RADAR KUDUS - Presiden RI Prabowo Subianto melakukan kunjungan kenegaraan bersejarah ke Istana Kremlin, Moskow, guna menemui Presiden Rusia Vladimir Putin pada Senin (13/4/2026). Pertemuan yang berlangsung selama lima jam tersebut menghasilkan sejumlah kesepakatan krusial, mulai dari ketahanan energi hingga tawaran kerja sama teknologi antariksa.
Suasana hangat menyambut kedatangan Prabowo di ruang kerja Putin. Pemimpin Rusia tersebut menyampaikan apresiasi mendalam atas kehadiran Prabowo di Moskow. Sebaliknya, Prabowo pun berterima kasih atas kesediaan Putin meluangkan waktu di tengah jadwal yang padat.
Baca Juga: Standar Keamanan VVIP: 4 Jet Tempur F-16 Kawal Ketat Penerbangan Presiden Prabowo ke Sleman
"Di tengah kesibukan Yang Mulia, Yang Mulia bisa menerima saya. Saya sangat berterima kasih," ujar Prabowo.
Fokus pada Ketahanan Energi dan Hilirisasi
Salah satu poin utama dalam pertemuan ini adalah penguatan sektor Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM). Sekretaris Kabinet, Teddy Indra Wijaya, mengungkapkan bahwa kedua negara sepakat menjalin kerja sama jangka panjang untuk menjamin ketahanan minyak dan gas bumi (migas).
"Disepakati kerja sama di sektor ESDM, termasuk ketahanan energi migas dan hilirisasi," kata Teddy dalam keterangan resminya, Selasa (14/4/2026).
Selain energi, Indonesia dan Rusia juga berkomitmen memperluas kolaborasi di sektor-sektor penunjang pembangunan nasional, seperti:
-
Pendidikan, Riset, dan Teknologi: Pertukaran ilmu pengetahuan dan pengembangan inovasi.
-
Pertanian: Penguatan rantai pasok pangan.
-
Investasi Industri: Pembangunan berbagai sektor manufaktur di Indonesia.
Baca Juga: Optimisme Presiden Prabowo vs Realitas Ekonomi: Seberapa Siap Indonesia Melaju?
Tawaran Kerja Sama Militer dan Luar Angkasa
Presiden Vladimir Putin secara khusus mengajak Indonesia untuk mempererat hubungan di bidang-bidang kunci, termasuk militer dan farmasi. Putin juga menyoroti potensi besar di sektor luar angkasa (antariksa) serta peran Indonesia yang kini telah menjadi anggota BRICS.
"Indonesia sudah menjadi anggota BRICS. Hal ini membuka peluang baru bagi kita, termasuk kerja sama dalam Uni Ekonomi Eurasia," tutur Putin.
Putin juga menekankan pentingnya kerja sama militer, terutama dalam aspek pendidikan personel, sebagai fondasi hubungan kedua negara yang telah terjalin selama 76 tahun.
Konsultasi Geopolitik Global
Di sisi lain, Presiden Prabowo menyatakan bahwa kunjungannya ke Kremlin juga bertujuan untuk berkonsultasi mengenai dinamika politik global yang berubah cepat. Ia menilai Rusia memiliki peran positif dalam menjaga keseimbangan di tengah ketidakpastian dunia.
"Kami memandang Rusia berperan sangat positif dalam menghadapi kondisi geopolitik ini. Karena itu, kami merasa perlu berkonsultasi mengenai situasi ke depan," jelas Prabowo.
Momen Hangat: Dari Yuri Gagarin hingga Nama Anak Indonesia
Pertemuan yang sarat agenda serius tersebut sempat mencair ketika Prabowo mengucapkan selamat Hari Kosmonaut kepada Putin. Prabowo menceritakan betapa besarnya pengaruh pencapaian luar angkasa Rusia bagi masyarakat Indonesia.
"Banyak orang Indonesia yang anaknya diberi nama Gagarin atau Yuri," ujar Prabowo sambil terkekeh, merujuk pada kosmonot legendaris Yuri Gagarin.
Mendengar hal tersebut, Presiden Putin tampak tersenyum lebar, menambah kesan akrab dalam pertemuan diplomatik di gedung bersejarah Blue Hall tersebut. (*)
Editor : Zakaria