasional Jateng Jepara Karimunjawa Kesehatan Kudus Kuliner Lifestyle Mlaku Bareng Nasional Olahraga Otomotif Pati Pendidikan Religi Rembang Sportainment Teknologi Unisnu Mengabdi Wisata

Kabar Gembira! Stok Beras Bulog Rekor 4,7 Juta Ton Per April 2026

Anita Fitriani • Jumat, 17 April 2026 | 08:21 WIB
Ilustrasi beras
Ilustrasi beras

 

 

 

RADAR KUDUS — Perum Bulog telah mencapai suatu pencapaian penting dengan stok beras pemerintah (CBP) yang menyentuh angka 4,7 juta ton pada tanggal 13 April 2026, menetapkan rekor tertinggi dalam sejarah yang menunjukkan kekuatan ketahanan pangan negara semakin meningkat.

Keberhasilan ini diraih melalui usaha besar dalam menyerap hasil pertanian dari para petani lokal, di mana Bulog yakin bisa melampaui target penyerapan sebesar 4 juta ton beras dan gabah tahun ini.

Direktur Utama Bulog, Ahmad Rizal Ramdhani, menyatakan bahwa pencapaian ini adalah "menakjubkan dan membanggakan", dan menjadi landasan utama untuk swasembada pangan yang diungkapkan oleh pemerintah.

Baca Juga: Kenaikan Harga Plastik Tak Sentuh Harga Beras, Bulog Jamin Harga Tetap Stabil

Proses menuju stok 4,7 juta ton ini dimulai dari titik yang kuat di awal tahun. Di awal tahun 2026, total beras nasional telah mencapai 12,529 juta ton, termasuk di dalamnya CBP Bulog yang berjumlah 3,248 juta ton, cukup untuk memenuhi kebutuhan hampir lima bulan dengan tingkat konsumsi bulanan sebesar 2,591 juta ton.

Pada tanggal 3 April 2026, stok yang dimiliki Bulog telah mencapai 4,4 juta ton, melebihi target tahunan penyerapan dan mendorong rencana pembangunan 100 gudang baru untuk menyimpan stok tambahan.

Dalam waktu singkat, stok meningkat menjadi 4,7 juta ton antara tanggal 13 hingga 15 April, yang sebagian besar berasal dari panen lokal dan tidak bergantung pada impor.

Baca Juga: Mentan Amran: Stok Beras Nasional Capai 4,6 Juta Ton, Cukup untuk 11 Bulan

Badan Pangan Nasional (Bapanas) mengapresiasi pencapaian ini sebagai indikasi keberhasilan kebijakan pemerintah yang menghentikan impor beras, gula, dan pakan jagung, sambil memastikan harga gabah untuk petani tetap pada posisi stabil.

Proyeksi untuk produksi beras di tahun 2026, yang mencapai 34,7 juta ton, diharapkan akan memperkuat stok hingga akhir tahun menjadi 16,194 juta ton, jauh lebih tinggi dibandingkan tahun-tahun sebelumnya.

Bulog juga telah menjalin kerja sama untuk menyewa gudang tambahan demi mengelola volume yang besar ini, menunjukkan komitmen jangka panjang yang dimilikinya.

Baca Juga: Stok Beras Melimpah, Pemerintah Pastikan Rakyat Tak Kekurangan Pangan di Musim Kemarau 2026

Ahmad Rizal Ramdhani menambahkan bahwa stok tersebut tidak hanya bertujuan untuk menstabilkan harga di pasar tetapi juga berfungsi sebagai alat strategis untuk menjaga stabilitas pangan nasional di tengah perubahan iklim global.

Meskipun merasa puas dengan pencapaian ini, Bulog tetap berupaya untuk mencapai target 5 juta ton dalam waktu 7 hingga 10 hari ke depan, dengan fokus pada penyerapan yang berkelanjutan dari daerah penghasil utama seperti Jawa Tengah dan Jawa Timur.

Capaian ini juga mencerminkan peningkatan signifikan dibandingkan dengan Mei 2025 yang hanya mencapai 4 juta ton, menunjukkan akselerasi kinerja di tahun 2026.

Baca Juga: Komdigi Beri Peringatan: Wikipedia Terancam Diblokir

Keberhasilan dalam mencapai stok beras Bulog yang mencapai 4,7 juta ton ini memberikan harapan besar bagi para petani dan konsumen di Indonesia.

Pemerintah melalui Bapanas menegaskan komitmennya untuk terus menjaga harga gabah agar petani tidak mengalami kerugian, sembari memastikan ketersediaan beras secara merata di pasar dengan harga yang terjangkau.

Dengan dasar ini, swasembada pangan tahun 2026 bukan sekadar suatu impian, tetapi sebuah kenyataan yang dapat diraih melalui kerjasama antara Bulog, petani, dan kebijakan pemerintah.

Masyarakat diimbau untuk terus mendukung produk lokal guna memperkuat ketahanan pangan nasional di masa mendatang. (*)

Editor : Anita Fitriani
#stok beras ri #bulog #beras #stok beras #perum bulog